My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 94 Rencana Kencan Part 1


__ADS_3

Ceklek!


Putri Rakia menoleh melihat pintu kamarnya terbuka. ‘’Nikki?’’


‘’Um, bolehkah aku masuk?’’ tanya Putri Nikki.


‘’Tentu, kenapa tidak? Tapi tidak biasanya kau datang mengunjungiku,’’ kata Putri Rakia.


‘’Ahaha. Aku datang karena khawatir dengan Kakak Rakia,’’ kata Putri Nikki.


Putri Rakia mengerutkan dahi. ‘’Memangnya ada apa denganku? Aku sehat seperti biasa.’’


Heh, sehat seperti biasa? Lalu siapa yang sejak kemarin yang tidak memiliki semangat hidup? Dan terlibat konflik cinta dua pria, kata Putri Nikki dalam hati.


Putri Nikki menggenggam kedua tangan kakaknya, membuat wanita bergaun pink tadi bingung. ‘’Aku tahu Kakak Rakia sedih, maka dari itu kami akan berusaha untuk membantu Anda.’’


‘’Kami?’’ tanya Putri Rakia.


Wanita bergaun orange itu tersadar setelah dirinya keceplosan, membuat pandangannya beralih ke lukisan Pangeran Zelho.


‘’Apa yang kau lihat?’’ tanya Putri Rakia.


‘’Hari minggu nanti, temani aku menghadiri pameran, ya?’’ pinta Putri Nikki.


‘’Nikki, sebaiknya kau ajak yang lain saja. Aku se—‘’


‘’Jam 10 pagi! Ingat, jam 10 pagi aku akan datang menjemput Kakak Rakia. Sampai jumpa,’’ kata Putri Nikki memotong ucapan kakaknya.

__ADS_1


Putri Rakia menghela nafas melihat kepergian salah satu adiknya itu. Padahal ia belum menyetujui ajakannya.


Di luar kamar, semua menunggu Putri Nikki.


‘’Bagaimana?’’ tanya Putri Ukii.


‘’Kakak Rakia menolak, tapi sebelum dia mengatakannya, aku lebih cepat mendahuluinya untuk memaksanya pergi,’’ kata Putri Nikki.


‘’Poin pertama berhasil,’’ kata Pangeran Kairi.


‘’Syukurlah. Aku tidak ingin Kakak Rakia bersedih lagi,’’ kata Pangeran Yuga.


‘’Kalau begitu saatnya poin kedua,’’ kata Putri Yuriki dengan wajah cemas.


......................


Kaisar menatap kelima orang itu. ‘’Ada apa kalian kemari?’’


‘’Ayahanda kami ingin mengatakan sesuatu,’’ kata Putri Ukii menyikuk Putri Yuriki.


Putri Yuriki menyikuk Pangeran Yuga sampai akhirnya menyikuk Pangeran Pertama agar berbicara.


Pangeran Kairi menatap ketiga orang itu tajam, lalu kembali menatap ke depan.


‘’Hem! Mengenai pameran yang akan berlangsung minggu depan, bisakah Ayahanda memberi izin agar kami saja yang menghadirinya?’’ tanya Pangeran Kairi.


Kelima orang itu hanya diam karena Kaisar tidak memberi jawaban.

__ADS_1


‘’Ayahanda tahu pameran itu pasti dihadiri salah satu Pangeran Rivazreich. Jadi kami hanya ingin menyapanya setelah kunjungan kita waktu itu,’’ kata Pangeran Kairi.


Kaisar Helios mengerutkan dahi. ‘’Aku sebenarnya memang ingin mengutus kalian, tapi tidak kusangka mendatangiku secara langsung sebelum aku memanggil.’’


Kelima orang itu spontan memasang raut wajah bodoh.


Kalau tahu begini, seharusnya tidak perlu datang dengan rasa takut seperti ini. Sudah menunggu di luar hampir setengah jam hanya karena gugup, ternyata kami akan tetap pergi, kata kelima orang itu dalam hati kompak.


‘’Kalian sepertinya sedang merencanakan sesuatu,’’ kata Kaisar Helios.


‘’Ahaha. Tentu saja itu tidak benar, Ayahanda,’’ kekeh Pangeran Kairi.


‘’Ya sudah, kalian boleh pergi. Aku masih sibuk,’’ kata Kaisar melanjutkan membuka berkas.


‘’Shitsurei shimasu(Permisi).’’


Ceklek!


‘’Astaga, kita terlalu terburu-buru untuk masuk,’’ kata Putri Yuriki.


‘’Sudah susah payah mengontrol jantung selama setengah jam untuk masuk. Kalau itu Rakia, dia pasti langsung membuka pintu tanpa ragu,’’ kata Pangeran Kairi.


‘’Keberaniannya tidak bisa diragukan,’’ kata Putri Ukii.


‘’Karena poin kedua juga sudah berhasil, kita hanya perlu mengikuti rencananya sampai sukses,’’ kata Putri Yuriki.


Pangeran Yuga yang menyimak hanya memasang raut wajah cemas.

__ADS_1


Apa yang mereka lakukan? Kalau mau membantu Kakak Rakia jangan pakai cara seperti itu. Ah, aku jadi cemas, semoga tidak ada dampak buruk dari rencana ini, ucapnya dalam hati.


__ADS_2