My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 33 Souffle Leger De Grace Real Life


__ADS_3

Kamar Pangeran Kelima


Pangeran Rui terbelalak melihat pancake mewah buatan Rakia. "Ini...."


"Souffle Leger De Grace Real Life," kata Rakia.


The Real of Otaku, pikir Pangeran Rui dalam hati.


Pria itu meraih garpu dan mencungkilnya. Ia tidak menyangka pancake itu sangat enak. "Pancake dengan pasta kacang merah di antaranya ini enak juga."


"Saya membuat pasta dari kacang azuki dan memaniskannya dengan gula cokelat, lalu menggunakan presto untuk mempercepat prosesnya," kata Rakia menjelaskan.


Apalagi dia menggunakan kacang merah tokachi yang mempermewah rasanya, kata Pangeran Rui dalam hati.


Pria menatap Rakia. "Biar kutebak, kau menambahkan yogurt?"


Rakia tersenyum dan mengangguk tanda membenarkan. "Ya, itu yogurt Yunani. Yogurt unik yang ditebalkan dan dipekatkan lewat proses penyaringan. Menyaring kelembaban yang berlebihan dalam yogurt membuatnya lebih pekat sehingga teksturnya dapat berubah seperti mirip keju. Aku mencampurnya dengan kue busa untuk pancake-nya."


Pangeran Rui menajamkan indra perasanya. "Rakia, kau memakai filter kopi."


"Benar sekali. Itu adalah alat yang paling tepat untuk menghilangkan kandungan air di dalam pancake ini. Saya tidak menyangka selain menjadi model, Anda tidak dapat diragukan soal hidangan," kata Rakia memberi pujian.


Pangeran Rui tersenyum. "Terima kasih atas pujiannya. Selain itu kemampuan calon istriku juga tidak dapat diragukan."

__ADS_1


Mendengar kata calon istri, membuat Rakia terbelalak. "Eh, calon istri? Apakah perkataan Anda ditujukan kepada saya?"


Rakia menunjuk dirinya bingung.


"Lalu siapa lagi?" tanya Pangeran Rui dengan senyuman yang tidak meragukan.


Wanita itu terkaget. "HEHHH! A-Apa yang Anda katakan? Calon istri? Saya? Ahahaha Anda sungguh bisa membuat lelucon."


Pangeran Rui mengerutkan dahi tanda kesal karena wanita itu menganggap ucapannya sebagai candaan. Ia menarik Rakia lalu menindihnya di kasur.


Rakia membulatkan mata. "Pangeran Rui, apa yang Anda lakukan?!"


Wanita itu kaget saat dirinya terbaring sambil 2 tangannya ditahan ke atas.


Pangeran Rui menatapnya lekat. "Sudah sejak lama aku sangat ingin melihatmu."


"Chigau(Salah). Orang yang selama ini aku tunggu, tidak disangka sudah berada di hadapanku tanpa aku sadari. Rakia, apa kau tidak mengenaliku?"


Rakia terbelalak melihat tatapan senduh dari pria itu. Ia berusaha menenangkan Pangeran Rui.


"Ahaha siapa yang tidak mengenali Pangeran seperti Anda? Tentu saja semua orang tahu, apalagi Anda ini seorang model, jadi tidak ada yang tidak mengenal Pangeran Rui."


Pangeran Rui merasa kecewa dengan jawaban Rakia. "Jadi kau benar-benar tidak mengenaliku."

__ADS_1


"Sudah kubilang Anda salah orang. Aku bukan orang yang Anda maksud."


"Kalau begitu bisa jelaskan kenapa kau ada di sini? Rakia de Gabrielle Helios."


Mata Rakia membulat besar. "Eh?"


Pangeran Rui melepaskan genggamannya yang menahan pergelangan tangan Rakia tadi, dan kembali duduk.


"Jadi kita sungguh pernah bertemu?" tanya Rakia ikut bangkit.


"Percuma memberitahumu jika kau tidak ingat sama sekali."


"Justru karena itu katakan padaku."


Pangeran Rui terdiam. "Tidak perlu bicara formal padaku saat hanya ada kita berdua."


"Baguslah. Aku juga tidak sudi merendahkan statusku."


"Tapi kau tetap seorang pelayan di sini. Minggir dari kasurku, tidak sopan seorang pelayan mendudukinya."


"Kau ini sangat menyebalkan. Lebih baik aku pergi dulu sampai kau merasa lebih baik."


"Perginya jangan lama! Aku masih sakit."

__ADS_1


Rakia hanya mengabaikan membuat pria itu terkikik pelan lalu berakhir murung.


"Kau sungguh melupakan sosok anak laki-laki yang selalu mengunjungimu, ya?"


__ADS_2