
Lusa pun tiba...
Pangeran Ren dibuat bingung saat Rakia membawanya ke sebuah kediaman. ‘’Rakia, seharusnya kita tidak keluar saat Ayahanda tidak ada di istana.’’
Rakia tidak mendengar dan hanya menekan bel sampai pintu itu terbuka.
‘’Tuan Putri....’’
‘’Tuan Putri?’’ bingung Pangeran Ren.
‘’Hem! Rakia, apa yang kau lakukan di sini?’’ tanya Dr.Wo.
Wanita tadi langsung menerobos masuk sambil menarik pria itu. ‘’Aku butuh bantuanmu.’’
‘’Hei, Rakia! Kau belum diperbolehkan masuk, kenapa sangat tidak sopan menerobos? Selain itu, kau kenal dengan Dr.Wo?’’
‘’Anda tunggu saja di sini. Aku akan segera kembali.’’
‘’Eh, mengabaikan diriku lagi? Sebenarnya dia kenapa, sih?’’
1 jam kemudian…
Pangeran Ren terkaget dan segera berdiri. ‘’Kakak tertua, kenapa bisa ada di sini?’’
Pangeran Ereri tersenyum semanis mungkin.
‘’Kakak tertua? Bukan … Rakia?! Kenapa kau mengubah wajahmu seperti kakak tertua?’’
Dr.Wo hanya bingung. ‘’Meskipun tidak mengerti apa yang sedang terjadi, aku hanya berharap semoga kau baik-baik saja.’’
Rakia dengan wajah Pangeran Ereri mengangguk. ‘’Terima kasih Kamiya-kun, kami pergi dulu.’’
Pangeran Ren masih bingung apa yang sebenarnya terjadi.
......................
__ADS_1
Bandara
Pangeran Ren benar-benar bingung karena pesawat benar-benar lepas landas.
‘’Bisa jelaskan, apa yang sebenarnya terjadi? Kita mau ke mana sampai mengambil penerbangan seperti ini? Kenapa kau juga mengubah wajahmu seperti kakak tertua?’’
‘’Ini hanya topeng sementara, dan kita akan menuju ke Kerajaan Helios,’’ jawab Rakia.
‘’Rakia, jangan bilang kau....’’
‘’Benar ... Untuk membatalkan rencana pertunangan.’’
‘’Apa kau sudah gila?! Hentikan perbuatan konyolmu ini! Kau sudah bosan hidup, ya? Kalau Raja sampai tahu hal ini, kita berdua akan dalam masalah. Jangan membawa diriku ke dalam masalamu! Selain itu, resikonya kau pasti sudah tahu!’’ seru Pangeran Ren.
‘’Yang kau katakan memang benar, karena itulah aku mengubah wajahku seperti Ereri,’’ kata Rakia santai.
"Cepat perintahkan pilot untuk memutar balik!" perintah Pangeran Ren.
"Kalau kau mau pulang, kau bisa membuka pintu pesawat dan terjun ke bawah menggunakan parasut," kata Rakia santai.
"Ha?! Kau benar-benar kejam. Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu begitu santai," kata Pangeran Ren.
‘’Argh! Kau tidak mengerti, mereka pasti sudah membahasnya.’’
Rakia tersenyum remeh. ‘’Kau pikir Ereri akan menyerah semudah itu seperti dirimu?’’
‘’Apa maksudmu?’’ tanya Pangeran Ren.
‘’Ereri juga tidak menginginkan pertunangan ini, karena dia hanya menyukai Putri Yuriki, dan kau menyukai Putri Ukii.’’
Rakia dengan tampang Ereri melontarkan tatapan dingin ke Pangeran Kesembilan. ‘’Jadi, kuharap kau sudah mengerti kenapa aku mengajakmu.’’
Melihat Pangeran Ren hanya menurut membuat Rakia merasa puas.
Tidak kusangka, wajah dinginnya akan berguna di situasi ini. Ternyata wajah Ereri begitu ditakuti, kata Rakia dalam hati.
__ADS_1
......................
Kerajaan Helios
Seorang pelayan menghampiri Pangeran Ereri dan Putri Ukii yang menikmati teh di sekitar taman. ‘’Mohon maaf Pangeran, Tuan Putri. Yang Mulia memanggil Anda berdua agar segera ke ruangan.’’
‘’Kami mengerti, kau boleh pergi,’’ kata Putri Ukii.
Meskipun Pangeran Ereri tersenyum, tapi di dalam hatinya, ia sangat cemas.
Secepat ini? Apa yang harus aku lakukan untuk mengulur waktu lagi? Aku belum siap menolak pertunangan ini di hadapan mereka, ucapnya dalam hati.
Pandangannya tiba-tiba mengarah ke cangkir. ‘’Oh tidak!’’
‘’Pangeran harap berhati-hati. Segera bawa Pangeran Pertama untuk mengganti pakaiannya!’’ perintah Putri Ukii.
‘’Maaf merepotkan Anda,’’ kata Pangeran Ereri.
‘’Tidak apa-apa. Saya akan memberitahu semuanya mengenai keterlambatan Anda.’’
Pangeran Ereri tersenyum penuh kemenangan meninggalkan taman.
......................
Sebuah mobil terparkir di halaman belakang.
‘’Kalau Ayahanda sampai melihatku di sini, maka habislah aku,’’ cemas Pangeran Ren.
‘’Seharusnya aku yang mengatakan hal itu. Kau hanya mengawasi dari jauh, sedangkan aku harus mempertaruhkan hidup!’’ bisik Rakia menggerutu.
‘’Tapi, aku tidak tahu mengenai denah istana ini,’’ kata Pangeran Ren.
Rakia menjelaskan secara detail setiap bangunan di istana, membuat Pangeran Ren curiga. ’’Dari mana kau tahu denah Kerajaan Helios? Apakah kau seorang mata-mata?’’
Wanita itu memasang raut wajah bodohnya.
__ADS_1
Seorang mata-mata … Apakah tidak ada profesi yang lebih masuk akal? Dasar, aku ini Tuan Putri dari Kerajaan Helios, gerutu Rakia dalam hati.
‘’Lupakan itu, cepat jalankan plan A,’’ kata Rakia.