My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 54 Kunjungan Part 2


__ADS_3

Setelah jamuan selesai, mereka meninggalkan ruang makan. Rakia yang sudah memastikan situasi aman langsung memeluk Putri Yuriki.


‘’Kakak Yuriki, aku merindukanmu!’’


‘'Semuanya juga merindukanmu, karena itulah kami datang berkunjung.’’


‘’Kalau begitu, ayo jalan-jalan,’’ tarik Rakia.


......................


Taman Istana


Kedua wanita itu tiba di taman hingga Putri Yuriki menghentikan langkahnya, membuat Rakia bingung. Ia mengikuti arah pandang kakaknya yang berakhir ke Pangeran Ereri dan Putri Ukii yang sedang berdua.


‘’Pertunangan kita diadakan bulan depan setelah Putri Ketiga kembali, ya?’’ tanya Pangeran Ereri.


‘’Ya,’’ jawab Putri Ukii.


Rakia memperhatikan ketiga orang itu secara bergantian, terutama tatapan Putri Yuriki.


Eh, jangan bilang sosok yang disukai Kakak Yuriki adalah....


‘’Tuan Putri, apa yang Anda lakukan di sini bersama Rakia?’’


Kedua wanita itu tersentak kaget saat Pangeran Ren tiba-tiba muncul.


‘’Ahaha, tentu saja menemaninya keliling,’’ jawab Rakia.


‘’Kalau begitu, sekalian temani kami berdua,’’ kata Pangeran Ren.


‘’Ha? Kenapa kau ah maksudku Pangeran Ren harus ikut?’’ protes Rakia.


Rakia merasa kesal karena diabaikan, membuatnya menyusul.


Namun, saat itu juga mereka malah bertemu dengan kedua orang tadi. Suasana menjadi hening.


Rakia yang melihatnya merasa curiga. ‘’Ehem!’’


‘’Salam Putri Kedua,’’ sapa Pangeran Ereri.

__ADS_1


‘’Salam,’’ jawab Putri Yuriki.


‘’Sebuah kebetulan kita bertemu di sini,’’ kata Pangeran Ereri.


Rakia menatap pria itu malas.


Apanya yang sebuah kebetulan? Kalian sudah bertemu beberapa menit yang lalu di ruang makan, ucapnya dalam hati.


‘’Salam Putri Pertama,’’ sapa Pangeran Ren.


‘’Salam,’’ jawab Putri Ukii.


Keempat orang itu kembali terdiam.


‘’Ah, bagaimana kalau sekalian kita keliling bersama?’’ ajak Pangeran Ren.


Hei, kenapa malah bertambah 4 orang? Pria ini, protes Rakia dalam hati.


‘’Sore wa hitsuyo arimasen(Itu tidak perlu). Aku tidak ingin mengganggu kalian berdua. Aku lebih baik pergi bersama tunanganku,’’ kata Pangeran Ereri.


Kenapa dia berkata seperti itu? Bikin kesal saja, kata Rakia dalam hati.


‘’Ja, anata no jikan o jama shite moushiwake arimasen(Kalau begitu, maaf telah mengganggu waktu Anda),’’ kata Putri Yuriki sedikit menunduk sebelum pergi.


Pangeran Ren dan Putri Ukii saling memandang sejenak.


‘’Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Pangeran Kesembilan.


Rakia ikut pergi sambil mengepalkan tangan.


......................


Pangeran Ren menghampiri Putri Yuriki yang duduk di kursi teras panjang. ‘’Tuan Putri mohon ma—‘’


‘’Aku baik-baik saja,’’ kata Putri Yuriki memotong ucapan pria itu.


Rakia menghentikan langkahnya dan memilih untuk menguping.


‘’Aku dan kau merasakan hal yang sama, kan?’’

__ADS_1


Pangeran Ren hanya diam.


‘’Kita berdua harus berkorban dengan menerima pertunangan mereka,’’ sedih Putri Yuriki.


Mereka? Apakah mungkin ... Ah tunggu dulu, kata Rakia dalam hati.


Putri Yuriki meminta waktu untuk sendiri, membuat Pangeran Ren pamit. Kedua orang itu hanya memasang raut wajah murung.


‘’Kakak Yuriki!’’


‘’Oh, Rakia, maaf karena tiba-tiba meninggalkanmu.’’


‘’Berhenti berpura-pura di depanku. Pria yang disukai Kakak Yuriki, apakah itu Ereri?’’ tanya Rakia yang terdengar tidak menyukainya.


Putri Yuriki hanya diam. Dia hanya tersenyum membuat Rakia terbelalak.


‘’Apakah Ren juga menyukai Kakak Ukii?’’ tanya Rakia habis pikir.


‘’Kau mendengar pembicaraan kami?’’


‘’Lupakan itu. Kalian berdua berkorban demi pertunangan mereka, apakah?!’’ kata Rakia berusaha menahan emosinya.


‘’Apakah hal itu yang membuat Kakak Yuriki sedih selama ini?’’ lanjut Rakia.


‘’Rakia, kau tidak mengerti. Kami melakukannya demi keluarga, apa pun ala—‘’


‘’Dengan membiarkan Kakak Yuriki menderita?’’


Putri Yuriki menyeka air matanya lalu tersenyum. ‘’Dia menikahiku atau Kakak Ukii, bukankah tidak ada bedanya? Kami berdua sama-sama keturunan Kaisar Helios.’’


‘’Kakak Yuriki!’’ seru Rakia.


Ia memilih pergi meninggalkan kakaknya.


‘’Maafkan aku,’’ kata Putri Yuriki meremas gaunnya dengan kepala menunduk yang disertai butiran air mata.


...Visual Putri Pertama, Ukii de Gabrielle Helios...


__ADS_1


__ADS_2