My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 97 Ketahuan


__ADS_3

Ruang VVIP 3


‘’Pasti obatnya sudah bereaksi,’’ kata Putri Nikki.


‘’Setelah rencana ini selesai, bahkan Ayahanda pun tidak akan punya pilihan lain selain menikahkan mereka,’’ kata Putri Ukii.


‘’Meskipun ini cara yang salah, konsekuensinya kita harus tanggung bersama. Aku akan melakukan apa pun untuk Rakia demi kebahagiaannya,’’ kata Pangeran Kairi.


Putri Yuriki mengerutkan dahi. ‘’Yuga, kenapa raut wajahmu seperti itu?’’


Semua langsung menatap pangeran muda itu.


‘’Um, aku merasa ada sesuatu yang buruk sedang mendekat,’’ kata Pangeran Yuga dengan raut wajah masam.


Keempat orang itu saling menatap, mereka lupa dengan keberadaan Pangeran Yuga yang masih dibawah umur. Mengingat mereka sejak tadi membahas hal dewasa, membuat semuanya baru sadar.


‘’Ahaha. Soal tadi kau tidak usah terlalu mendengarkannya, dan jangan khawatir, Rakia tidak akan mengetahui ren—‘’


Bugh!


Semua pandangan serentak menuju ke arah pintu yang terbuka dengan kasar itu. Kelima orang itu membulatkan mata. ‘’Ra-Rakia?!’’


Muncul Putri Rakia dalam kondisi basah kuyup sambil memasang raut wajah tertahan menghampiri kelima saudaranya.


Putri Nikki spontan berdiri. Wajahnya sudah pucat pasi. ‘’Aa … Um itu, ahaha, Ka-Kakak Rakia sudah selesai? Dari mana Kakak Rakia tahu kami ada di sini?’’


‘’Ba-Bagaimana dengan Pangeran Zelho? Bukankah kalian berdua sedang bersama? Aku tidak melihatnya,’’ kata Putri Ukii.

__ADS_1


Putri Rakia melontarkan tatapan tajam. ‘’Sebaiknya kalian memberiku penjelasan sebelum kejadian ini sampai kepada Ayahanda.’’


Kelima orang itu tersentak merasakan aura dingin dari wanita berambut panjang emas itu.


‘’Aku tidak masuk hitungan! Kakak Rakia harus percaya padaku,’’ kata Pangeran Yuga mengangkat sebelah tangannya.


Deg!


‘’Siapa yang memberikanmu izin berbicara? Aku sedang bertanya kepada empat orang di depanku ini,’’ kata Putri Rakia mengintimidasi.


Pangeran Yuga menunduk setelah mendapatkan tatapan tajam dari Putri Rakia.


Tunggu, apakah dia Rakia sosok malaikat imut yang selama ini aku jaga? Kenapa dirinya memiliki aura mengintimidasi begini seperti Ayahanda? Heh, kata Pangeran Kairi dalam hati.


Kalau aku masih diberi kesempatan untuk hidup, aku tidak akan mencari masalah lagi dengan Kakak Rakia, kata Putri Nikki dalam hati.


Aku tidak tahu kalau Rakia bisa menyeramkan seperti ini, kata Putri Yuriki dalam hati.


Putri Rakia yang melihat mereka hanya diam, berbalik untuk pergi. ‘’Tidak ada yang ingin bicara? Baiklah, aku akan pulang untuk bertemu Ayahanda.’’


‘’Tunggu! Akhir-akhir kau terlihat sedih setelah pulang. Saat mendengar cerita Ayahanda mengenai 2 sosok penyelamatmu, kami berpikir kau sebenarnya menyukai Pangeran Kesebelas, jadi kami merencanakan kencan ini,’’ kata Pangeran Kairi mode cerewet.


‘’Ze-Zelho? Kenapa aku harus menyukainya?’’ tanya Putri Rakia.


‘’Eh? Kakak Rakia tidak menyimpan rasa kepada Pangeran Zelho?’’ tanya Putri Nikki.


Putri Rakia semakin bingung dan kesal melihat tingkah keempat saudaranya yang tidak jelas itu.

__ADS_1


‘’Bukankah Kakak Rakia sedih karena Pangeran Zelho? Kalian berdua bahkan memiliki potongan lukisan Damask Rose yang menandakan barang couple,’’ kata Putri Nikki.


‘’Apa yang kau bicarakan?’’ tanya Putri Rakia.


‘’Karena tidak tega melihatmu sedih terus, kebetulan acara pameran ini diadakan. Jadi kami berniat mempersatukan kalian, meskipun ini cara yang salah,’’ kata Putri Ukii.


Putri Rakia menghela nafas panjang sambil memegang kepalanya yang masih pusing sejak tadi. ‘’Jadi kalian beranggapan aku menyukai Zelho?’’


‘’Astaga. Kalau begitu kita hampir membuat kesalahan besar. Rakia kami minta maaf,’’ kata Pangeran Kairi.


‘’Ck! Sudah jangan bahas lagi. Lain kali kalau masih memakai trik kotor ini, aku akan memberitahu Ayahanda meskipun kalian adalah saudaraku,’’ kata Putri Rakia.


‘’Tapi kenapa Kakak Rakia bisa basah kuyup seperti ini?’’ tanya Pangeran Yuga.


Merasa tubuh semakin panas, keduanya bersamaan langsung berdiri untuk menjauh sejauh mungkin.


Sial! Aku benar-benar tidak suka dengan kondisi tubuhku yang sekarang ini, kesal Putri Rakia dalam hati.


Haa, huha, air … Cukup air saja. Setidaknya itu bisa menyadarkan kita untuk sementara, kata Pangeran Zelho dalam hati.


Kedua orang itu menatap ke arah Jug yang ada di atas meja, membuat mereka berdua meraihnya.


"Dalam hitungan ketiga, kita bersamaan saling menyiram," kata Pangeran Zelho.


"Mmm," balas Putri Rakia mengangguk.


1 … 2 … 3!

__ADS_1


Byur! (Putri Rakia menceritakan)


Kelima orang itu hanya mengangguk mengerti setelah mendengarnya.


__ADS_2