My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 118 Menuju ke Kamar Putri Ketiga


__ADS_3

Kamar Kaisar & Permaisuri


Permaisuri bingung melihat suaminya dari kemarin termenung terus. Ia berjalan menghampiri pria yang sedang berdiri, menatap keluar jendela kaca besar di depannya.


‘’Yang Mulia, Anda baik-baik saja?’’


Kaisar Helios berbalik lalu tersenyum. ‘’Ya, aku baik-baik saja.’’


‘’Benarkah? Tapi aku merasa Anda sedang tidak baik-baik saja. Jangan memendamnya sendiri. Anda bisa menceritakannya kepadaku, dengan begitu perasaan Anda akan sedikit lebih baik. Apakah terjadi sesuatu?’’ tanya Permaisuri.


Kaisar Helios terdiam untuk sesaat hingga akhirnya menghela nafas. ‘’Ini mengenai pernikahan Putri Rakia dengan Pangeran Keempat.’’


‘’Eh? Apakah semuanya baik-baik saja?’’ tanya Permaisuri mulai cemas.


‘’Aku memikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalah ini,’’ jawab Kaisar.


‘’Um, saya tidak mengerti Yang Mulia,’’ kata Permaisuri.


‘’Putri Ukii dan Putri Yuriki baru saja selesai bertunangan, tapi Putri Rakia malah memaksa untuk mengadakan pernikahannya. Kau tahu sendiri kalau seharusnya anak tertualah yang harus lebih dulu menikah, baru anak selanjutnya, tapi … Aku akan berbicara dengan Putri Rakia dulu,’’ kata Kaisar hendak pergi.


Permasuri mengangguk dengan raut wajah khawatir. ‘’Yang Mulia, jangan terlalu keras kepadanya.’’


Kaisar Helios mengangguk sambil tersenyum. ‘’Tenang saja, dia putri kesayanganku.’’


......................

__ADS_1


Koridor Istana


‘’Ah~ aku benar-benar tidak tahu kita harus bagaimana?!’’ gerutu Putri Yuriki.


‘’Aku cemas dengan kondisi Kakak Rakia yang terkurung di kamar. Apakah Kakak Rakia baik-baik saja?’’ cemas Putri Nikki.


‘’Padahal aku ingin menghabiskan waktu dengan Kakak Rakia,’’ kata Pangeran Yuga mengeluh.


‘’Kakak Kairi, bagaimana dengan Anda?’’ tanya Putri Ukii.


Pangeran Kairi hanya menghela nafas. ‘’Kalian juga tahu sendiri, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau Ayahanda sudah memberikan perintahnya, kita harus menurutinya.’’


Kelima orang itu saling menggerutu dengan raut wajah cemas. Namun, langkah mereka terhenti saat melihat Kaisar Helios bergegas sambil dikawal Pengawal Maru.


‘’Itu, bukankah Ayahanda?’’ tatap Pangeran Kairi.


‘’Ayahanda mau ke mana dengan raut wajah seperti itu?’’ tanya Putri Nikki.


‘’Apakah mungkin ke kamar Kakak Rakia?’’ tebak Pangeran Yuga.


‘’Ha? Apakah Rakia menyelinap lagi?’’ tebak Putri Yuriki.


‘’Itu tidak mungkin. Rakia hanya punya 2 jalan kalau dia ingin keluar. Pertama, pintu kamarnya yang dikawal puluhan prajurit, dan kedua jendela kamarnya dari lantai 2 yang dikawal belasan prajurit di bawahnya. Jadi mustahil kalau dia ingin menyelinap,’’ kata Pangeran Kairi.


‘’Kalau begitu kenapa Ayahanda bergegas ke arah sana? Bukankah di sana hanya ada kamar Rakia?’’ tanya Putri Ukii.

__ADS_1


‘’Kakak Rakia ini benar-benar tidak takut melakukan kesalahan kepada Ayahanda,’’ kata Putri Nikki gelisah.


......................


Kamar Putri Ketiga


Putri Rakia yang melihat belasan prajurit di bawah jendela kamarnya hanya menghela nafas, sambil menikmati hembusan angin. ‘’Haa, aku sungguh bosan.’’


Klek!


Mendengar suara kunci terputar membuatnya segera berbalik.


Ceklek!


Begitu pintu terbuka, terlihat sosok Kaisar Helios berdiri sedang menatapnya.


Putri Rakia terdiam melihat raut wajah ayahnya itu.


Apakah Ayahanda sudah tahu mengenai alat sadap ruangan itu? Secepat ini? Padahal aku sangat berhati-hati agar diriku tidak ketahuan, ucapnya dalam hati.


‘’Ayahanda?’’ panggil Putri Rakia.


‘’Aku akan berbicara dengan Putri Ketiga secara pribadi!’’ perintah Kaisar.


Pengawal Maru mengangguk dan membungkuk sebelum menutup pintu kamar. ‘’Sesuai perintah Yang Mulia.’’

__ADS_1


Ceklek!


Putri Rakia dan Kaisar saling bertatapan tanpa ada yang berbicara.


__ADS_2