
‘’Kenapa istana dihias semewah ini?’’ tanya Putri Nikki.
‘’Apakah ada perayaan?’’ tanya Putri Yuriki.
Pangeran Yuga dan Putri Ukii sama bingungnya, membuat Pangeran Kairi tersenyum.
‘’Kalian tidak tahu sama sekali atau sedang berpura-pura?’’ tanya Pangeran Kairi.
Keempat orang tadi memasang raut wajah bodoh.
‘’Kakak tertua juga terlihat sangat senang, memangnya ada apa dengan hari ini?’’ tanya Pangeran Yuga.
Belum sempat Pangeran Kairi menjawab, Kaisar dan Permaisuri datang menghampiri mereka.
‘’Kalian benar-benar tidak ingat, ya?’’ tanya Permasuri Helios.
‘’Ini bulan agustus, jadi bukan ulang tahunku,’’ kata Putri Nikki.
‘’Anniversary Ayahanda dan Ibunda juga masih lama. Jadi, tidak mungkin hari ini kita merayakannya,’’ kata Putri Yuriki.
‘’Semua hari penting juga sudah berlalu,’’ tambah Putri Ukii.
Pangeran Yuga yang terlihat berpikir dari tadi langsung tersadar. ‘’Aa! Ini 12 agustus!’’
‘’12 agustus?’’ bingung semuanya.
Deg!
Ketiga wanita muda itu tersadar membuat yang lainnya hanya tersenyum.
‘’Ya, 12 agustus ... Tepat ulang tahun Rakia, dengan kata lain hari juga kepulangannya ke istana,’’ kata Pangeran Kairi.
__ADS_1
‘’Apa?!’’ seru keempat orang itu.
‘’Sungguh? Rakia sudah pulang?’’ girang Putri Yuriki.
‘’Kakak Rakia akhirnya pulang,’’ senang Putri Nikki.
‘’Aku tidak sabar bertemu dengan Kakak Rakia,’’ kata Pangeran Yuga.
Putri Ukii hanya diam, meskipun raut wajahnya juga begitu senang.
‘’Mungkin sebentar lagi dia akan tiba,’’ kata Kaisar Helios.
Baru dibicarakan, sudah datang seorang pelayan membungkuk. ‘’Yang Mulia, Putri Ketiga sudah tiba.’’
Mendengar hal itu semuanya langsung keluar. Dilihatnya mobil hitam berhenti. Sang supir turun membuka pintu. Muncul sosok Rakia yang menuruni mobil dengan rambut emas panjangnya mengurai.
‘’Kakak Rakia!’’ senang Pangeran Yuga langsung menyambarnya dengan pelukan.
‘’Apakah ada sebuah perayaan?’’ tanya Rakia membuat semua orang tersenyum dengan kepala menunduk.
‘’Ternyata orang yang punya hari lebih tidak peka,’’ kata Pangeran Kairi.
‘’Kakak Rakia. Hari ini adalah ulang tahun Anda, karena itulah Ayahanda menghias istana,’’ kata Putri Nikki.
‘’Kau tidak ingat dengan janjimu sebelum meninggalkan istana ini, ya?’’ tanya Kaisar Helios.
Rakia mengerutkan dahi. ‘’Janji?’’
Humph! Aku akan kembali ke kerajaan ini lalu Ayahanda sendiri yang akan menyambutku secara langsung! (Rakia teringat)
Ia tersenyum dengan sebelah alis terangkat. ‘’Sudah kubilang, apa pun yang kukatakan itu mutlak.’’
__ADS_1
‘’Sangat angkuh seperti biasanya,’’ senyum Pangeran Kairi.
Kaisar Helios menyambut langsung kedatangan putri kesayangannya itu. ‘’Jadi, bagaima—‘’
‘’Ayahanda aku lelah. Terima kasih sudah menyambutku, dan iya acara ulang tahunku … Tidak usah dirayakan dulu. Semua hadiah itu simpan saja. Aku hanya ingin langsung tidur,’’ kata Rakia memotong ucapan Kaisar.
Semua terbelalak dan merasa bingung melihat kepergian Rakia.
......................
Kamar Putri Ketiga
Ceklek!
Sudah lama Rakia meninggalkan kamarnya itu, membuatnya benar-benar rindu. Ruangan mewah bernuansa pink disertai bunga mawar pink yang menggambarkan dirinya. Ia melangkahkan kaki menuju ke kasur. Mengingat sebelumnya ia hanya tidur di kasur kecil dan sempit, serta ruangan yang sederhana.
‘’Ternyata kehidupan rakyat dan bangsawan itu sangat jauh beda. Selama ini, kebutuhanku dikelilingi semua kemewahan ini. Bagaimana dengan rakyat yang tidak memiliki tempat tinggal sama sekali?’’
Ceklek!
‘’Kakak Yuriki?’’
‘’Aku datang untuk protes untuk hari itu. Tidak kusangka kau begitu handal dalam hal ciuman,’’ kata Putri Yuriki.
‘’Ciuman? Tapi aku berada di aula untuk menghentikan rencana pertunangannya,’’ kata Rakia polos menunjuk dirinya.
‘’Eh, kalau begitu yang waktu itu,‘’ kata Putri Yuriki tersadar.
Rakia tersenyum jahat. ‘’Hee, ciuman? Sepertinya seseorang sedang sibuk waktu itu, sementara aku mati-matian mempertaruhkan hidup. Sudah sampai sejauh mana Kakak Yuriki dan Ereri melakukannya?’’
‘’Aku lupa! Aku harus mengurus sesuatu,’’ kata Putri Yuriki bergegas pergi.
__ADS_1
‘’Puff,’’ kikik Rakia lalu berakhir murung.