My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 149 Hantu dari Masa Lalu Kembali


__ADS_3

“Kenapa Ezekiel begitu lama?” tanya Putri Rakia.


“Ini pertama kalinya Ezekiel datang ke restoran. Dia belum tahu mengenai denah restoran milik paman ini,” kata Pangeran Rui.


Putri Rakia bangkit dengan perasaan cemas. “Kalau begitu ayo cari dia!”


......................


Lantai 2


“Restoran ini hanya bisa dimasuki keluarga kerajaan dari berbagai penjuru dunia, jadi tenanglah, tidak ada yang akan menculik Ezekiel,” kata Pangeran Rui.


Dari jauh, Putri Rakia melihat seorang wanita membelakanginya, yang sedang berhadapan dengan putranya.


“Pangeran Ezekiel!” teriak Putri Rakia bergegas.


Mendengar teriakan itu membuat wanita tadi dan Pangeran Ezekiel muda menoleh.


Deg!


Mata Pangeran Rui membulat besar begitu juga Putri Rakia bersamaan langkah mereka terhenti.


“Ti-Tidak mungkin,” tatap Putri Rakia tidak percaya.


“Me-Mezool?” tatap Pangeran Rui sama kagetnya.


‘’Tidak!!’’ seru Rakia.


Brack!


Mezool memuntahkan darah lalu menatap Rakia. Matanya memicing sambil mengayun kedua tangannya ke atas membentuk x. ‘’Aku mengutukmu! Agar merasakan sakit yang sama kurasakan ketika tidak bisa bersama dengan orang yang kau cintai.’’


Dar! Der! Dor!


Suara petir bergemuruh di langit.


‘’Mmhehe … Saat kau merasakannya, aku baru akan merasa teradili, ini adalah sumpahku.’’ (Putri Rakia teringat)

__ADS_1


Rasa trauma itu kembali menghantuinya. Tubuhnya tiba-tiba melemah tapi untunglah Pangeran Rui menangkapnya.


Tidak lama kemudian, muncul sosok pria berambut putih yang keluar.


Sekali lagi kedua orang itu terkejut bukan main layaknya tersengat listrik. Putri Rakia langsung berlari dan memeluk pria berambut putih itu. Pangeran Ezekiel muda kebingungan melihat ibunya menangis.


“Ramos? Apakah aku sedang bermimpi? Ini kau, kan? Aku tidak berhalusinasi! Ini benar-benar dirimu. Aku tahu itu, karena aku mengenali semua inci setiap tubuhmu,” kata Putri Rakia.


“Anda siapa? Kenapa mengetahui namaku adalah Ramos?”


Deg!


"Aku bertanya sekali, Anda siapa?" tanya pria berambut putih yang namanya juga Ramos.


“Aku Rakia, kau tidak ingat?”


“Kau bukan Rakia,” kata Ramos.


Ramos memicingkan mata. “Kau seorang pembunuh.”


Deg!


“Kau seorang pendosa, jadi singkirkan tanganmu dari tubuhku,” kata Ramos dingin berlalu melewati Putri Rakia.


Tubuh Putri Rakia membeku dengan rasa gemetar bukan main. Matanya mulai memerah sambil ia memegang sebelah lengannya.


Pangeran Ezekiel muda mengepalkan tangan. “Namamu Ramos, kan?”


Keempat orang itu terdiam dan menatap anak laki-laki itu.


Pangeran Ezekiel muda berjalan mendekat, sehingga ia dan Ramos saling berhadapan sambil melontarkan tatapan dingin.


“Kalau ibuku seorang pendosa, apakah kau seorang malaikat?”


Deg!


Mata Ramos memicing mendengar ucapan anak laki-laki muda itu.

__ADS_1


Pangeran Ezekiel muda memanggil pengawal yang datang bersamanya dan Pangeran Shinsuke tadi.


“Tangkap pria ini, karena dia sudah berani mengatai Putri Ketiga, dan beri dia hukuman agar mulutnya diberi cap besi panas!” perintah Pangeran Ezekiel muda.


Melihat semua terdiam, membuat Pangeran Ezekiel muda semakin kesal.


“Apa yang kalian lakukan? Mengabaikan perintahku?!” kata Pangeran Ezekiel muda dengan nada suara sedikit meninggi.


Pangeran Rui menghela nafas. “Para pengawal tidak akan berani menangkapnya, karena dia adalah ... Pangeran Keempat Rivazreich.”


Pa-Pangeran Keempat? Itu berarti, kata Pangeran Ezekiel dalam hati.


“Secara hukum dia adalah ayah biologis Anda,” kata Pangeran Rui.


Ramos tersenyum remeh. “Aku bahkan tidak ingat kalau aku memiliki keluarga.”


Kakak Ramos masih hidup? Eh? Apa yang sebenarnya terjadi? Pria ini sangat mirip dengan Kakak Ramos, kata Pangeran Rui dalam hati.


Ia dan Putri Rakia hanya diam membisu melihat kepergian Ramos dan Mezool.


“Tidak, tidak, Ramos! Ramos! Jangan pergi!” teriak Putri Rakia.


Pangeran Rui kewalahan menahan tubuh Putri Rakia yang berontak dan histeris, sampai wanita itu tidak sadarkan diri.


......................


Kerajaan Rivazreich


Semua bingung melihat Pangeran Rui datang sambil memapah Putri Rakia.


“Pangeran Kelima apa yang terjadi?” tanya Ratu.


Pangeran Rui masih memancarkan raut wajah ngeri. “Mereka kembali ... Hantu dari masa lalu kembali.”


“Ha-Hantu dari masa lalu? Bicaralah dengan jelas Pangeran Kelima!” perintah Ratu.


“Kami bertemu dengan Kakak Ramos dan Mezool,” jawab Pangeran Rui.

__ADS_1


Deg!


“Apa?!”


__ADS_2