
Ceklek!
Begitu Pangeran Shinsuke masuk, ia terdiam karena merasakan situasi dalam ruangan. ‘’Apakah semuanya baik-baik saja?’’
‘’Kakak, kenapa kau menyembunyikan hal sebesar ini?!’’ marah Raja Rivazreich.
Dahi Pangeran Shinsuke berkerut tanda tidak mengerti. ‘’Apa maksudmu? Ada apa ini?’’
‘’Apakah benar, Pangeran Keempat tidak akan bertahan sampai akhir bulan ini?’’
Deg!
Pangeran Shinsuke tersentak. ‘’Dari mana kau mengetahuinya?’’
‘’Jadi itu benar?!’’ histeris Ratu Rivazreich.
Putri Rakia segera menangkap tubuh Ratu yang hendak terjatuh tadi. ‘’Yang Mulia!’’
‘’Kakak kenapa menyembunyikan ini dariku?’’ tanya Raja Rivazreich dipenuhi rasa kecewa.
‘’A-Aku tidak bermaksud menyembunyikannya. Hanya saja, aku tidak sanggup kalian berdua mendengar kabar ini. Ramos juga memaksaku untuk diam. Tapi jangan khawatir! Aku sedang berusaha mencarikan penawar yang lebih baik. Aku pasti akan menyembuhkannya,’’ jawab Pangeran Shinsuke.
Dengan perasaan campur aduk, Raja Rivazreich duduk sambil memegang tengkuk hidungnya.
‘’Jadi, bagaimana keputusan Yang Mulia?’’ tanya Putri Rakia.
__ADS_1
Kalau suatu hari berita kematian Pangeran Keempat diketahui, bencana besar akan datang. Tapi kalau dia menikah sebelum itu terjadi, mungkin pernikahan ini yang bisa menyelamatkannya. Haa, padahal Pangeran Pertama dan Kesembilan masih dalam tahap pertunangan. Tapi aku tidak punya pilihan lain, kata Raja Rivazreich dalam hati.
Pria itu menghela nafas panjang sambil menenangkan pikirannya. ‘’Baiklah. Aku akan bicara dengan Kaisar Helios setelah menenangkan Ratu.’’
Raja Rivazreich membawa Ratu keluar untuk beristirahat, meninggalkan Pangeran Shinsuke dan Putri Rakia di ruang aula.
‘’Jadi Anda memang benar Putri Ketiga Helios, ya? Aku sudah yakin dengan penglihatanku waktu itu, tapi kau dan Ramos bersih keras membantahnya.’’
Mendengar hal itu, Putri Rakia baru teringat dengan Pangeran Shinsuke. ‘’Ahaha, salam Pangeran Shinsuke. Saya tidak bermaksud membohongi Anda waktu itu, tapi saya tidak punya pilihan lain karena harus menuruti perintah Kaisar agar menyembunyikan identitas selama masa hukuman.’’
‘’Tidak apa-apa. Aku mengerti situasimu saat itu,’’ senyum Pangeran Shinsuke.
Ia kembali menatap Putri Rakia dengan penasaran. ‘’Mengenai kedatangan Anda kemari, Putri Ketiga sedang mendiskusikan apa dengan Raja? Aku tidak sengaja mendengar Anda tadi menanyakan keputusan kepada Raja.’’
‘’Pernikahan?!’’ pekik Pangeran Shinsuke.
‘’Maaf Pangeran Shinsuke. Tapi saya sedang buru-buru, shitsurei shimasu(permisi),’’ kata Putri Rakia berjalan keluar.
Pangeran Shinsuke mengerutkan dahi. ‘’Apakah ini karena waktu Ramos yang tidak banyak lagi?’’
......................
Koridor Istana
‘’Rakia, kau di sini?!’’ pekik Pangeran Rui yang bertemu dengan wanita itu.
__ADS_1
Putri Rakia hanya mengangguk membalas pertanyaan itu.
‘’Datang bersama siapa? Apakah kalian datang berkunjung lagi?’’ tanya Pangeran Rui yang tampak melihat ke sisi belakang Putri Rakia.
‘’Hanya ditemani Pengawal Maru bersama pengawal lainnya,’’ jawab Putri Rakia.
‘’Apakah kau datang dari tadi?’’ tanya Pangeran Rui.
‘’Sekitar 46 menit yang lalu,’’ jawab Putri Rakia.
Dari arah koridor lain, Pangeran Ramos muncul dan melihat kedua orang itu. Tapi ia mundur menyembunyikan dirinya dan memilih menguping.
‘’Jadi kau datang kemari karena apa?’’ tanya Pangeran Rui.
Sebelah alis Putri Rakia terangkat sambil tersenyum dengan maksud menggoda pria itu. ‘’Untuk apa memberitahumu?’’
Wajah Pangeran Rui langsung kusut dan cemberut. ‘’Kau ini pelit sekali, ayo katakan! Aku penasaran, atau ah kau datang karena merindukan diriku.’’
‘’Heh, siapa juga yang merindukanmu? Aku datang karena mengurus pernikahanku de—‘’
‘’Wah, kau dengan agresif mengajukan pernikahan kita kepada Ayahanda, ya?’’ senang Pangeran Rui memotong ucapan Putri Rakia.
Pangeran Ramos yang melihat kedua orang itu berpelukan hanya membalikkan badan untuk pergi.
Jadi benar, aku terlalu percaya diri berpikir dia datang untuk melihatku. Dia datang mengurus pernikahannya dengan Rui, ucapnya dalam hati.
__ADS_1