My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 58 Berbincang


__ADS_3

Ceklek!


Muncul sosok Rakia membuat Pangeran Ereri tersadar dari lamuannya. Mereka berdua saling menatap.


‘’Apa?!’’ tanya Rakia akhirnya yang merasa ketus.


‘’Ti-Tidak ada apa-apa,’’ jawab Pangeran Ereri.


Sekali lagi mereka berdua hanya diam. Rakia yang tidak mood memilih untuk keluar.


‘’Jika tidak ada hal yang ingin Anda suruhkan, saya akan keluar.’’


‘’Tunggu!’’ cegah Pangeran Ereri.


Rakia mengerutkan dahi sambil menoleh ke belakang melihat pria itu.


‘’Bisa bicara sebentar?’’ pinta Pangeran Ereri.


Rakia hanya diam sambil menuju ke arah sofa. Keduanya duduk berhadapan.


‘’Sebelumnya, aku minta maaf atas kejadian kemarin mengenai taruhanku dan Kurotsukki, juga saat keluargamu berkunjung karena perlakuanku padanya sedikit kasar,’’ ungkap Pangeran Ereri.

__ADS_1


Rakia sebenarnya malas berbincang, tapi karena rasa kesalnya mengenai pria itu yang sengaja melukai perasaan kakaknya, ia tidak terima. ‘’Heh, aku tidak peduli apa yang kau katakan, tapi kau melukai Kakak Yuriki, dan aku tidak terima hal itu. Kau bahkan membuatnya selalu menangis.’’


‘’Menangis? Apa maksudmu?’’ tanya Pangeran Ereri.


‘’Sekarang aku mengerti alasan Kakak Yuriki selalu sedih setelah aku pulang dari Brazil,’’ kata Rakia mengabaikan pertanyaan pria itu.


Pangeran Ereri hanya menunduk dengan wajah datar.


Rakia berdecih kesal dengan alis berkerut ‘’Kalau sudah selesai, aku mau keluar.’’


‘’Aku,’’ kata Pangeran Ereri mengepalkan tangan.


‘’Sebenarnya ingin menolak pertunangan ini,‘’ lanjut pria itu membuat Rakia yang tadinya berdiri pergi, kembali duduk di sofa.


Pangeran Ereri mengerutkan dahi tanda kesal. ‘’Apakah kau tidak mengerti, atau kau memang bodoh? Aku adalah Pangeran tertua di antara 12 Pangeran, begitu juga dengan Putri Ukii yang paling tertua di antara keempat putri.’’


‘’Haruskah berfokus pada hal itu? Padahal kau bisa menolaknya karena mencintai orang lain, bukan egois seperti ini dan saling melukai,’’ kata Rakia.


‘’Kau benar-benar tidak mengerti. Kalau pertunangan ini sampai dibatalkan, kupikir kau sudah tahu apa dampaknya?’’ tanya Pangeran Ereri.


Rakia menghela nafas. Ia tahu seberapa besar resiko yang akan diterima oleh 2 Kerajaan.

__ADS_1


Haa, memikirkannya saja sudah membuatku sangat kesal, gerutunya dalam hati.


‘’Lusa nanti, akan ada perjamuan bersama keluargamu, mungkin lebih tepatnya hanya pertemuan pribadi karena hanya berempat. Sepertinya hari itu juga rencana pertunangan diresmikan,’’ kata Pangeran Ereri dengan perasaan down.


‘’Di mana?’’ tanya Rakia.


‘’Kerajaan Helios,’’ jawab pria itu.


Rakia terdiam sesaat, dan kembali menatap Pangeran Ereri. ‘’Sudah selesai?’’


Pangeran Ereri terbelalak, bukannya memberi solusi, wanita itu malah bertanya apakah sudah selesai. ‘’Eh?’’


‘’Aku bilang apakah sudah selesai? Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, aku keluar,’’ kata Rakia.


Pangeran Ereri menatap kepergian wanita itu dengan raut wajah cemas. ‘’Ta-Tapi....’’


Langkah kaki Rakia terhenti, tanpa wanita itu merubah posisinya. ‘’Kau yang menimbulkan masalah ini kepada dirimu sendiri. Ini juga masalahmu dengan Kakak Yuriki, jadi selesaikan dengan usahamu sendiri.’’


‘’Eh, Rakia, tunggu!’’


Kecemasannya semakin bertambah karena Rakia benar-benar pergi tanpa memberinya solusi. ‘’Ha? Tidak membantuku? Bukankah dia sendiri yang bersih keras menentang pertunangan ini?!’’

__ADS_1


Pangeran Ereri kesal yang bercampur rasa cemas. ‘’Rakia!’’


Rakia yang mendengarnya hanya mengabaikan. Terukir senyuman di bibirnya setelah ia puas membuat pria itu kesal sekaligus cemas. Namun, sedetik kemudian, senyumannya luntur sambil wajahnya terlihat serius.


__ADS_2