My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 35 Perasaan yang tidak dimengerti


__ADS_3

2 hari kemudian...


"Dia benar-benar tidak pulang," kata Rakia yang tepar di sofa.


"Tunggu. Bagaimana aku bisa mengetahui apakah ada bekas luka di punggungnya jika dia tidak pernah pulang?!"


Ia mengambil ponselnya di kantong seragam maid dan menghubungi seseorang.


......................


Las Vegas Strip


Rakia menuruni mobil mengenakan sweater longgar gaun mini abu-abu dengan bagian lengan yang berbulu lebat serta kacamata Chopard De Rigo Vision kesukaannya.


"Jangan beritahu Ayahanda soal ini," kata Rakia menatap supir pribadinya.


"Saya mengerti, Tuan Putri."


Rakia menyuruhnya pergi. Ya, ia membawa supir pribadinya agar ikut ke Inggris juga tanpa sepengetahuan ayahnya.


Mobil itu melaju pergi sedangkan Rakia menatap ke sekeliling.


"Jika lokasinya di sini lalu kenapa aku tidak melihat syuting pengambilan gambar?"


......................


Mansion Pribadi Pangeran Kelima


Pangeran Rui dengan posisi tengkurap mulai membuka mata. "Sudah pagi, ya?"

__ADS_1


Ia bangkit sambil mengacak-ngacak rambutnya. "Beberapa hari ini hanya di mansion. Sebaiknya aku keluar untuk jalan-jalan."


......................


Las Vegas Strip


Sejak tadi Rakia hanya menyusuri tempat itu tanpa menemukan sosok Pangeran Rui. "Aku sudah mengelilingi tempat ini, sebenarnya Rui di mana?"


Wanita itu beristirahat lalu menatap langit yang terlihat mendung.


Di sisi lain, Pangeran Rui menuju ke mobil dan mengemudikannya keluar.


"Mm, enaknya makan apa, ya?"


Saat lampu merah menyala, ia menghentikan mobilnya sambil menatap ke sekitar.


Pangeran Rui melihat seorang wanita yang duduk sambil menatap langit. Ia pun mengikuti arah pandang wanita itu melihat ke langit juga.


......................


Santa Monica


Sebuah mobil mewah terparkir. Keluar sosok Pangeran Rui mengenakan kameja polos putih sebagai dalaman mantel panjangnya dan celana jeans serta sepatu kulit memasuki sebuah restoran megah.


Pemilik restoran menyambutnya dan membawanya ke ruang VVIP. Tak lama kemudian, puluhan pelayan datang membawa hidangan.


Pangeran Rui mulai menyantap hidangan itu.


Masakan buatan Rakia masih jauh lebih baik, kata Pangeran Rui dalam hati.

__ADS_1


Hujan tak kunjung reda hingga sore. Wanita yang dilihatnya di lampu merah masih ada dipikirannya.


Wanita itu tidak asing, pikir Pangeran Rui dalam hati.


Saat mengingat pakaian yang dikenakan wanita itu membuatnya samar-samar. "Sweater longgar gaun mini abu-abu dengan bagian lengan yang berbulu lebat, di mana aku pernah melihatnya, ya?"


Ingatannya mengenai anak perempuan yang mengenakan pakaian yang sama membuat Pangeran Rui tersadar dan bergegas pergi.


......................


Las Vegas Strip


Orang lalu lalang menggunakan payung, sedangkan Rakia hanya menunduk dengan pakaian yang basah kuyup.


Naze watashi kore o ya~tsu te iru no(Kenapa aku melakukan ini)? Heh, tanya Rakia dalam hati.


Naze watashi kare o ma~tsu te iru no(Kenapa aku menunggunya)?! Cih, seru Rakia dalam hati sambil mengepalkan tangan.


Saat itu juga ia melihat sebuah kaki di hadapannya membuatnya mendongakkan kepala dan melihat Pangeran Rui tanpa menggunakan payung.


"Baka janai no(Apa kau bodoh)?" tanya pria itu dengan nafas tersengal.


"Bukannya berteduh atau pulang, kau malah berdiam di sini, jika aku tidak datang apakah kau akan men—"


"Bodoh! Aku juga tidak mengerti kenapa aku melakukan ini?!" marah Rakia memotong kalimat Pangeran Rui.


Pangeran Rui menarik Rakia ke dalam pelukannya.


"Maaf ... Maaf karena aku tidak mengenalimu tadi. Setelah melihat gaun yang pernah kau pakai saat kecil, aku baru sadar."

__ADS_1


Pria itu membuka mantel panjangnya lalu menutupi Rakia dan menarik wanita itu pergi.


__ADS_2