My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 133 Surat


__ADS_3

Kerajaan Rivazreich


Pengawal Mori mengerutkan dahi saat salah satu prajurit datang membawa surat kepadanya. ‘’Surat dari mana?’’


‘’Surat ini dari Kerajaan Helios,’’ jawab prajurit itu.


Tanpa membuang waktu, Pengawal Mori bergegas pergi.


......................


Ruang Pertemuan


‘’Segala keagungan Rivazreich,’’ kata pengawal Mori datang.


‘’Jadi bagaimana kemarin, Pangeran Keempat tidak menyusahkan di sana?’’ tanya Raja Rivazreich.


Pengawal Maru membuka pintu mobil berniat memapah Pangeran Keempat.


‘’Tidak perlu. Aku bisa jalan sendiri,’’ kata Pangeran Ramos.


‘’Saya mengerti Pangeran,’’ kata Pengawal Mori.


Langkah kaki Pangeran Ramos terhenti sebelum dirinya masuk membuat Pengawal Mori juga ikut berhenti.


‘’Mengenai kejadian di Kerajaan Helios, jangan beritahu Ayahanda!’’ perintah Pangeran Ramos.


‘’Tapi Pangeran, saya tidak bisa berbohong kalau Yang Mulia bertanya kepada saya,’’ bingung Pengawal Mori.


‘’Turuti saja perkataanku. Mengenai dirimu, biar aku yang urus!’’

__ADS_1


Pengawal Mori mengangguk mengerti. ‘’Sesuai perintah Pangeran.’’


Pangeran Keempat berlalu menuju ke kamar. (Pengawal Mori teringat)


‘’Mori!’’ panggil Raja Rivazreich membuat pengawal Mori tersadar.


‘’Pangeran Keempat tidak menyusahkan di sana, kan? Penyakitnya tidak kambuh sama sekali?’’ tanya Raja Rivazreich sekali lagi.


‘’Iya Yang Mulia. Semuanya baik-baik saja. Pangeran Keempat hanya memeriksa kondisi Putri Ketiga setelah itu kami pulang,’’ jawab Pengawal Mori.


Maafkan saya karena telah membohongi Yang Mulia, ucapnya dalam hati.


Dahi Raja berkerut melihat sebuah surat yang dipegang pengawal setianya itu.


‘’Ah maaf. Salah satu prajurit datang membawa surat ini. Dia bilang, surat ini dari Kerajaan Helios,’’ kata Pengawal Mori menyerahkan surat tersebut.


Pangeran Shinsuke dan Ratu Rivazreich diam menunggu sambil Raja Rivazreich membaca surat itu.


‘’Ada apa Yang Mulia?’’ tanya Ratu Rivazreich.


‘’Apakah semuanya baik-baik saja?’’ tanya Pangeran Shinsuke.


Raja Rivazreich memandang kedua orang itu sekilas. ‘’Kaisar Helios mengirim pesan bahwa … Pernikahan Pangeran Pertama dan Pangeran Kesembilan akan diadakan lusa nanti.’’


Deg!


......................


Pavilion Eropa gaya klasik

__ADS_1


‘’Apa?!’’ pekik Pangeran Ereri mendengar ucapan salah satu prajurit yang melapor.


Sedangkan saudaranya yang lain juga sama kagetnya terutama Pangeran Ren.


‘’Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba seperti ini?’’ bingung Pangeran Ereri.


Tidak ingin merasa pusing membuatnya dan para pangeran bergegas.


......................


Ruang Pertemuan


‘’Kini tersisa persetujuan dariku,’’ kata Raja Rivazeich.


‘’Tapi kenapa bisa? Bukankah kalian berdua sudah mengambil keputusan?’’ bingung Pangeran Shinsuke.


Raja Rivazreich juga bingung dan tidak bisa berkata-kata. ‘’Kenapa Kaisar Helios berubah pikiran secepat ini? Mori! Apakah ada sesuatu yang terjadi saat Pangeran Keempat berkunjung ke sana? Jangan bilang Pangeran Keempat melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.’’


‘’Itu tidak benar Yang Mulia. Pangeran Keempat hanya meminta waktu privasi dengan Putri Ketiga, dan itu,’’ kata Pengawal Mori.


‘’Kenapa berhenti? Pangeran Keempat memang melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya, ya?’’ tanya Raja Rivazreich.


Pengawal Mori memejamkan mata sambil menghela nafas panjang. ‘’Sebenarnya Pangeran Keempat memuntahkan darah di kamar Putri Ketiga.’’


Ia mulai menceritakan dari awal saat Pangeran Ramos muntah darah sampai pria itu ditangani.


‘’Tapi, sepertinya Pangeran Kairi tidak sadar kalau sebenarnya Kaisar Helios belum beristirahat, karena saya sempat melihat Kaisar Helios dari jauh sebelum kami pulang. Menurut saya, mungkin hal itu yang membuat Kaisar Helios berubah pikiran. Maaf karena telah membohongi Yang Mulia, saya hanya menuruti perintah Pangeran Keempat,’’ kata pengawal Mori.


Saya juga meminta maaf kepada Pangeran Keempat, karena harus memberitahu Yang Mulia, kata pengawal Mori dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2