
‘’Rui?’’ tatap Pangeran Ramos muda.
‘’Pangeran Kelima berhentilah mengulur waktu! Anda sebaiknya tinggal di sini saja,’’ kata Raja Rivazreich.
Semua bergegas masuk ke mobil, tapi Pangeran Rui muda menarik tangan salah satu kakaknya itu. ‘’Kalian semua akan pergi, aku ikut, ya?’’
Perjalanan…
Pangeran Rui muda bingung melihat raut wajah semua orang, terutama Pangeran Ramos muda. ‘’Kakak Ramos, sebenarnya ada apa? Aku melihat banyak prajurit yang keluar bersama kita.’’
‘’Untuk saat ini kau diamlah. Situasi sekarang sangat darurat,’’ kata Pangeran Ramos muda cemas.
Melihat mobil memasuki area hutan, membuat Pangeran Rui muda semakin kebingungan. Tak lama kemudian mereka sampai. Kaisar dan Raja menuruni mobil dan melihat puluhan prajurit sudah bersiap di depan. Selain bangunan besar yang berdiri sendiri di tengah, hanya lahan besar kosong yang terlihat.
‘’Kakak Ramos, kenapa kita kemari?’’ tanya Pangeran Rui muda dengan wajah ngeri.
Brush!
Kobaran api langsung meluap di bagian tengah lantai membuat semuanya terpaku.
‘’Ck! Aku tidak akan membiarkannya!’’ seru Pangeran Ramos muda berlari ke arah bangunan itu dan masuk menerobos.
‘’Pangeran Keempat!’’ teriak semuanya.
Boom! Boom! Boom!
*Setelah Pangeran Ramos muda masuk, beberapa ledakan langsung muncul membuat bangunan itu runtuh sedikit demi sedikit.
Pangeran Rui muda yang melihatnya tertegun. Pandangannya beralih ke Raja Rivazreich*.
‘’A-Ayahanda, K-Kakak Ramos,‘’ ucapnya gemetar.
Kaisar Helios menggertak gigi. ‘’Panglima, kenapa kau hanya diam?!’’
‘’Cepat selamatkan Pangeran Keempat dan Putri Ketiga!’’ seru Panglima berlari menghampiri bangunan.
Serentak semua prajurit bergerak menuju ke bangunan tersebut. Tidak terduga, ledakan muncul dari bawah secara acak membuat tanah berguncang. Kaisar Helios hanya mengepalkan tangan menyaksikan hal itu.
__ADS_1
Tiba-tiba ledakan besar meledakkan bangunan tersebut dalam sekejap, membuat Kaisar dan Raja membulatkan mata
‘’Rakia!’’
‘’Ramos!’’
Aku percaya kepadamu. Aku bertaruh penuh atas dirimu Panglima, kumohon selamatkan Putri Ketiga bersama Pangeran Keempat, kata Kaisar Helios dalam hati.
Langit tiba-tiba menjadi gelap hingga akhirnya turun hujan. Asap yang tadinya meluas menutupi pandangan mata, perlahan menghilang. Kedua penguasa negara itu tidak peduli lagi hujan membasahi tubuh mereka.
Deg!
‘’Ya-Yang Mulia?’’ tatap Pengawal Maru dan Pengawal Mori.
Kedua penguasa negara itu terpaku melihat pemandangan tersebut. Ledakan beruntun tadi berhasil menyapu bersih puluhan prajurit tanpa tersisa. Bangunan besar itu juga sudah runtuh dalam sekejap akibat ledakan besar terakhir tadi.
‘’Rakia, tidak mungkin.‘’
Mata Kaisar Helios mulai memerah saat tidak melihat tanda-tanda dari putrinya begitu juga Raja Rivazreich yang tidak melihat keberadaan putranya.
‘’Mereka berdua tidak mungkin,‘’ kata Raja Rivazreich.
Kaisar Helios mengerutkan dahi. ‘’Itu....‘’
Ia melihat sosok di tengah reruntuhan bangunan berdiri membelakangi mereka sambil menggendong seorang anak perempuan dengan ala bridal style. Tanpa membuang waktu, Kaisar langsung berlari ke arah sosok itu disusul Raja dan yang lainnya.
‘’Kakak Ramos! Syukurlah.’’
Dahi berdarah, memar di sudut mata dan bibir, berbagai robekan disertai luka bakar di bagian punggung. Ya, keempat orang itu menatap kondisi Pangeran Ramos muda yang tengah menggendong Putri Rakia muda.
Boom!
Ledakan tiba-tiba muncul di sela-sela hujan turun membuat mereka terhempas.
Boom! Boom!
Mereka yang tersebar hanya merunduk ke tanah agar tidak terhempas lagi. Pangeran Ramos muda mencari keberadaan Putri Rakia muda.
__ADS_1
Deg!
Dilihatnya anak perempuan tadi terkapar di tanah tidak jauh dari tempat Pangeran Rui muda merunduk. ‘’Rui! Rakia ada di sekitarmu! Bawa dia dan tinggalkan tempat ini sekarang juga, sebelum bom muncul lagi!’’
Pangeran Rui muda segera menghampiri Putri Rakia muda. Ia mengangkatnya dengan ala bridal style seperti kakaknya tadi, dan berlari sekuat tenaga.
Deg!
*Ia terhenti tepat di bawah puin-puin kerangka bangunan karena ujung celananya tiba-tiba tersangkut.
Pangeran Ramos muda yang sudah tiba di atas berbalik melihat adiknya masih ada di bawah. ‘’Rui*!’’
Raja dan Kaisar spontan berbalik dan tertegun melihat Pangeran Rui muda sedang kewalahan menarik kakinya yang tersangkut.
‘’Argh! Ayolah, cepat terlepas!’’
‘’Rui awas!!’’
Mendengar teriakan itu, Pangeran Rui muda mendongakkan kepala melihat kerangka kayu terjatuh dan akan menimpanya. Pandangannya kembali ke ujung celananya yang masih tersangkut dipenuhi kecemasan. Tidak punya pilihan lain, ia berlutut dan segera memeluk Putri Rakia muda sampai akhirnya kerangka kayu itu mengenai punggungnya.
‘’Akh!’’ ringis Pangeran Rui muda merasakan panas dari kerangka kayu yang menimpanya.
Flashback off
Putri Rakia tertegun.
...Visual Putri Rakia muda...
...Visual Pangeran Ramos muda...
...Visual Pangeran Rui muda...
__ADS_1