My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 24 Pangeran Ketujuh


__ADS_3

Haruka terbelalak melihat kedatangan Pangeran Goyu bersama Rakia yang mengenakan pakaian mewah.


"Oh, bukankah ada yang menantikan hari ini?" pancing Rakia.


"Kenapa kau berpakaian sebagus ini dan pulang bersama Pangeran?" tanya Haruka.


"Kau tidak tahu, ya? Pangeran mengajakku ke kasino dan bermain di sana. Bukan hanya itu, Pangeran juga memberiku uang sebanyak 9,76 triliun untuk kumaini."


Haruka melotot dan hendak menampar Rakia.


"Sudah kubilang, jangan berani melayangkan pukulan kepadaku jika kau masih ingin hidup. Minggir! Aku sangat lelah bersenang-senang," kata Rakia mendorong tubuh Haruka.


Kepala pelayan itu menahan emosinya. "Bagaimana bisa?! Seharusnya dia diusir oleh Pangeran, kenapa malah seperti ini?"


......................


Hari berikutnya...


Kamar Pangeran Ketujuh & Keenam


"Haa, entah kenapa aku merasa lelah," kata Rakia yang sudah berada di depan pintu.


"Shitsurei shi—" belum sempat ia memasuki kamar,  seekor anjing samoyed besar langsung melompatinya.


"Duh, maaf. Dia sering melakukan hal itu jika bertemu dengan lawan jenisnya," kata pria menarik tali piaraannya.


"Guk!"


"Lawan jenis? Heh, ssttt maksudnya saya?" tanya Rakia dengan alis berkerut sambil tersenyum.


"Jadi kau yang akan melayaniku?" tanya pria itu mengabaikan pertanyaan Rakia.


"Ini! Aku ingin kau memandikan Optimus Prime."


"Eh? Op ... timus Prime?" bingung wanita itu lalu mengikuti arah pandang pangeran.


Sepertinya dia sangat terobsesi dengan Optimus Prime di film Transformer, sampai memberinya nama robot itu, kata Rakia dalam hati.


"Maksudnya anjing ini? Bukankah piaraan Pangeran baru saja selesai dimandikan? Bulunya masih setengah kering."


"Ucapanku adalah perintah. Kalau aku sudah mengatakannya maka turuti. kau tidak berhak mempertanyakan. Kau itu pelayan sedangkan aku Pangeran."


"Rakia! Aku punya nama jadi berhenti memanggilku dengan sebutan kau!" tegas Rakia.


Pangeran itu hanya senyum miring. "Dai Nana Ouji(Pangeran Ketujuh), Aron von Rivazreich."


Rakia mengeluh sambil membawa Optimus pergi.


"Pelayan yang cupu tapi angkuh, kenapa Ayahanda malah mengutusnya?"


......................


Pet Salon & Grooming


Rakia terbelalak. "Bahkan sampai menyediakan salon dan grooming khusus untuk anjing ini. Sepertinya dia sangat menyayangimu Optimus."

__ADS_1


Setelah memandikan Optimus, Rakia mengeringkan bulu anjing itu lalu mendandaninya.


......................


Kamar Pangeran Ketujuh & Keenam


"Pangeran Aron, saya sudah selesai."


"Secepat itu?!" kaget Pangeran Aron menghampiri Optimus sambil memandang bulu, kuku dan penampilannya yang jauh lebih bersih dari sebelumnya.


"Guk!"


"Tidak buruk. Kupikir kau tidak akan bisa mengatasi Optimus seperti pelayan lainnya, karena dia hanya menurut pada...."


"Mm?" tanya Rakia.


"Padaku!" ucap Pangeran Aron lantang membuat Rakia memejamkan mata.


"Tidak perlu berteriak juga. Terus, kenapa menyuruh para pelayan jika peliharaan Anda ini hanya menurut pada Pangeran Aron?"


"Kau ini banyak tanya, sudah kubilang kalau ucapanku adalah perintah. Pergi, berikan aku anggur, dan jangan lupa aku ingin kau tiba dalam 10 menit di sini."


......................


Dapur Istana


"Jarak kamarnya ke dapur saja memakan waktu 8 menit, dan dia menyuruhku tiba dalam 10 menit?!" kesal Rakia.


Setelah menempatkan anggur dalam mangkuk keramik, ia beranjak pergi namun kakinya tersandung.


"Kau baik-baik saja?" tanya Haruka.


"Kau?!" seru Rakia.


"Mau aku bantu berdiri?"


"Menyentuh tanganmu saja aku tidak sudi."


Haruka yang mengulurkan tangannya tadi, menarik kembali uluran tangannya.


"Kau ingin membawanya dengan pakaian sekotor itu? Pangeran sangat benci hal itu, loh."


"Setidaknya kotoranku tidak menutupi wajah cantikku."


Haruka geram dengan sikap angkuh Rakia sambil melihat kepergian wanita itu.


......................


Kamar Rakia


"Gara-gara dia, aku terpaksa membersihkan diri dulu."


......................


Kamar Pangeran Ketujuh & Keenam

__ADS_1


Rakia meletakkan mangkuk itu di meja. Ia menjelaskan alasan keterlambatan dirinya.


"Pangeran Aron?"


Rakia heran melihat pria itu duduk membaca dan Optimus yang telungkup di sekitar bawah kakinya.


"Eh, Pangeran Aron mewarnai rambut?" tatap Rakia ke arah rambut pria itu yang berwarna kuning.


Rakia semakin heran karena Pangeran Aron hanya menatapnya tanpa menjawabnya.


Apa dia marah karena aku terlalu lama? Tapi entah kenapa auranya tiba-tiba berubah, kata Rakia dalam hati.


Pangeran menatap Rakia untuk mengisyaratkannya pergi.


"Anda ingin aku pergi?"


Pangeran menghela nafas dan mengangguk pelan.


Ceklek!


"Dia sangat berbeda dari sebelumnya, maksudku kenapa wajahnya semakin berkilau, dan yang awalnya cerewet menjadi diam? Apakah seseorang bisa berubah secepat itu?"


Beberapa hari berlalu, Rakia semakin bingung melayani Pangeran Aron yang selalu membaca buku dengan tenang.


"Saya sudah memandikan Optimus."


Pangeran menutup buku.


"Terima kasih," senyum pangeran sambil mengelus Optimus lalu beranjak pergi.


Rakia terbelalak sambil berbalik menatap kepergian Pangeran Aron.


"Dia bicara dengan nada suara yang terdengar sangat lembut. Apakah dia Pangeran yang aku temui saat pertama kali?"


Tidak ingin ambil pusing, Rakia keluar kamar untuk mengambil saprai. Beberapa menit kemudia ia kembali.


"Kasur seluas ini dia menempatinya sendirian?"


Ceklek!


Rakia menolehkan kepalanya ke arah pintu.


"Kau di sini?!" pekik Pangeran Aron.


"Pangeran Aron, Anda mengganti warna rambut lagi?" tatap Rakia melihat rambut pria itu berwarna hitam.


"Aa, tentu! Memangnya ada yang melarang?"


"Apakah Anda bergegas keluar membawa Optimus tadi hanya karena ingin mengganti warna rambut?"


"Kalau sudah tahu kenapa masih bertanya? Jika sudah selesai kau boleh pergi."


Setelah memastikan kepergian Rakia, Pangeran Aron menghela nafas lega. "Wah, nyaris saja."


...Visual Pangeran Ketujuh, Aron von Rivazreich...

__ADS_1



__ADS_2