
Ruang Pertemuan
‘’Jadi bagaimana kita akan mengurus hal ini?’’ tanya Raja Rivazreich.
‘’Aku juga sedang memikirkannya,’’ jawab Kaisar Helios.
‘’Kalau tidak keberatan, apakah Yang Mulia memberikan saya izin untuk berbicara?’’ tanya Pangeran Ereri.
Raja Rivazreich menghela nafas. ‘’Sudah aku bilang, mengadakan pernikahan Anda secepatnya mungkin terlalu beresiko. Tidak ada yang tahu penyerangan akan dilakukan.’’
‘’Tenanglah, biarkan Pangeran Pertama mengeluarkan pendapatnya. Dia juga berhak untuk hal ini karena menyangkut pernikahannya juga,’’ kata Kaisar Helios.
‘’Terima kasih Yang Mulia,’’ kata Pangeran Ereri sedikit membungkuk memberi hormat.
‘’Jadi apa pendapat Anda?’’ tanya Kaisar Helios.
‘’Bagaimana kalau kita mengadakan konferensi pers saja Yang Mulia? Maksud saya, kita bisa memberitahu publik secara langsung untuk membahas pernikahan Pangeran Keempat. Saya dan Pangeran Kesembilan juga akan hadir untuk memberi pernyataan mengenai pernikahan kami,’’ kata Pangeran Ereri.
__ADS_1
‘’Aku tidak tahu apa yang akan kau katakan kepada publik. Tapi misalkan itu memang benar, bagaimana kau akan menghadapi pertanyaan yang melawan balik kepada Anda? Tidak ada satu orang bahkan hewan pun yang harus mengetahui penyakit Pangeran Keempat,’’ kata Raja Rivazreich.
He-wan? Haa, bahkan jika hewan mengetahui penyakit Kakak Ramos, kurasa mereka juga tetap tidak bisa bicara. Aku tidak tahu bagaimana pola pikir Ayahanda, kata Pangeran Ren dalam hati dengan wajah bodohnya.
‘’Itu benar Pangeran. Konferensi pers diadakan jika Anda bisa membungkam pertanyaan publik. Seperti yang dikatakan Raja Rivazreich, bagaimana kalau publik melawan balik yang berakhir merugikan kita?’’ tanya Kaisar Helios.
Pangeran Ereri terdiam untuk sesaat. ‘’Sudah saya katakan, solusi satu-satunya adalah mengadakan pernikahan saya secepatnya, barulah Pangeran Keempat bisa menyusul kemudian Pangeran Kesembilan Yang Mulia.’’
‘’Pangeran Pertama, jangan membuatku mengulangi perkataan! Resiko keselamatan kalian, aku tidak bisa menjaminnya jika sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Menjadi Raja tidaklah semudah yang Anda pikirkan. Saat seseorang sudah duduk di singgasana, Raja memiliki banyak musuh bahkan keluarganya sendiri juga bisa menjadi lawan,’’ kata Raja.
Pangeran Ereri hanya diam mendengar dengan kepala menunduk.
Haa, maaf aku tidak bisa membantu kakak. Bicara saja aku tidak berani, apalagi mood Ayahanda sepertinya kelihatan tidak baik, kata Pangeran Ren dalam hati.
Dari luar pintu, kelima orang itu hanya menghela nafas.
‘’Ternyata benar, mereka membahas pernikahan Putri Rakia,’’ kata Pangeran Kairi.
__ADS_1
‘’Aku benar-benar merasa tidak enak. Aku memiliki firasat buruk mengenai Kakak Rakia,’’ kata Pangeran Yuga.
‘’Hei Yuga, berhenti membuat kita juga ikut cemas karena dirimu! Aku jadi merasa tidak enak juga,’’ keluh Putri Yuriki.
‘’Tenanglah. Jangan menarik kesimpulan dulu, mereka sedang memikirkan solusinya, pernikahan ini pasti akan terjadi,’’ kata Putri Ukii.
‘’Kenapa aku merasa Kakak Ukii cemas karena pernikahan Anda semakin diundur,’’ kata Putri Nikki.
Putri Ukii menghela nafas panjang. ‘’Aku tidak mencemaskan pernikahanku, tapi mencemaskan pernikahan Putri Rakia. Kalian semua juga tahu anak itu orangnya sangat nekat.’’
‘’Aku hanya punya satu solusi,’’ kata Kaisar Helios.
‘’Apa?’’ tanya Raja Rivazreich.
‘’Kita batalkan pernikahan Pangeran Keempat dengan Putri Rakia, sebelum pernikahan Pangeran Pertama dilaksanakan,’’ kata Kaisar serius.
Deg!
__ADS_1
Kelima orang yang mendengarnya dari luar tersentak kaget.