
“Kamiya-kun, kau percaya padaku, kan? Aku tidak berhalusinasi. Aku memang melihat Ramos dan Mezool hari itu,” kata Putri Rakia.
Dokter Wo menghela nafas dan tersenyum. “Aku percaya kepada Tuan Putri.”
Putri Rakia langsung memeluk dokter muda itu. “Aku tahu kau akan mempercayaiku. Sejak kecil, hanya kau sosok kakak yang mengerti diriku, terima kasih.”
Raut wajah Dokter Wo berubah untuk sesaat, sampai akhirnya ia tersenyum dan membalas pelukan Putri Rakia.
......................
Apartemen
Ramos? Apakah aku sedang bermimpi? Ini kau, kan? Aku tidak berhalusinasi! Ini benar-benar dirimu. Aku tahu itu, karena aku mengenali semua inci setiap tubuhmu.
Kau seorang pembunuh. Kau seorang pendosa, jadi singkirkan tanganmu dari tubuhku.
Namamu Ramos, kan? Kalau ibuku seorang pendosa, apakah kau seorang malaikat?
Tangkap pria ini, karena dia sudah berani mengatai Putri Ketiga, dan beri dia hukuman agar mulutnya diberi cap besi panas!
Apa yang kalian lakukan? Mengabaikan perintahku?!
Para pengawal tidak akan berani menangkapnya karena dia adalah Pangeran Keempat Rivazreich.
Secara hukum dia adalah ayah biologis Anda.
Aku bahkan tidak ingat kalau aku memiliki keluarga.
Tidak, tidak, Ramos! Ramos! Jangan pergi! (Ramos teringat)
Ia meremas dadanya dengan alis berkerut.
__ADS_1
Kenapa jantungku merasa sakit saat melihat wanita itu? Bukan hanya dia, anak laki-laki yang bersamanya, kenapa sangat mirip dengan wajahku? Aku seperti melihat versi kecil diriku, kata Ramos dalam hati.
“Apa yang kau pikirkan?” tanya wanita berambut panjang lurus.
Mezool, meskipun hari itu matanya memancarkan rasa dendam, tapi wajahnya terlihat sedih melihat Pangeran Kelima. Sepertinya dia juga menyimpan dendam, kata Ramos dalam hati.
“Kau benar-benar dingin seperti biasanya,” kata Mezool.
Dahi Ramos berkerut. “Seperti biasa? Kita baru bertemu beberapa hari yang lalu, kenapa kau bicara seolah-olah sudah mengenal diriku sudah lama?”
Mezool terbelalak. “Lupakan itu. Kita sudah menunggu beberapa hari. Apakah orang itu masih belum mengabarimu?”
Saat itu juga ponsel Ramos berbunyi. Ia pun mengaktifkan speaker ponselnya.
📞”Kalian berdua, aku tidak menyangka hanya dengan pertemuan singkat itu, kalian membuat Putri Ketiga terguncang. Kudengar dia menjalani perawatan untuk mengobati psikisnya, karena tidak ada yang percaya dengan ucapannya. Good job, tapi aku ingin kalian melakukan sesuatu untukku."
Ramos dan Mezool saling bertatapan, setelah panggilan itu berakhir, hingga keduanya mendapatkan notif masing-masing.
......................
Putri Rakia bersih keras meminta izin agar pergi ke restoran untuk mencari Ramos. Namun, Raja tidak memberi izin sampai pikirannya membaik dan pulih.
Tiba-tiba ponsel Putri Rakia bergetar, membuatnya melihat notif pesan itu. Tidak lama kemudian, Putri Rakia meminta maaf dan pamit untuk keluar.
Kaisar dan keluarganya memasang raut wajah sedih, melihat Putri Rakia benar-benar menjadi gila.
Dokter Wo bingung melihat Putri Rakia menjadi penurut dan tenang hari ini. Sampai makan malam pun selesai, dokter muda itu melaporkan keadaan Putri Rakia.
“Jangan-jangan Putri Rakia mulai membaik,” kata Putri Nikki.
“Yang Mulia, apakah saya bisa menemui Putri Rakia?” tanya Pangeran Yuga.
__ADS_1
Ya, semenjak kematian Pangeran Keempat, Putri Rakia selalu mengurung diri dan tidak ingin bertemu dengan siapapun. Apalagi dengan kondisi saat ini, membuat Pangeran Yuga benar-benar sedih.
“Silahkan, tapi jangan terlalu lama. Selain itu, jangan menyinggung Pangeran Keempat, takutnya psikis Putri Ketiga kambuh lagi,” kata Raja.
......................
Kamar Pangeran Keempat & Putri Ketiga
“Shitsurei shimasu(Permisi).”
“Yuga? Kenapa kau datang?” tanya Putri Rakia.
“Bagaimana kabar Kakak Rakia?”
Putri Rakia tersenyum sambil menarik adiknya itu. “Kemarilah.”
Pangeran Yuga memeluk kakaknya dan berbincang untuk sesaat, sebelum Putri Rakia menyadari sesuatu.
“Yuga? Apakah kau ingin membantuku?”
......................
Kamar Pangeran Kelima
Pangeran Rui masih menatap layar ponselnya sejak tadi setelah selesai makan malam. Ia hampir tersedak saat melihat pesan dari nomor asing sambil dirinya minum. Ia pun meraih mantel panjangnya dan bergegas keluar.
......................
Royal Foods
Pekerja restoran menuntun Putri Rakia ke ruang VVIP. Setelah sampai, pintu dibukakan untuknya, sehingga ia melihat pria berambut putih berdiri membelakanginya. Ia pun masuk dan menutup pintu.
__ADS_1
“Ramos,” panggilnya dengan wajah sendu.
Ramos berbalik dengan wajah datar. Ia mengangkat sebelah tangannya, untuk mencegah wanita itu, saat Putri Rakia hendak memeluknya lagi. “Ada yang ingin aku bicarakan padamu.”