
Setelah mengganti pakaian, Pangeran Ereri berbalik, dan seseorang langsung membengkap mulutnya.
‘’Ush.’’
Pangeran Ereri melotot dan menepis tangan orang itu. ‘’Siapa kau? Kenapa wajahmu sangat mirip denganku? Apakah kau seorang mata-mata?!’’
Rakia menatap pria itu dengan tatapan malas.
Seorang mata-mata lagi? Ikatan batin 12 pangeran ini sangat terhubung satu sama lain, ucapnya dalam hati.
‘’Ini aku, Rakia.’’
‘’Rakia? Kenapa kau ada di sini dan mengubah wajahmu seperti wajahku?’’ tanya Pangeran Ereri.
‘’Aku mengambil penerbangan setelah kalian berangkat tidak lama. Aku datang untuk membatalkan rencana pertunangan.’’
Mata Pangeran Ereri membulat besar. ‘’Apakah kau sudah memikirkan konsekuensinya? Kenapa kau senekat ini?’’
‘’Itu karena perbuatanmu dasar bodoh! Selain itu, aku melakukannya bukan demi dirimu, tapi demi Kakak Yuriki,’’ kata Rakia.
‘’Jadi, apa rencanamu?’’
‘’Belum kupikirkan. Intinya kita akan bertukar tempat. Kau pergilah ke mobil yang aku pakai bersama Ren di halaman belakang.’’
‘’Ren? Apakah dia juga di sini?’’
‘’Ya, ini menyangkut dirinya juga, tapi aku hanya menyuruhnya mengawasi dari jauh.’’
Pangeran Ereri terdiam. ‘’Bagaimana kau akan menghentikan rencana pertunangan ini tanpa merugikan 2 pihak?’’
‘’Kau lupa siapa diriku?’’ tanya Rakia dengan angkuhnya tersenyum.
‘’Baiklah, aku serahkan semuanya padamu.’’
Keduanya mengangguk sebelum pergi.
‘’Rakia?’’ panggil Pangeran Ereri.
__ADS_1
‘’Kau tidak seangkuh yang aku kira,’’ lanjutnya.
‘’Simpan pernyataanmu setelah kita bertemu di istana. Prioritas kita hari ini memastikan rencana pertunangan dibatalkan,’’ kata Rakia pergi.
......................
Ruang Pertemuan
Semua tatapan mengarah ke Pangeran Ereri yang baru datang.
‘’Karena semuanya sudah di sini, maka mari kita mulai,’’ kata Kaisar Helios.
30 menit berlalu dengan bulatnya keputusan.
‘’Setelah Putri Ketiga menyelesaikan masa hukumannya, maka sudah dipastikan pertunangan diadakan saat minggu ke—‘’
‘’Mohon maaf karena saya memotong pembicaraan Kaisar Helios,’’ kata Pangeran Ereri palsu.
‘’Ada apa Pangeran Pertama?’’ tanya Raja Rivazreich.
Pangeran Ereri palsu menghela nafas sambil melontarkan tatapan serius. ‘’Yang Mulia, mohon maaf ... Saya menentang pertunangan ini.’’
......................
‘’Wah, Pangeran yang datang tadi sangat tampan, ya?’’
‘’Benar, andai saja aku bisa menemukan belahan jiwaku seperti dirinya.’’
‘’Kya~ aku pasti akan menjadi orang yang paling beruntung di dunia jika aku berada di posisi Putri Ukii.’’
Pangeran Ereri yang bersembunyi menghela nafas mendengar para pelayan itu. ‘’Aku benar-benar bertingkah seperti pencuri.’’
Saat bergegas pergi, tiba-tiba ia mematung begitu melihat sosok di hadapannya.
Yu-Yuriki?! Gawat, apakah Rakia ketahuan secepat ini, sampai mengutusnya untuk mencariku? pekik Pangeran Ereri dalam hati.
Putri Yuriki kemudian menjitaknya.
__ADS_1
‘’Akh!’’ ringis Pangeran Ereri.
‘’Aku mencarimu dari tadi, ternyata ada di sini!’’ kesal Putri Yuriki.
‘’Eh, aku bisa menjelaskannya. Maaf karena a—‘’
‘’Rakia, kau belum memberitahuku kenapa kau di sini dengan wajahmu seperti Ereri?’’
Rakia? Jangan-jangan dia mengira diriku adalah Rakia. Apakah wanita itu bertemu dengannya sebelum menghampiriku di ruang ganti? Kalau begitu, Rakia masih aman dan belum ketahuan, kata Pangeran Ereri dalam hati.
Putri Yuriki menariknya ke kamar.
......................
Kamar Putri Kedua
Ini pertama kalinya aku masuk di kamarnya. Ah, bagaimana aku memanggilnya? Kalau aku salah bicara, Yuriki pasti curiga. Oh iya, Rakia memanggilnya dengan sebutan Kakak Yuriki.
‘’Kenapa diam saja? Aku khawatir, jangan sampai Ereri melihatmu di sini, tidak tahu apa yang akan di lakukan manusia setengah es,’’ kata Putri Yuriki.
Pangeran Ereri menatapnya malas.
Manusia setengah es? Apakah kau berpikir segitunya tentangku? Haa, ucapnya dalam hati.
‘’Aku harus pergi sebelum mereka mengetahui diriku ada di sini.’’
‘’Secepat itu? Kau tidak merindukan kakakmu ini?’’
‘’Oh, hem! Aku merindukan Kakak Yuriki.’’
Pangeran Ereri terbelalak melihat wanita itu langsung murung.
‘’Mulai hari ini aku akan melupakannya. Melupakan sosok yang pernah kucintai,’’ ungkap Putri Yuriki.
Jantung pria tadi terasa remuk, sambil butiran air matanya terjatuh.
‘’Hei, kenapa kau yang malah menangis? Kau seperti ini membuatku lebih sakit. Tapi, tidak peduli kau adalah Rakia, aku akan mengatakan hal ini untuk terakhir kalinya.’’
__ADS_1
Tangan Putri Yuriki terulur mengelus pipi pria itu. ‘’Ereri-kun, aku menyukaimu.’’