
Pangeran Ramos menatap adiknya itu dengan tatapan sendu.
Rui, hidupku juga tidak akan lama lagi. Aku sangat iri melihatmu masih bisa berada di samping Rakia, sedangkan aku? Ya, meskipun ini hanya sesaat, setidaknya aku merasa telah memiliki dia seutuhnya, ucapnya dalam hati.
‘’Aku ti—‘’
‘’Pernikahan itu tetap akan terjadi!’’ seru Raja Rivazreich memotong ucapan Pangeran Keempat.
Kedua pria di dekat jendela tadi menoleh ke arah pintu.
‘’Ayahanda?’’ tatap Pangeran Ramos.
Pangeran Rui tersenyum remeh di sela-sela tangisannya. ‘’Ahaha, lihat? Baru saja kita membahasnya, Ayahanda sudah memperlihatkan perbedaan di antara kita semua.’’
‘’Pangeran Kelima, dinginkan kepala Anda dulu,’’ kata Raja Rivazreich berjalan menghampiri.
‘’Tidak perlu Ayahanda. Saya masih bisa mengontrol diri,’’ kata Pangeran Rui menyeka air matanya.
Untuk sesaat ketiga orang itu terdiam.
Pangeran Rui menunduk memandangi lantai keramik kamarnya dengan datar.
‘’Kenapa? Kenapa Ayahanda begitu lebih sayang dengan Kakak Ramos? Anda mempunyai 12 putra, tetapi hanya ada 1 di hati Ayahanda,’’ kata Pangeran Rui datar tanpa merasa bersalah.
Pangeran Ramos terbelalak. ‘’Rui!’’
__ADS_1
‘’Apakah salah? Dari kecil, Ayahanda datang ke kamarnya dan melarang kami masuk, lalu saat Rakia datang sebagai pelayan pribadi, wanita itu juga selalu datang ke kamarnya meskipun melayani Pangeran lainnya. Memangnya kenapa kalau kami masuk ke dalam kamar Pangeran Keempat?’’ tanya Pangeran Rui.
Raja Rivazrich hanya diam, membuat Pangeran Ramos juga memilih untuk diam. Pangeran Rui yang melihatnya hanya menggertak gigi.
‘’Sejak kecil, Kakak Ramos jarang meninggalkan kamar, mungkin karena itulah dia sangat manja sehingga di—‘’
Plak!
Pangeran Ramos dan Pangeran Rui tertegun dengan reaksi yang berbeda.
‘’Ayahanda menamparku? Ck! Yang kukatakan memang benar! Kakak Ramos hanya bermalas-malasan di kamar karena sejak kecil dia dimanja ol—‘’
Plak!
‘’Ayahanda!’’ seru Pangeran Ramos karena Raja kembali menampar Pangeran Kelima.
10 Pangeran yang ternyata menyusul Raja Rivazreich ke kamar Pangeran Keempat, langsung terpaku di depan pintu kamar yang terbuka itu.
‘’Eh?’’ bingung Pangeran Rui.
‘’Kau bertanya kenapa aku dan ibumu selalu mengunjunginya dan melarang kalian masuk? Itu karen dia sedang sakit parah, dan kalian tidak boleh melihatnya!’’ marah Raja Rivazreich.
‘’Ayahanda!’’ seru Pangeran Ramos yang menyuruh Raja Rivazreich untuk diam.
‘’Tidak Ramos! Biarkan dia tahu kalau kondisimu sekarat dari kecil! Menderita setiap malam karena penyakit itu menyiksamu,’’ kata Raja Rivazreich.
__ADS_1
‘’Maaf telah memotong pembicaraan. Tapi apa maksud ucapan Ayahanda?’’ tanya Pangeran Ereri masuk disusul yang lainnya.
‘’Kalian semua ada di sini? Kalau begitu akan kuberitahu … Ramos mengidap penyakit sejak umur 5 tahun, dan kami memutuskan untuk menyembunyikan berita besar ini. Itulah alasan aku menyuruhnya untuk tetap berada di dalam kamar,’’ kata Raja Rivazreich.
‘’Tapi kenapa Ayahanda merahasiakannya dari kami?’’ tanya Pangeran Ereri tidak trima.
‘’Saat itu aku tidak berpikir jernih, jadi tidak memberitahu kalian,’’ jawab Raja.
‘’Jad, selama ini Kakak Ramos sakit parah,’’ kata Pangeran Anon tidak percaya.
‘’Lalu yang Ayahanda katakan tadi mengenai hidupnya tidak akan lama lagi, maksudnya apa?’’ tanya Pangeran Akakuro.
‘’Kakak membawanya ke rumah Dokter Wo untuk pemeriksaan,’’ jawab Raja.
‘’Paman juga tahu hal ini? Sepertinya memang hanya kami yang tidak tahu soal penyakit Kakak Ramos ini lagi,’’ kata Pangeran Goyu.
‘’Lupakan dulu soal itu. Setelah membawanya ke Dokter Wo, pria itu mengatakan apa Ayahanda?’’ tanya Pangeran Kurotsukki.
‘’Dokter Wo bilang kalau Pangeran Keempat tidak akan bertahan sampai akhir bulan ini.’’
Deg!
Semua melotot dan menatap ke arah Pangeran Ramos.
‘’Karena itulah pernikahan ini harus terjadi agar bisa membantah publik kalau sewaktu-waktu berita kematian Pangeran Keempat diketahui oleh mereka. Jadi rahasiakan soal ini, dan kau Pangeran Kelima? Kuharap Anda sudah mengerti tanpa aku menjelaskannya lagi!’’ tegas Raja.
__ADS_1
Raja Rivazreich meninggalkan kamar sehingga semua pandangan beralih ke Pangeran Keempat.
‘’Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Pangeran Ramos berlalu pergi.