
Malamnya…
Kamar Putri Ketiga
‘’Ah, kepalaku masih pusing gara-gara rencana konyol mereka,’’ gerutu Putri Rakia yang selesai mandi.
Ia menuju ke kasur tanpa melepaskan jubah handuk mandi.
Aku sekarang sudah tahu siapa sosok wanita yang bisa membuat Kakak Ramos berpaling dari kecantikan Nona Mezool. Itu karena sosok wanita tersebut adalah dirimu. (Putri Rakia teringat)
‘’Ramos … Sekarang kondisinya bagaimana, ya?’’
......................
Kerajaan Rivazreich
Brack!
Sudah seminggu semenjak kepulangan Putri Rakia, kesehatan Pangeran Ramos semakin memburuk.
‘’Ramos, kau meminum obatmu secara rutin, kan? Jangan membohongiku!’’ tegur Pangeran Shinsuke yang juga merasa cemas.
‘’Iya Paman. Aku tidak pernah lupa meminumnya,’’ kata Pangeran Ramos dengan nafas terengah-engah.
‘’Kalau begitu kenapa kondisimu semakin memburuk?! Rakia? Rakia di mana? Bukankah dia harus merawatmu? Aku tidak pernah melihatnya dalam satu minggu ini,’’ kata Pangeran Shinsuke.
Pangeran Ramos sedikit ragu untuk mengatakannya, tapi tidak ada alasan lagi untuk menyembunyikan hal itu. ‘’Paman, sebenarnya Rakia memang Putri Ketiga Kerajaan Helios.’’
‘’Apa?! Kau ini sedang bicara apa?’’ bingung Pangeran Shinsuke.
‘’Dia kemari menyamar sebagai pelayan pribadi 12 Pangeran karena menjalankan hukuman dari Kaisar Helios. Dia dihukum karena sikapnya yang begitu arogan kepada semua orang,’’ kata Pangeran Ramos.
‘’Itu berarti, dia sudah kembali ke Jepang, ya?
Pangeran Ramos hanya mengangguk, membuat Pangeran Shinsuke memegang tengkuk hidungnya,.
__ADS_1
‘’Padahal aku sudah sangat mempercayainya untuk merawatmu. Kita juga tidak bisa membiarkan siapa pun mengetahui penyakitmu ini,’’ kata Pangeran Shinsuke dilema.
‘’Ada satu orang … Bawa aku ke Dokter Wo,’’ kata Pangeran Ramos meringis.
Raut wajah Pangeran Shinsuke langsung berubah. ‘’Baiklah, segeralah bersiap.’’
Pangeran Shinsuke memastikan tidak ada seorang pun yang melihat mereka keluar. Kalau mereka berdua sampai ketahuan, maka masalah akan semakin rumit.
Mobil milik Pangeran Shinsuke melaju keluar, tanpa ada yang tahu pria yang ikut bersamanya adalah Pangeran Ramos.
......................
Kediaman Dr.Wo
Terlihat pria muda sedang menatap berbagai berkas. Dahinya berkerut mendengar bel rumahnya berbunyi. ‘’Siapa yang datang malam-malam begini?’’
Ia bangkit dan menuju ke pintu depan.
Ceklek!
Dokter Wo membungkuk memberi hormat dan mempersilahkan kedua pria itu masuk.
‘’Sudah lama sejak kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?’’ tanya Pangeran Shinsuke.
‘’Baik seperti biasa, Yang Mulia sendiri?’’ tanya Dokter Wo balik.
Pangeran Shinsuke tersenyum. ‘’Aku juga sehat seperti biasa. Tidak perlu mengulur waktu, kesehatan Pangeran Keempat kembali memburuk.’’
‘’Tapi saya memberikan obat sesuai resep. Kenapa bisa seperti ini?’’ bingung Dokter Wo.
‘’Coba kau periksa kondisinya.’’
Selama pemeriksaan, Pangeran Shinsuke dipenuhi kecemasan sampai akhirnya pintu terbuka. ‘’Bagaimana?’’
Dokter Wo memasang raut wajah yang tidak bisa diungkapkan. Melihat hal itu, membuat Pangeran Shisuke tidak tenang.
__ADS_1
‘’Kenapa hanya diam? Apakah kau tidak menyadari keberadaanku?’’ tanya Pangeran Shinsuke dengan aura mengintimidasi.
‘’Yang Mulia lebih baik menghukum saya!’’
Kedua pria itu bingung melihat Dokter Wo langsung bersujud.
‘’Kamiya Wo!’’ seru Pangeran Shinsuke.
Dokter Wo mengepalkan tangan sambil memejamkan mata. ‘’Pangeran Keempat … Mungkin tidak akan bisa bertahan hingga akhir bulan ini.’’
Deg!
Pangeran Ramos terpaku, begitu juga dengan pamannya.
‘’Selama ini dia rutin meminum obat yang telah dibuat para ilmuwan terpercaya di dunia, lalu penjelasan macam apa itu?!’’ marah Pangeran Shinsuke.
Dokter Wo hanya diam sambil bersujud meminta maaf berulang kali. Pangeran Ramos hanya diam dengan wajah datar.
‘’Terima kasih, Dokter Wo. Paman? Ayo pulang,’’ kata Pangeran Ramos berlalu.
‘’Tapi Ramos, kau harus menjalani perawatan,’’ kata Pangeran Shinsuke.
‘’Tidak perlu, aku ingin segera pulang.’’
‘’Ramos!’’
Pangeran Ramos berbalik sambil menatap pamannya tajam tanpa mengatakan apa pun. Tidak lama kemudian, ia kembali berbalik untuk pulang. Pangeran Shinsuke menghela nafas kasar.
‘’Untuk sementara, hanya obat ini yang bisa saya berikan,’’ kata Dokter Wo menyerahkan obat.
Pangeran Shinsuke langsung mengambilnya dan menyusul keponakannya dengan perasaan campur aduk.
‘’Ramos?’’
‘’Paman, aku baik-baik saja.’’
__ADS_1