
‘’E-Eh? Membatalkan pernikahan?’’ tidak percaya Pangeran Kairi.
‘’Apa yang Ayahanda katakan? Membatalkan pernikahan Putri Rakia?’’ tidak percaya Putri Ukii.
‘’Oh tidak, Putri Rakia begitu mengharapkan pernikahan ini, kalau dia sampai tahu pernikahannya dibatalkan, entah apa yang akan terjadi,’’ kata Putri Yuriki.
‘’Sudah aku bilang, aku memiliki firasat buruk mengenai Kakak Rakia,’’ kata Pangeran Yuga.
‘’Kakak Rakia tidak boleh sampai tahu hal ini. Tapi, bagaimana kita akan memberitahunya?’’ tanya Putri Nikki.
......................
Kamar Putri Ketiga
Putri Rakia tertegun mendengar ucapan ayahnya melalui alat penyadap suara. Sebelum ia menerima hukuman, dirinya sempat memasang alat itu di setiap ruangan yang ditempati pertemuan. Jadi, meskipun ia dikurung, ia tetap tahu kondisi di luar sana.
Ia tidak akan menerima hukuman begitu saja tanpa adanya kompensasi.
Bruk!
Alat sadap ruangan itu terjatuh ke lantai. ‘’A-Apa yang dikatakan Ayahanda?’’
......................
__ADS_1
Ruang Pertemuan
‘’Tunggu Yuki, Anda tidak berhak membatalkan pernikahan Pangeran Keempat dan Putri Ketiga secara sepihak. Ini menyangkut kehormatan kita berdua. Seharusnya Anda sudah memperhitungkan hal itu sejak awal kalau Anda memang tidak berniat mengadakan pernikahan kedua orang ini,’’ kata Raja Rivazreich.
‘’Tapi Shewfelt, kalau pernikahan itu tidak dibatalkan, kita berdua yang harus membungkam publik melalui konferensi pers. Sedikit saja kita melakukan kesalahan dalam pengucapan, kurasa Anda sendiri sudah tahu bagaimana hasilnya,’’ kata Kaisar Helios.
Pangeran Ereri mengepalkan tangan. ‘’Mohon maaf Yang Mulia, saya tidak mau menjadi penghalang pernikahan Pangeran Keempat. Harap Anda mengingat bagaimana kondisi adikku yang satu itu sekarang.’’
‘’Pangeran Perta—‘’
‘’Adakan pernikahan saya atau tidak sama sekali Yang Mulia,’’ kata Pangeran Ereri memotong ucapan ayahnya untuk pertama kalinya.
‘’Saya juga berpikiran yang sama dengan Pangeran Pertama. Tidak ada yang tahu kapan ajal menjemput, setidaknya pikirkan kondisi Pangeran Keempat Yang Mulia,’’ kata Pangeran Ren mendukung ucapan kakaknya.
‘’Eh?’’ tidak percaya Pangeran Ren.
‘’Yang Mulia?!’’ seru Pangeran Ereri.
Dari luar, Putri Yuriki memasang raut wajah murung begitu juga Putri Ukii.
‘’Eh? Kakak Yuriki kenapa Anda menangis?’’ tanya Putri Nikki.
‘’Hiks … Maafkan aku. Karena aku, pernikahan Kakak Ukii dan Rakia jadi dibatalkan,’’ kata Putri Yuriki sedih.
__ADS_1
‘’Tidak Yuriki. Keadaan memang sedikit menyulitkan. Ini tidak ada hubungannya denganmu. Tidak usah merasa bersalah, aku juga sedih karena diriku juga menghambat pernikahan Rakia,’’ kata Putri Ukii tidak kalah sedih.
‘’Kakak Kairi, aku merasa tidak enak sekali lagi,’’ cemas Pangeran Yuga.
‘’Astaga Yuga, kau ini berniat menjadi Pangeran atau seorang peramal?’’ tanya Putri Nikki merasa tidak enak.
‘’Tapi, ini sudah kesekian kalinya firasat Yuga selalu menjadi benar, dan kita juga sudah menghadapinya berulang kali, seperti beberapa menit yang lalu,’’ kata Putri Ukii.
‘’Tenanglah, Rakia sedang dikurung jadi tidak mungkin dia akan mengetahui hal ini,’’ kata Pangeran Kairi menenangkan.
Kelima orang itu pun beranjak pergi. Tidak lama kemudian, tampak 3 prajurit penjaga datang dengan nafas terengah-engah.
‘’Yang Mulia, mohon maaf! Tuan Putri … Keadaan sangat gawat!’’
‘’Bicaralah dengan jelas!’’ perintah Pangeran Kairi.
‘’Putri Ketiga....’’
‘’Apa yang terjadi? Cepat katakan!’’ seru Pangeran Kairi.
‘’Putri Ketiga sepertinya mencoba untuk bunuh diri.’’
Deg!
__ADS_1
‘’Apa?!‘’ seru kelima orang itu.