My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 160 Ingatan Kembali


__ADS_3

Setelah keliling begitu lama, Pangeran Rui akhirnya menemukan Mezool.


“Ru-Rui, kenapa kau bisa menemukanku?” tanya Mezool.


“Setelah semua ini, aku tidak akan melepaskanmu!” marah Pangeran Rui.


Kedua orang itu tertegun melihat Dokter Wo bersama Putri Rakia dan Pangeran Ezekiel muda. Mereka berkumpul dan bangunan kembali terguncang karena ledakan.


......................


Mobil yang dipakai Pangeran Shinsuke telah tiba, dan keduanya menuruni mobil.


Deg!


Pangeran Shinsuke tertegun melihat Kaisar dan Raja beserta yang lainnya sudah tiba lebih dulu bersama puluhan prajurit.


Kaisar dan Raja serta semuanya juga sama kagetnya melihat Pangeran Ramos ternyata masih hidup.


“Pangeran Keempat, Anda masih hi—“


“Kenapa? Yang Mulia kecewa melihat saya masih hidup?”


Deg!


Semua tertegun mendengar ucapan Pangeran Ramos.


“Pangeran Keempat, kenapa Anda masih membela penjahat yang jelas-jelas mempermainkan hidup Anda?” tanya Kaisar.


“Sungguh tidak sopan. Itu bentuk kasih sayangku kepada salah satu keponakanku ini,” kata Pangeran Shinsuke.


Wajahnya berubah menjadi kusut. “Tapi itu tidak penting, dari mana kalian mengetahui tempat ini?”


Di saat bersamaan, Dokter Wo keluar bersama Pangeran Rui, Mezool dan Pangeran Ezekiel.


“Hoh~ jadi semua kunciku menusukku dari belakang. Cih … Kenapa aku tidak menekan tombol all saja agar kalian pergi lebih dulu, baru aku dan Ramos menyusul.”


“Pangeran Shinsuke, Anda ini benar-benar gila!” kata Kaisar.


Pangeran Shinsuke tersenyum. “Terima kasih atas pujiannya. Eh?”


Terukir senyuman di bibirnya setelah menyadari sesuatu. “Heh~ masih ada satu kunci yang memihak kepadaku.”

__ADS_1


Deg!


Semua yang ada di sana tersadar setelah menyadari keberadaan Putri Rakia yang tidak ada.


Klik!


Boom! Boom! Boom!


“Jangan!” teriak semuanya.


Ledakan beruntun itu membuat gambaran pecah-pecah muncul di otak Pangeran Ramos.


Pangeran Shinsuke menyeringai sambil menekan tombol itu sekali lagi, dan menciptakan ledakan beruntun yang berakhir kobaran api.


Rakia!


Eh? Apa itu? Rakia, kata Pangeran Ramos dalam hati.


Namun, melihat kobaran api itu membuat Pangeran Ramos langsung berlari masuk ke bangunan labirin itu.


Kakak Ramos, syukurlah!


Boom!


Boom! Boom!


Mereka yang tersebar hanya merunduk ke tanah agar tidak terhempas lagi. Pangeran Ramos muda mencari keberadaan Putri Rakia muda.


Rui! Rakia ada di sekitarmu, bawa dia dan tinggalkan tempat ini sekarang juga sebelum bom muncul lagi!


Rui awas!


“Akh!” ringis Pangeran Ramos karena potongan-potongan itu muncul dari kepalanya.


“Rakia … Aku harus menemukannya.”


Karena ledakan beruntun tadi membuat Putri Rakia terpisah dengan yang lainnya. Ia tertimpa rangka tembok bangunan tapi nyawanya masih selamat.


“Uhuk! Uhuk! Ezekiel … Ezekiel!” teriak Putri Rakia lemah.


Sedangkan orang yang melihat dari luar hanya diam membisu.

__ADS_1


“Jangan kedua kalinya,” tatap Pangeran Rui.


Klik! Boom!


“Kakak! Pangeran Keempat dan Putri Ketiga ada di dalam sana!” seru Raja.


“Kenapa? Semuanya sudah terlanjur jadi sekalian saja. Kalau aku tidak bisa naik takhta, berarti Raja dan Kaisar harus kehilangan Pangeran Keempat dan Putri Ketiga juga.”


Putri Rakia pasrah dan menerima nasibnya mati di tempat itu. Mengingat dirinya telah melukai 3 pria yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya.


Apakah ini karmaku? Tidak akan ada yang bisa menemukanku di bawah puing-puing tembok ini. Ezekiel … Maafkan aku. Ramos, semuanya … Aku minta maaf. Kurasa inilah akhir dari hidupku. Tuhan melarangku keluar maka aku akan menerima kehendak-NYA, ucapnya dalam hati.


Butiran air mata Putri Rakia mengalir sambil ia memejamkan mata.


Pangeran Shinsuke menekan tombol all sehingga ledakan besar keluar membuat bangunan itu runtuh.


“Tidak!!” jerit semuanya.


“Pada akhirnya, hanya mereka berdua yang tetap setia menjadi kunci keberhasilanku,” kata Pangeran Shinsuke.


Hujan mulai turun. Semua membengkap mulut sambil menangis. Kejadian memilukan 19 tahun yang lalu terulang kembali. Setelah asap yang mengganggu pandangan tadi telah tersapu bersih air hujan, mereka tetap tidak melihat kedua orang itu.


Tidak, tidak, tidak, tidak! Hhah, seru Pangeran Ezekiel muda dalam hati.


Ia berjalan sedikit ke depan dan menatap bangunan itu benar-benar hancur. Tangannya mengepal sambil menggertak gigi.


“Aku, Ezekiel! Memberi perintah kepada Putri Ketiga, Rakia de Gabrielle Helios dan Pangeran Keempat, Ramos von Rivazreich! Agar menampakkan diri dalam hitungan ketiga! Jika tidak, aku tidak akan mengampuni kalian."


Semua menatap ke arah bangunan runtuh, sudah 2 detik berlalu.


Brough!


Tepat detik ketiga, terlihat Pangeran Ramos berdiri dengan tembok yang berhamburan sambil menggendong Putri Rakia ala bridal style.


Saat itu juga semuanya langsung berlari ke arahnya. Namun, mereka terdiam karena punggung Pangeran Ramos kembali terbakar.


Putri Rakia menatap Pangeran Ramos dengan lemah. “Kenapa? Kenapa kau selalu bisa menemukanku?”


“Kau adalah jantungku, karena itulah dimanapun kau berada, aku akan selalu menemukanmu.”


Deg!

__ADS_1


“Eh? Kalimat itu,” kata Putri Rakia.


Pangeran Ramos tersenyum. “Ya, ingatanku sudah kembali, My Arrogant Princess."


__ADS_2