My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 76 Penculikan Part 2


__ADS_3

Ceklek!


Pangeran Ramos membuka pintu kamar, tapi tidak melihat Rakia. ‘’Dia bilang akan menungguku.’’


Deg!


‘’Akh! Sakitnya datang lagi, eh? Dia bahkan belum meramu obatnya, apakah dia lupa?’’


......................


Dapur Istana


Haruka beserta para pelayan membungkuk melihat kedatangan Pangeran Ramos.


‘’Apakah Yang Mulia sudah pulang?’’ tanya Pangeran Ramos.


‘’Belum sama sekali Pangeran,’’ jawab Haruka.


‘’Di mana Rakia?’’


‘’Eh, bukankah dia diundang ke pesta?’’


Dahi Pangeran Ramos berkerut. ‘’Apa maksudmu?’’


‘’Tadi, ada suruhan Nona Mezool yang datang menjem—‘’


‘’Kapan mereka datang?!’’ seru Pangeran Ramos memotong ucapan.


‘’Setengah jam yang lalu, Pangeran,’’ jawab Haruka dengan raut wajah kebingungan.


Dengan cepat, Pangeran Ramos bergegas pergi.


Setengah jam yang lalu?! Cih! Aku benar-benar melupakan soal Mezool. Rakia tidak tahu dia tipe wanita seperti apa, cemasnya dalam hati.


Deg!


Si-Sial! Jangan sekarang! Stt, ringis Pangeran Ramos dalam hati dengan sekuat tenaga berjalan.


......................


Gudang


Rakia membuka matanya perlahan. Matanya melotot menyadari mulutnya terisolasi. Lengan dan kakinya juga diikat tali. Lebih kagetnya lagi, ia melihat Pangeran Rui duduk dengan kepala terkulai di sudut ruangan.

__ADS_1


‘’Humph! Humph!’’ panggilnya berusaha menimbulkan suara.


‘’A-Akh!’’ erang Pangeran Rui.


Ia tertegun melihat Rakia. ‘’Rakia?! Kenapa kau....’’


Pangeran Rui tersadar kalau dirinya juga diikat tali. ‘’Kenapa aku tiba-tiba ada di sini? Bukankah seharusnya....’’


Kau akan menemukan pria yang lebih baik dariku. Ayo masuk, ini ulang tahunmu, tidak baik kau menangis seperti ini. (Pangeran Rui teringat)


‘’Jangan-jangan....’’


‘’Benar. Seperti yang kau pikirkan,’’ kata seorang wanita.


Rakia dan Pangeran Rui bersamaan menolehkan kepalanya dan melihat sosok wanita masuk. ‘’Me-Mezool? Tidak mungkin, kau pasti sedang bercanda, kan?’’


Wanita itu hanya menatapnya datar dengan tatapan dingin.


‘’Kenapa? Kenapa kau melakukan ini?’’ tanya Pangeran Rui tidak percaya.


‘’Kau bertanya kenapa?! Ini semua karena dia!’’ seru Mezool menujuk Rakia.


‘’Mezool, ini bukan dirimu,’’ tatap Pangeran Rui.


Plak!


Wajah Rakia menghadap ke satu sisi tanpa mengatakan apa pun.


Plak!


‘’Bukankah aku sudah memberimu peringatan untuk menyadari statusmu!’’ seru Mezool.


Rakia hanya tersenyum remeh membuat Mezool kembali menamparnya.


‘’Mezool hentikan!’’ teriak Pangeran Rui.


Plak!


‘’Semakin kau mencemaskannya, semakin aku menyakitinya,’’ jawab Mezool dingin.


Rakia menolehkan kepalanya perlahan menatap Mezool. ‘’Pastikan aku tidak lepas dari tali ini.’’


Mezool tersenyum remeh. ‘’Heh, memangnya apa yang akan kau lakukan kepadaku? Membalas tamparanku atau memukulku?’’

__ADS_1


‘’Lebih buruk dari itu. Aku akan menghancurkanmu,’’ kata Rakia dingin.


Mezool tersenyum lalu menjentikkan jari sehingga muncul para pengawalnya yang membawa tiga pria mabuk, membuat Rakia menatapnya dengan perasaan tidak enak.


‘’Aku yang akan menghancurkanmu lebih dahulu,’’ kata Mezool menyeringai dan kembali menutup mulut Rakia dengan lakban hitam.


Ia berbalik menuju ke sofa yang sudah usang di samping Pangeran Rui. ‘’Dewa, hajimemashouka(Ayo kita mulai).’’


‘’Apa yang kau lakukan? Kau sudah tidak waras Mezool!’’ seru Pangeran Rui.


‘’Ush, kau terlalu tegang Rui. Nikmati saja secara perlahan,’’ kata Mezool.


Pangeran Rui sungguh tidak percaya melihat sosok Mezool. Ia menatap ke arah Rakia yang sudah terlihat panik.


Tidak, tidak, menjauh dariku! Pergi! Kumohon, panik Rakia dalam hati disertai keringat.


3 pria muda itu menatap Rakia seolah-olah adalah mangsa mereka.


‘’Wanita ini sangat sempurna,’’ kata pria berambut cokelat berjongkok lalu mengelus pipi Rakia.


Jangan menyentuhku! Sial, seru Rakia dalam hati menghindari sentuhan itu.


‘’Wanita cantik?’’ panggil pria berambut hitam.


‘’Temani kami bermain, ya?’’ senyum pria berambut pirang.


Rakia dengan panik mencoba melakukan sesuatu.


‘’Dasar keras kepala!’’


Plak!


Tubuh Rakia tersungkur ke tanah dan merasa kesadarannya sedikit hilang karena tamparan itu.


‘’Rakia!" seru Pangeran Rui.


"Mezool, kumohon hentikan semua ini. Aku berjanji akan mengabulkan semua keinginanmu, apa pun yang kau minta. Kau ingin menikah baiklah, kita akan menikah hari ini juga. Tapi kumohon jangan sakiti Rakia.’’


Mezool menyeka air mata teman masa kecilnya. ‘’Kau bahkan sampai menangisinya sebelum para pria itu menyentuhnya.’’


Kepalanya menoleh ke arah 3 pria tadi. ‘’Cepat selesaikan wanita itu!’’


Ketiga pria mabuk itu berjongkok di hadapan Rakia sambil menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2