
‘’Rakia,’’ kata Mezool berjongkok mengelus pipi wanita itu.
Rakia menatapnya dengan mata memerah yang disertai butiran air mata.
‘’Mana sisi angkuhmu barusan? Kenapa kau malah melemah setelah melihat Pangeran Keempat disiksa seperti itu? Apakah mungkin Pangeran Keempat adalah kelemahanmu?’’ tanya Mezool.
Tidak ada jawaban dari Rakia membuat Mezool tersenyum remeh. Namun, karena tatapannya begitu jeli, dahinya berkerut. ‘’Wajahmu terlihat tidak asing.’’
Setelah melepaskan kacamata Rakia dan menguraikan kedua rambut kepangnya, mata Mezool membulat besar bukan karena mata Rakia yang berwarna merah ruby, melainkan wajah wanita itu saat semua penyamarannya dilepas.
‘’Ka-Kau!’’ pekik Mezool berdiri membuat Rakia yang lemah hanya menatapnya.
Tangan Mezool gemetar menujuk Rakia. ‘’Ra-Rakia de Gabrielle Helios?!’’
Pangeran Rui dan Rakia terbelalak mendengar ucapan Mezool.
‘’Kenapa kau?!’’ seru Mezool sekali lagi.
‘’Hoh~ kau juga mengetahuinya, ya?’’
Mezool tertegun mendengar suara itu dari belakang. Dengan cepat ia menolehkan kepalanya ke sumber suara.
Plak!
Tubuhnya tersungkur setelah menerima tamparan dari Pangeran Ramos. ‘’Uhuk!’’
Pangeran Ramos berjalan lunglai lalu berjongkok melepaskan tali yang mengikat Rakia, kemudian mengangkat wanita itu pergi.
Pangeran Rui yang sudah bebas tadi, berjalan menghampiri Mezool.
‘’Rui,’’ tatap Mezool pasrah.
‘’Kakak Ramos menamparmu sangat keras, ya?’’ tanya Pangeran Rui datar.
__ADS_1
Pria itu mengusap sudut bibir Mezool yang berdarah. ‘’Kau pantas mendapatkannya.’’
Mezool hanya terbaring di tanah dengan tatapan hampa. ‘’Sudah berakhir ... Habislah aku.’’
......................
Pintu mobil terbuka, sambil dimasuki Pangeran Ramos yang membawa Rakia, sedangkan Pangeran Rui diam di depan pintu mobil.
‘’Kalau tidak mau masuk, aku akan pergi,’’ kata Pangeran Ramos dingin.
Pangeran Rui menggigit bibir bawahnya dan memasuki mobil. Selama perjalanan, kedua pria itu hanya diam.
......................
Kerajaan Rivazreich
Di waktu yang bersamaan, 2 rombongan mobil memasuki gerbang istana.
‘’Kalian baru tiba juga, ya?’’ tanya Raja Rivazreich.
‘’Eh, di mana Pangeran Keempat dan Kelima?’’ tanya Ratu Rivazreich.
‘’Saya menyuruh Pangeran Keempat pulang lebih dulu karena kondisinya sedikit tidak baik. Kalau Pangeran Kelima, kupikir dia bersama kami sejak tadi,’’ jawab Pangeran Ereri.
‘’Mohon maaf, tapi Pangeran Keempat kembali ke pesta saat dia menanyakan Rakia yang dijemput oleh utusan Nona Mezool,’’ kata Haruka.
Pandangan mereka langsung mengarah ke sebuah mobil yang baru saja datang.
‘’Siapa?’’ tanya Pangeran Shinsuke.
Saat pintu mobil terbuka, semua tertegun melihat kondisi Pangeran Ramos turun sambil mengangkat Rakia yang ditutupi blazer miliknya.
‘’Pangeran Keempat?’’ tatap Raja Rivazreich.
__ADS_1
‘’Pangeran Kelima juga bersama mereka,’’ tatap Ratu Rivazreich.
Pangeran Ramos hanya berlalu tanpa mempedulikan mereka yang tampak kaget.
‘’Kenapa mereka berdua pulang dengan keadaan seperti itu?’’ cemas Pangeran Kurotsukki.
Pangeran Rui hanya diam menunduk.
‘’Sebenarnya apa yang terjadi?’’ bingung Ratu Rivazeich.
......................
Aula
Semua berkumpul setelah kepulangan ketiga orang tadi.
‘’Pangeran Kelima, sampai kapan Anda akan diam?’’ tanya Raja Rivazreich.
Pangeran Rui menelan saliva. ‘’Sa-Saya tidak tahu bagaimana menceritakannya.’’
‘’Setelah Nona Mezool meniup lilin, kau menariknya keluar, kan? Aku tidak pernah melihatmu lagi sejak itu,’’ kata Pangeran Ereri.
‘’Itu...."
Bagaimana aku mengatakan kepada mereka kalau Mezool berusaha menyuruh seseorang menodai Rakia karena diriku? Stt, bingung Pangeran Rui dalam hati.
‘’Pangeran Kelima!’’ seru Raja Rivazreich.
Pangeran Rui tersentak. ‘’I-Itu ... Um ... Sebenarnya, ah maaf! Tapi saya benar-benar bingung mengatakannya Yang Mulia!’’
Ceklek!
‘’Aku yang akan mengatakannya,’’ kata Pangeran Ramos muncul.
__ADS_1