My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 132 Keputusan Kaisar Helios


__ADS_3

Dokter Wo menghela nafas panjang. ‘’Untunglah saya selalu membawa cadangan obat milik Pangeran Keempat.’’


Pangeran Kairi mengerutkan dahi. ‘’Cadangan obat?’’


‘’Iya Pangeran. Putri Rakia selalu meminta tambahan obat kalau obat milik Pangeran Keempat habis, selama Tuan Putri melayaninya,’’ kata Dokter Wo.


‘’Begitu, ya?’’ tanya Pangeran Kairi.


Dokter Wo menceritakan semuanya membuat Pangeran Kairi menatap Pangeran Ramos.


‘’Kalau begitu hamba pamit dulu,’’ kata Dokter.


‘’Tunggu! Sebaiknya Dokter Wo menginap di sini saja. Ini sudah pukul setengah 5,’’ kata Pangeran Kairi.


‘’Baiklah Pangeran, terima kasih. Kalau begitu saat matahari terbit, saya akan baru pergi setelah memberi salam kepada Yang Mulia,’’ kata Dokter Wo.


Pangeran Kairi mengangguk sambil tersenyum.


‘’Mohon maaf Pangeran. Hamba meminta izin untuk kembali ke Kerajaan Rivazreich sesuai perintah Pangeran Keempat,’’ kata Pengawal Mori.


‘’Aku sebenarnya tidak ingin menolak untuk tinggal, tapi sebelum kemari aku sudah berjanji kepada Ayahanda. Terima kasih atas bantuan Anda,’’ kata Pangeran Ramos.


‘’Hati-hati di jalan,’’ kata Pangeran Kairi.


Pangeran keempat dan Pengawal Mori mengangguk. Tanpa mereka sadari, Kaisar Helios ternyata belum tidur dan memandangi mereka dari jauh.


......................


Pangeran Kairi yang menginap di dalam kamar Putri Ketiga terbangun. Ia bangkit sambil menatap jam.


Deg!


‘’Astaga! Sudah pukul 11 siang!’’ pekiknya dengan kepala yang menoleh ke kiri dan ke kanan.

__ADS_1


Ia bangkit sambil memegang kepalanya. Mengingat kejadian kemarin, ia baru tidur di pukul 5. ‘’Aku harus segera mandi.’’


......................


Ruang Pribadi Kaisar


Kaisar Helios duduk di kursi sambil memegang kepalanya. ‘’Ini pertama kalinya aku bangun kesiangan. Sepertinya aku benar-benar kelelahan sampai-sampai bangun di jam 11 siang begini.’’


Bukan kedua pria itu saja, ternyata Pengawal Maru sama halnya. Ia baru datang setelah beberapa menit Kaisar tiba di ruangan pribadinya.


Pengawal Maru meminta maaf karena terbangun di jam 11 siang karena juga ikut berjaga semalaman.


Kaisar tidak mempermasalahkan karena ia mengerti. ‘’Sepertinya Pangeran Pertama juga baru bangun. Pergilah ke kamarnya dan beritahu kalau aku ingin bertemu dengannya!’’


‘’Baik Yang Mulia,’’ kata Pengawal Maru.


......................


Setelah selesai bersiap, Pangeran Kairi hendak kembali ke kamar Putri Rakia, tapi sebelum itu, ia ingin makan terlebih dahulu.


......................


Ruang Makan


Para pelayan melayaninya begitu koki selesai memasak. Tidak butuh waktu yang lama, Pangeran Kairi hanya makan secukupnya. Belum sempat ia meninggalkan meja, Pengawal Maru sudah datang.


‘’Ternyata Pangeran Pertama ada di sini,’’ kata pengawal Maru.


‘’Ada apa mencariku?’’ tanya Pangeran Kairi.


‘’Yang Mulia menyuruh saya untuk memberitahu Pangeran agar segera menghadap,’’ kata pengawal Maru.


Oh tidak, ini pasti ada kaitannya karena aku bangun kesiangan, sehingga tidak sempat ikut sarapan pagi bersama yang lainnya, kata Pangeran Kairi dalam hati.

__ADS_1


‘’Um, Pangeran?’’ panggil pengawal Maru.


‘’Baiklah. Aku akan segera menghadap,’’ jawab Pangeran Kairi.


......................


Ruang Pribadi Kaisar


Ceklek!


‘’Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Pangeran Kairi datang dikawal Pengawal Maru.


Pangeran Kairi berdiri tegak sambil menatap Kaisar yang hanya diam sambil bersandar di kursinya.


Terlihat jelas bola hitam di bawah mata ketiga pria yang ada di dalam ruangan ini.


Benar, kan? Ayahanda hanya diam, kata Pangeran Kairi dalam hati.


Dengan memberanikan diri, Pangeran Kairi menghela nafas sambil menunduk. ‘’Maaf Yang Mulia karena saya bangun kesiangan. Ini karena ada sesuatu yang terjadi setelah Yang Mulia kembali ke kamar. Jadi saya baru bisa tidur di jam 5. Karena tidak sempat ikut sarapan bersama yang lainnya, saya minta maaf.’’


‘’Apa maksud Anda?’’ bingung Kaisar Helios.


‘’Bukankah Yang Mulia memanggil saya karena ingin memarahi saya?’’ tanya Pangeran Kairi.


Kaisar Helios mengerutkan dahi. ‘’Kenapa Anda sampai berpikir seperti itu?’’


‘’Eh? Kalau begitu kenapa Yang Mulia memanggil saya?’’


‘’Beritahu Raja Rivazreich … Pernikahan kedua Pangeran akan segera dilaksanakan!’’


Deg!


‘’Eh?’’ tatap Pangeran Kairi tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2