
12 Pangeran telah tiba membuat semua tatapan menuju ke arah mereka. Semua bangsawan kalangan atas yang hadir memberi hormat.
Mezool datang menyambut. ‘’Your Highness, welcome to my birthday party.’’
‘’Happy birthday,’’ kata 12 Pangeran memberi ucapan.
‘’Wah, bukankah itu para Pangeran Rivazreich?’’
‘’12 Pangeran bahkan sampai hadir di pesta Nona Iriyama.’’
‘’Itu wajar, karena pengaruh keluarga Panglima berkat jasanya bisa membuat 12 Pangeran hadir.’’
‘’Benar. Apalagi Panglima adalah orang kepercayaan Yang Mulia.’’
Para bangsawan itu bergosip melihat kedekatan putri Panglima bersama 12 Pangeran Rivazreich.
Tidak lama kemudian, Panglima muncul bersama istrinya.
‘’Selamat datang, Pangeran,’’ sambut Panglima.
‘’Sepertinya Yang Mulia tidak sempat datang, ya?’’ lanjutnya bertanya.
‘’Yang Mulia menghadiri pertemuan khusus, jadi mengutus kami mewakilinya. Yang Mulia juga meminta maaf karena tidak bisa hadir,’’ kata Pangeran Ereri.
Panglima menggeleng dengan cepat. ‘’Tidak, tidak. Yang Mulia tidak perlu meminta maaf. Mengutus 12 Pangeran untuk hadir di pesta ini saja itu sudah cukup. Mezool juga sudah memberitahuku mengenai Yang Mulia.’’
‘’Semoga pestanya berkenan di hati para Pangeran,’’ kata Panglima membungkuk sebelum pergi.
__ADS_1
Setelah berbincang cukup lama, Mezool berdiri dan membungkuk. Panglima dan Mezool berdansa sebagai pembukaan.
‘’Tidak diragukan lagi, kecantikan Nona Mezool memang tidak ada duanya,’’ kata Pangeran Aron.
‘’Pria yang menikahinya akan sangat beruntung memiliki istri secantik Nona Mezool,’’ kata Pangeran Ren.
‘’Tidak ada satu orang pun yang mengalihkan pandangannya sejak tadi,’’ kata Pangeran Zelho.
‘’Kurasa kau salah, Zelho. Satu-satunya orang yang tidak pernah menatap Nona Mezool sejak tadi hanya Kakak Ramos,’’ kata Pangeran Bamie.
‘’Ramos, apakah kau buta tidak bisa melihat kecantikan Nona Mezool?’’ tanya Pangeran Kurotsukki.
Pangeran Rui tersenyum meledek. ‘’Kakak Kurotsukki seharusnya mengerti kalau Kakak Ramos jarang meninggalkan kamar sejak dia kecil. Jadi bagaimana mungkin menyadari kecantikan Mezool?’’
Pangeran Ramos hanya menatap adiknya itu dengan wajah datar. ‘’Nona Mezool memang cantik di mata semua orang, dan aku tidak membantah hal itu. Yang aku maksud, berbeda dengan kalian semua yang menganggapnya cantik. Di mataku, aku hanya menganggapnya biasa."
Pandangan Pangeran Ramos beralih ke Pangeran Pertama yang terdengar memancingnya.
‘’Memangnya ada yang bisa menandingi kecantikan Nona Mezool? Seingatku tidak ada,’’ kata Pangeran Reonharu.
‘’Aku juga berpikiran yang sama. Aku belum pernah melihat seseorang yang bisa menandingi kecantikan Nona Mezool,’’ kata Pangeran Akakuro.
‘’Hanya putri dari Kerajaan Helios yang sebanding dengan kecantikannya,’’ kata Pangeran Anon.
‘’Bisa membuat Kakak Ramos berpaling dari kecantikan Nona Mezool, aku jadi penasaran siapa sosok wanita yang membuat Kakak Ramos seperti ini,’’ kata Pangeran Zelho.
Pangeran Ereri hanya tersenyum sambil menatap Pangeran Keempat.
__ADS_1
Pangeran Goyu yang melihatnya merasa curiga. ‘’Hee, sepertinya kakak tertua mengetahui sesuatu.’’
Pangeran Kurotsukki terdiam untuk sesaat, sebelum akhirnya tersadar. ‘’Tunggu, jangan bilang wanita itu adalah....’’
Melihat tingkah Pangeran Kurotsukki yang menatap Pangeran Pertama dan Keempat secara bergantian, membuat para saudaranya menggerutu karena penasaran.
‘’Kakak Kurotsukki mengetahui sosok wanita itu, ya?’’ tanya Pangeran Anon.
‘’Kalau begitu katakan!’’ desak Pangeran Aron.
Pangeran Kurotsukki bergidik membuat semuanya mengikuti arah pandangnya yang menerima tatapan tajam dari Pangeran Keempat.
‘’Bukankah itu tidak adil kakak tertua dan Kakak Kurotsukki mengetahuinya?’’ protes Pangeran Reonharu.
‘’Rui juga sebenarnya tahu. Kenapa tidak bertanya saja kepadanya?’’ pancing Pangeran Ramos tersenyum dengan sebelah alis terangkat.
‘’Benarkah? Padahal aku tidak tahu sama sekali kalau Kakak Ramos menyukai seseorang,’’ senyum Pangeran Rui menahan emosi dengan tangan mengepal.
‘’Aku sebagai Pangeran Ketiga memberi perintah kepada Pangeran Keempat untuk mengatakan siapa sosok wanita itu!’’ tegas Pangeran Akakuro.
Plak! Plak! Plak! Plak! Plak! Plak! Plak!
Tepukan tangan menyadarkan mereka, tanda pembukaan dansa telah selesai.
‘’Karena fokus dengan topik tadi, kita jadi melupakan dansanya,’’ kata Pangeran Akakuro.
‘’Sampai membuat perhatian kita teralihkan, sepertinya sosok wanita yang disukai Kakak Ramos ini memiliki pengaruh yang besar,’’ kata Pangeran Reonharu.
__ADS_1