My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 124 Berlari


__ADS_3

Pangeran Kairi langsung berlari dengan cepat disusul yang lainnya.


Tidak ... Rakia apa yang kau lakukan?! Argh! Dasar bodoh, kata Pangeran Kairi dalam hati.


‘’Astaga, kenapa Kakak Kairi dan Yuga larinya begitu cepat?’’ tanya Putri Nikki.


‘’Itu karena kita memakai gaun, jadi lari kita lambat,’’ kata Putri Yuriki.


‘’Sudah, ini bukan waktunya berdebat! Kita harus segera melihat kondisi Rakia,’’ kata Putri Ukii.


......................


Kamar Putri Ketiga


Bugh!


Pintu terbuka dengan kasar oleh Pangeran Kairi.


Deg!


Matanya membulat besar melihat Putri Rakia tidak sadarkan diri dengan kepala terkulai, dengan pergelangan tangannya berdarah.


‘’Rakia!’’ pekik Pangeran Kairi.


‘’Kakak Rakia!’’ pekik Pangeran Yuga.


Kedua orang itu langsung menghampiri Putri Rakia. Sedangkan ketiga wanita tadi baru saja berhasil menyusul. Ketiganya juga tertegun lalu mendekat.


‘’Kakak, bagaimana keadaan Rakia?!’’ pekik Putri Ukii.


‘’Dia baik-baik saja, kan?! Iya, kan?!’’ cemas Putri Yuriki bukan main.


‘’Ah~ aku jadi ketakutan, hm~ aku tidak bisa menahan tangisanku!’’ kesal Putri Nikki bercampur aduk dengan tangisan.


‘’Rakia! Rakia!!’’ teriak Pangeran Kairi.

__ADS_1


Tidak peduli tangannya sudah kotor karena menghentikan pendarahan di pergelangan tangan salah satu adiknya itu.


Pangeran Kairi berdecih sambil menggertak gigi. ‘’Ukii, cepat hubungi Dokter Wo untuk mengambil penerbangan sekarang juga! Aku akan memberitahu Ayahanda soal ini.’’


‘’Ba-Baik!’’ angguk Putri Ukii.


‘’Yuriki, gantikan aku menghentikan pendarahan Rakia!’’ perintah Pangeran Kairi.


Putri Yuriki mengangguk mantap dan langsung menggantikan kakaknya. ‘’Aku mengerti!’’


‘’Eh, Tuan Putri, biar hamba saja yang melakukannya. Yang Mulia akan menghukum kami jika membiarkan Anda seperti ini,’’ kata salah satu prajurit.


‘’Tidak apa-apa. Kalian memberitahu kami saja, sudah melakukan yang terbaik. Kalau saja kalian tidak menyadarinya, kita tidak akan tahu mengenai hal ini,’’ kata Putri Yuriki.


Para prajurit itu hanya membungkuk memberi hormat merasa berterima kasih.


‘’Tapi aku salut dengan Kakak Kairi. Begitu mendengar kabar Kakak Rakia, dia dengan cepat berlari, aku bahkan sulit mengejarnya Lalu sekarang, Kakak Kairi berlari lagi untuk memberitahu Ayahanda padahal kita bisa menyuruh salah satu prajurit untuk melapor,’’ kata Pangeran Yuga,


‘’Siapa yang tidak panik seperti itu kalau mendengar salah satu saudaranya berniat bunuh diri?’’ tanya Putri Nikki.


Pandangannya beralih ke Putri Rakia. ‘’Terlihat jelas kalau Kakak Kairi sangat sayang pada Rakia. Tapi rasa sayangnya melebihi seorang adik. Lebih terlihat seperti....’’


Tidak lama kemudian, Putri Yuriki terkikik pelan. ‘’Puff! Kau ini bicara apa. Jangan berpikiran aneh kepada Kakak Kairi. Rakia … Dia ini memang memiliki sesuatu yang membuat seseorang menyukaimu.’’


......................


Koridor Istana


Para pelayan kebingungan sejak tadi.


‘’Apa yang terjadi? Pangeran Pertama berlari sejak tadi semenjak para prajurit tadi datang melapor.’’


‘’Pangeran Pertama lari lagi dan sepertinya itu menuju ke arah ruang aula.’’


‘’Apakah semuanya baik-baik saja?’’

__ADS_1


‘’Entah kenapa aku memiliki firasat yang buruk.’’


‘’Ush, jangan mengatakan hal itu! Kau ingin hal buruk sampai menimpa kerajaan ini?’’


‘’Maaf, maaf.’’


......................


Ruang Pertemuan


‘’Kalau begitu kita bahas sisanya di telepon saja,’’ kata Raja Rivazreich.


Kaisar Helios mengangguk. ‘’Baiklah kalau begitu.’’


Mereka berdiri hendak keluar. Kedua pria muda itu tidak berdaya.


Maafkan aku Ramos. Aku sudah berusaha semampuku, tapi keputusan Ayahanda dan Kaisar Helios begitu mutlak, kata Pangeran Ereri dalam hati.


Apa yang harus aku katakan kepada Kakak Ramos? Aku jadi merasa bersalah, kata Pangeran Ren dalam hati.


‘’Kami pa—‘’


Bugh!


Ucapan Raja Rivazreich terpotong karena pintu ruangan itu langsung terbuka kasar.


‘’Yang Mulia!’’ seru Pangeran Kairi.


Semua menoleh dan melihat pria itu terengah-engah.


‘’Pangeran Pertama, Anda sadar dengan perlakuan Anda ini? Tindakan Anda sangatlah tidak so—‘’


‘’Putri Rakia berusaha bunuh diri!’’ seru Pangeran Kairi memotong ucapan ayahnya.


Deg!

__ADS_1


__ADS_2