
Kaisar Helios menatap Putri Rakia dengan alis berkerut. ‘’Bukankah selama ini Pangeran Keempat sehat-sehat saja? Kenapa ada berita seperti itu?’’
‘’Pihak kerajaan memutuskan untuk menyembunyikan fakta ini. Hanya Raja dan Ratu beserta Pangeran Shinsuke yang mengetahui penyakit Pangeran Keempat. Saya juga sudah memastikannya secara langsung saat melayani Pangeran Keempat,’’ kata Putri Rakia.
Sekarang aku mengerti, kenapa Pangeran Keempat tidak pernah mengunjunginya setelah insiden 19 tahun yang lalu itu, kata Kaisar Helios dalam hati.
‘’Pangeran Kelima juga menyelamatkanmu, kenapa kau me—‘’
‘’Saya tahu, jadi biarkan saya sendiei mengambil keputusan untuk masa depanku. Saya juga sudah memberitahunya soal ini, dan kurasa dia akan mengerti,’’ kata Putri Rakia memotong ucapan ayahnya.
Kaisar Helios menghela nafas panjang. ‘’Kau tidak pernah membiarkanku istirahat sedikit pun.’’
‘’Ayahanda merestui?!’’ pekik Putri Rakia.
‘’Tapi aku tetap menjatuhkan hukuman kepadamu! Aku menghukummu untuk tidak keluar kamar sampai hari pernikahan tiba!’’ perintah Kaisar.
Putri Rakia mengangguk mantap. ‘’Saya mengerti!’’
‘’Jangan coba-coba untuk menyelinap di luar pengawasanku!’’ tegur Kaisar.
‘’Tenang saja. Ayahanda silahkan menyuruh ratusan pengawal menjaga kamarku,’’ kata Putri Rakia.
‘’Aku akan bodoh jika melakukan hal itu. Sampai mengutus ratusan orang hanya untuk satu ruangan, sedangkan yang melindungi istana ini bahkan satu orang saja tidak ada,’’ kata Kaisar dengan raut wajah bodohnya.
Putri Rakia tersenyum elegan tanpa merasa bersalah. Ia membungkuk sebelum pergi. ‘’Shitsurei shimasu(Permisi).’’
__ADS_1
Ceklek!
‘’Rakia?!’’ pekik Putri Yuriki.
‘’Kau baik-baik saja? Ayahanda tidak memukulmu, kan?’’ tanya Putri Ukii.
‘’Kakak Rakia, kenapa Ayahanda semarah itu?’’ tanya Putri Nikki.
Putri Rakia hanya tersenyum dengan wajah ceria. ‘’Tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Ayahanda hanya menjatuhkan hukuman padaku untuk tidak keluar kamar. Jadi untuk sementara waktu, jangan mengunjungiku dulu.’’
‘’Eh? Kenapa bisa? Memangnya apa yang sudah kau lakukan?’’ tanya Pangeran Kairi.
‘’Aku harus kembali ke kamar untuk menjalankan hukumanku,’’ kata Putri Rakia bergegas pergi.
Pangeran Kairi menghela nafas panjang. ‘’Dia selalu saja berbuat seenaknya seperti ini.’’
‘’Karena itulah hanya dia juga yang selalu menerima hukuman dari Ayahanda,’’ kata Putri Ukii.
Mereka berlima masuk ke dalam ruangan itu.
‘’Ayahanda, mohon maafkan kesalahan Putri Rakia,’’ kata Pangeran Kairi.
Kaisar mengerutkan dahi. ‘’Kalian berdiri di depan pintu, apakah menguping pembicaraan lagi?’’
‘’Tidak. Kami hanya menunggu di luar meskipun tidak sengaja mendengar Ayahanda marah-marah,’’ jawab Pangeran Kairi.
__ADS_1
Itu sama saja, kata Kaisar dalam hati.
Kelima orang itu terdiam untuk sesaat, sebelum akhirnya mengangguk dan serentak membungkuk. ‘’Yang Mulia, tolong ampuni sikap Putri Ketiga! Kami berjanji akan membuatnya lebih dispilin!’’
Kaisar Helios menghela nafas. ‘’Dia menjalani hukuman sebelum hari pernikahannya tiba.’’
‘’Eh? PERNIKAHAN?!’’ pekik kelima orang itu.
‘’Putri Rakia akan menikah?’’ tanya Putri Yuriki.
‘’Saya dan Putri Yuriki baru bertunangan, dan Putri Rakia sudah akan menikah?’’ tanya Putri Ukii.
‘’Apakah itu bisa Ayahanda? Keturunan tengah lebih dulu menikah dibandingkan keturunan tertua?’’ tanya Pangeran Kairi.
‘’Ini juga mendadak. Raja Rivazreich sudah mengklarifikasinya. Kami tidak punya pilihan lain,’’ jawab Kaisar.
‘’Jadi karena itulah Putri Rakia terlihat bahagia menerima hukuman ini,’’ kata Pangeran Yuga.
‘’Dengan siapa Putri Rakia akan menikah Ayahanda?’’ tanya Pangeran Kairi.
Kaisar terdiam untuk sesaat. ‘’Pangeran Keempat Kerajaan Rivazreich.’’
‘’Ramos von Rivazreich,’’ kata Pangeran Kairi dengan wajah serius.
Argh! Dia akan merebut Rakia-ku. Hiks, adik imut kesayanganku akan meninggalkanku, kata Pangeran Kairi dalam hati.
__ADS_1