
Putri Rakia merasakan rasa nyeri di bagian punggung, serta rasa sakit di area bawahnya. Ia mendengus kesal sambil memegang kepalanya, mengingat kemarin malam Pangeran Ramos benar-benar ganas.
“Pria dingin itu, tidak kusangka dia pro juga di atas kasur,” kata Putri Rakia menarik selimut.
Dilihatnya bercak darah tertinggal, membuatnya semakin yakin kalau keperawanannya sudah diambil oleh suaminya sendiri.
“Haa, kesebelas pria itu, aku akan memberi mereka pelajaran,” senyum Putri Rakia sambil mengernyitkan alis tanda kesal.
......................
Ruang Makan
“Hem! Jadi bagaimana pengalaman baru Anda kemarin malam?” tanya Pangeran Kurotsukki.
Pangeran Ramos hanya diam tanpa bicara.
“Kenapa Putri Rakia belum datang untuk sarapan?” tanya Pangeran Reonharu.
“Aku tidak tega membangunkannya,” jawab Pangeran Ramos.
Semua memasang raut wajah bodoh.
“Saat ditanyai tentang hal lain dia diam, tapi kalau menyangkut Rakia dia langsung bicara,” tatap Pangeran Kurotsukki.
Deg!
Pangeran Ramos mengerutkan dahi setelah melihat raut wajah semua orang seperti melihat hantu. Ia berbalik ke belakang dan melihat Putri Rakia sudah berdiri mengeluarkan aura membunuh.
“Kalian semua … Beraninya melakukan hal itu,” kata Putri Rakia tertahan.
“Hehe jangan marah. Kami ini cuma mau membantu Anda agar tidak kaku,” kata Pangeran Bamie.
“Selain itu, kami juga punya hak untuk mempunyai keponakan,” kata Pangeran Akakuro.
Putri Rakia langsung menatap tajam ke Pangeran Ereri.
“Kenapa? Apakah ada yang salah?” tanya Pangeran Pertama.
“Tindakan kalian ini benar-benar tercela. Tapi aku akan mempertimbangkan permintaan maaf kalian kalau menjalankan hukuman dariku,” kata Putri Rakia.
__ADS_1
“Anda ini benar-benar angkuh. Beraninya ingin memberi hukuman kepada kami,” kata Pangeran Aron.
“Baiklah. Saya minta maaf karena sudah lancang. Tapi bagaimana reaksi Yang Mulia kalau perilaku 11 Pangeran ini sampai di telinga Raja Rivazreich, ya?” tanya Putri Rakia.
“Hehe, wanita ini tahu cara menyusahkan kita,” kata Pangeran Ren.
“Apa hukumannya?” tanya Pangeran Akakuro.
Putri Rakia tersenyum membuat semuanya kebingungan.
......................
Ruang Teater
“Apa?! Tidak, ini mustahil!” pekik 11 Pangeran.
“Kalian bisa baca naskahnya,” kata Putri Rakia.
11 Pangeran membaca naskah itu dan menatap Putri Rakia habis pikir.
“Aku tidak mau berperan menjadi Cinderella!” kata Pangeran Bamie.
“Ariel? Aku tidak bisa jadi putri duyung dengan pakaian seperti itu!” kata Pangeran Reonharu.
“Aku ini pria cantik, kenapa harus jadi Beast? Lalu kenapa yang jadi Belle adalah Kakak Akakuro?” tanya Pangeran Anon setelah mengingat kejadian kemarin malam.
“Kenapa kau begitu sensitif? Memangnya aku melakukan apa kepadamu?” tanya Pangeran Akakuro.
“Snow White, apakah kau sangat ingin melihatku diracuni apel beracun?” tanya Pangeran Aron.
“Aku jadi Jasmine, ya? Tidak peduli aku memerankan siapa, wajahku tetap yang tercantik,” kata Pangeran Ren.
“Aku jadi Maleficent jahat,” kata Pangeran Ereri tertekan.
“Oho, aku jadi Ratu Ivy yang ingin membunuh Snow White,” kata Pangeran Kurotsukki.
“Aku dan Zelho memerankan kedua saudari tiri Cinderella. Putri Rakia … Di antara kami semua, kenapa hanya Kakak Ramos yang memerankan tokoh yang layak dengan menjadi seorang Raja?!” protes Pangeran Goyu.
“Hierarki Putri Ketiga benar-benar terlihat,” kata Pangeran Ereri.
__ADS_1
Dengan terpaksa, kesebelas pria itu memakai kostum mereka dan memulai cerita Disney.
“Hei tunggu! Sejak kapan Beast dan Snow White bersaudara?” tanya Putri Rakia.
“Aku dan Kakak Anon bersaudara, kan?” tanya Pangeran Aron.
“Selain itu Cinderella hanya memiliki 2 saudari tiri, kenapa Jasmine dan Ariel menjadi saudarinya?” tanya Putri Rakia.
“Mulai sekarang mereka berlima akan bersaudara,” kata Pangeran Ren.
“Seharusnya Queen Ivy yang menyamar sebagai nenek tua untuk meracuni Snow White, kenapa malah Belle dan Maleficent yang bekerja sama membunuh Sleeping Beauty?” tanya Putri Rakia.
Putri Rakia menepuk jidatnya. “Lalu kenapa Raja yang diperankan Ramos menjadi ayahnya Maleficent? Sejak kapan Maleficent menjadi putri yang terbuang? Dari mana skenario konyol ini?!”
Namun, di tengah-tengah acara ponselnya berbunyi.
......................
Kerajaan Rivazreich
“Kalian sudah tiba?” tanya Raja Rivazreich.
“Kami menggunakan helikopter setelah mendengar kabar dari Putri Rakia, kalau Permaisuri Helios jatuh sakit Ayahanda,” kata Pangeran Rui.
“Yang Mulia, bisakah saya meminta izin untuk kembali ke Jepang dan akan pulang setelah Ibunda sembuh?” tanya Putri Rakia.
“Eh, tapi Pangeran Keempat?” tanya Raja.
“Saya tidak keberatan Yang Mulia,” jawab Pangeran Ramos.
Raja mengangguk dan memberi izin. Sebelum pergi, Putri Rakia memberi peringatan kepada Pangeran Ramos agar tidak telat minum obat dan melakukan aktivitas berat. Tidak lupa, Putri Rakia juga meminta maaf karena harus pergi.
“Jaga dirimu baik-baik,” kata Pangeran Ramos mengecup kening istrinya.
Putri Rakia mengangguk disertai senyuman. “Anda juga.”
“Titipkan salam kami semua kepada Kaisar dan Permaisuri,” kata Ratu.
“Iya Yang Mulia.”
__ADS_1