My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 104 Permintaan


__ADS_3

‘’Kakak Ren melihat itu tadi, kan?’’ tanya Pangeran Bamie yang mematung di kursi.


‘’I-Iya. Rakia menginjak kepala Haruka tanpa ragu,’’ kata Pangeran Ren tidak percaya.


‘’Aku tidak menyangka wanita itu memiliki sisi seperti ini. Ternyata Rakia sangat menyeramkan. Aku turut berduka untuk orang yang akan menikah dengannya nanti,’’ kata Pangeran Reonharu.


Pangeran Ren mengerutkan dahi sambil menatap adik termudanya. ‘’Kau sudah menyiram wajahnya dengan teh panas, sepertinya kau harus bersiap-siap.’’


‘’Kakak Ren jangan menakutiku,’’ cemas Pangeran Reonharu.


Pangeran Bamie menelan saliva dengan kasar. ‘’Aku akan berpikir 2 kali sebelum mencari masalah dengannya. Demon.’’


......................


Aula


‘’Putri Ketiga, aku tidak menyangka Anda akan datang kemari,’’ kata Raja Rivazreich.


‘’Maaf atas kelancangan saya yang tiba-tiba datang Yang Mulia,’’ kata Putri Rakia membungkuk.


‘’Tidak perlu seperti itu. Anda sudah pernah berada di sini selama 3 bulan lebih. Jadi, bisakah aku tahu kenapa Putri Ketiga tiba-tiba datang berkunjung?’’ tanya Raja Rivazreich.


Putri Rakia terdiam untuk sesaat. Dengan ragu ia membuka mulut. ‘’Untuk membahas hal yang penting dengan Yang Mulia.’’


Raja Rivazreich menatap raut wajah serius wanita di depannya itu.


‘’Baiklah, tapi sebelum itu Anda nikmati jamuannya dulu,’’ kata Raja Rivazreich.


‘’Terima kasih Yang Mulia,’’ kata Putri Rakia.


......................


Kamar Raja dan Ratu Rivazreich

__ADS_1


‘’Eh, Putri Ketiga Helios datang?’’ tanya Ratu kepada pelayan yang baru saja diutus Kaisar.


......................


Ruang Pertemuan


Tidak lama kemudian, Permaisuri datang membuat Putri Rakia berdiri memberi hormat.


‘’Putri Rakia datang, ya?’’ tanya Ratu.


‘’Benar Yang Mulia. Salam,’’ jawab Putri Rakia.


Ratu Rivazreich mempersilahkan Putri Rakia duduk kembali.


‘’Jadi, apa yang Putri Ketiga ingin diskusikan denganku?’’ tanya Raja Rivazreich.


‘’Maaf atas kelancangan saya ini. Saya datang untuk menyampaikan permintaan agar Yang Mulia berkenan untuk segera mengurus pernikahanku dengan Pangeran Keempat,’’ kata Putri Rakia.


Raja dan Ratu Rivazreich terbelalak sampai akhirnya terkekeh pelan.


Putri Rakia terdiam sebelum akhirnya menghela nafas. ‘’Tidak Yang Mulia. Tapi Ayahanda pasti akan menyetujuinya.’’


‘’Tanpa persetujuan dari Kaisar Helios terlebih dahulu, aku tidak bisa menyetujui permintaan Anda,’’ kata Raja Rivazreich.


‘’Tapi sudah tidak ada waktu lagi!’’ desak Putri Rakia.


‘’Putri Ketiga harap bersikap sopan! Sekarang Anda berhadapan dengan Raja dari negara ini,’’ tegur Raja Rivazreich.


‘’Mohon maaf, tapi kalau bukan sekarang, maka Ramos dan aku tidak akan punya masa depan meski itu hanya sebentar!’’ kata Putri Rakia mengeluh.


Raja Rivazreich mengerutkan dahi. ‘’Apa maksud ucapan Putri Ketiga?’’


Putri Rakia terdiam. Ia bingung harus menyampaikannya atau tidak, tapi jika hanya diam, dia tidak akan memiliki kenangan bersama Pangeran Ramos sebelum pria itu pergi.

__ADS_1


‘’Putri Ketiga apakah terjadi sesuatu?’’ tanya Ratu Rivazreich yang merasa tidak enak.


‘’Saya mengetahui penyakit Pangeran Keempat selama melayaninya. Tapi jangan khawatir, karena saya tidak memberitahukan siapa pun. Hari ini, Dokter Wo datang untuk melakukan tes kesehatan kepada kami. Saya menanyakan kabar Pangeran Keempat dan dia memberitahuku kalau Pangeran Keempat … Tidak akan bertahan sampai akhir bulan ini.’’


Deg!


‘’Apa?!’’ seru Ratu Rivazreich.


Raja Rivazreich juga sama kagetnya. Ia melihat istrinya langsung menghampiri Putri Rakia dan menggenggam tangan wanita itu.


‘’Katakan ... Katakan kalau yang tadi itu hanya bohong!’’ kata Ratu dengan suara parau.


‘’Yang Mulia bisa memanggil Pangeran Shinsuke kemari, jika Anda tidak mempercayai saya,’’ kata Putri Rakia.


......................


Kamar Pangeran Keempat


‘’Ramos, jangan keras kepala. Kumohon minumlah obat yang diberikan Dokter Wo kepadamu,’’ kata Pangeran Shinsuke memelas.


Pangeran Ramos yang memainkan biola hanya tersenyum remeh. ‘’Paman, aku tidak akan bertahan sampai akhir bulan ini lalu untuk apa meminumnya?’’


Terdengar suara pelayan dari luar membuat kedua pria tadi menoleh. Pangeran Shinsuke mempersilahkan pelayan itu masuk.


‘’Yang Mulia meminta Pangeran Shinsuke, agar segera datang ke ruang pertemuan sekarang juga.’’


‘’Kenapa Raja tiba-tiba memanggilku?’’ tanya Pangeran Shinsuke.


‘’Mohon maaf, tapi hamba hanya disuruh oleh Yang Mulia untuk memanggil Anda. Di sana juga ada Putri Ketiga Helios.’’


Pangeran Ramos terhenti dari aktivitasnya.


‘’Putri Ketiga Helios? Baiklah, aku segera ke sana,’’ kata Pangeran Shinsuke bergegas keluar.

__ADS_1


Pangeran Ramos menatap ke arah pintu.


Rakia di sini?! Untuk apa?


__ADS_2