My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 86 Membuat Moment


__ADS_3

Pagi ini, Rakia merasa sedikit tidak fit menjalankan tugasnya. Ia mengerutkan dahi melihat 12 pangeran tidak jauh dari tempatnya berdiri. ‘’Apakah mereka dikumpulkan lagi oleh Raja?’’


Rakia berjalan menghampiri. ‘’Kalian....‘’


‘’Aku dengar hari ini adalah hari terakhirmu berada di istana,’’ kata Pangeran Bamie.


‘’Ayahanda sudah menceritakan semuanya kepada kami,’’ kata Pangeran Anon.


‘’Kalau kondisi keluargamu sedang tidak baik,’’ lanjut Pangeran Goyu.


‘’Setelah semua yang kau lakukan, entah kenapa kami merasa tidak rela kau akan pergi,’’ kata Pangeran Aron.


‘’Ah~ pria cantik sepertiku merasa kesepian,’’ kata Pangeran Ren dengan logat anehnya.


‘’Kami sudah merasa dekat denganmu meskipun kau seorang pelayan,’’ kata Pangeran Zelho.


‘’Jadi sebelum kau pergi, kami akan melakukan sesuatu yang tidak akan kau lupakan,’’ kata Pangeran Reonharu.


Rakia menatap Pangeran Rui yang memalingkan wajah. Mengingat kejadian kemarin membuatnya merasa sedikit tidak nyaman. Pangeran Ramos yang melihatnya hanya diam.


‘’Sebelumnya terima kasih. Tapi Anda semua tidak perlu melakukan hal itu. Aku juga merasa sedikit tidak enak badan hari ini,’’ kata Rakia.


Namun, 12 pangeran itu menariknya pergi. ‘’Ayo!’’


‘’Tu-Tunggu!‘’ protes Rakia.


......................


Kamar Pangeran Keduabelas


Sesekali Pangeran Reonharu mengeluh karena para saudaranya menegur.


‘’Aduh, Reonharu kenapa selalu ada satu not yang tidak tepat?’’ tanya Pangeran Ren.


......................


Kamar Pangeran Kedelapan


Mereka berkumpul untuk berjudi. Pangeran Goyu mengomel karena para saudaranya bermain tidak sesuai dengan aturan.


‘’Hei, jangan seperti itu! Kalian mencemari permainannya kalau tidak menuruti aturan,’’ tegur Pangeran Goyu.

__ADS_1


‘’Ayolah, ini bukan judi sungguhan. Kita ini sedang bersenang-senang, jadi jangan fokus ke aturan dulu,’’ kata Pangeran Aron.


Bugh!


Semua melirik ke arah Pangeran Ketiga yang memukul meja.


‘’Aturan tetaplah aturan. Tidak ada yang boleh melanggarnya bahkan itu penguasa negara sendiri. Kalau tidak ada aturan, negara akan kacau balau, karena itulah aturan sangat penting,’’ kata Pangeran Akakuro dengan ciri khasnya mendorong kacamata di bagian tengkuk hidung.


Semua hanya memasang raut wajah bodoh mendengar ceramah pria tadi.


‘’Kakak Akakuro benar-benar menjunjung tinggi kedisplinan,’’ kata Pangeran Zelho.


‘’Entah apa yang terjadi jika dia memiliki seorang istri yang kebalikan dari dirinya,’’ tatap Pangeran Kurotsukki.


......................


Kamar Pangeran Kesepuluh


‘’Silahkan,’’ kata Pangeran Bamie menyuguhkan dessert.


Semua terbelalak melihat isi kamar pria ini.


‘’Katakan padaku kalau kita bukan di Wonderland,’’ kata Pangeran Ereri sedikit pusing.


‘’Ah! Kakak Ren kenapa merusak citra dessert milikku? Penampilannya jadi tidak cantik,’’ kata Pangeran Bamie.


Mereka sampai berakhir perang mencolek wajah. Melihat hal itu, Rakia sedikit tersenyum.


Pangeran Kesembilan, Keduabelas dan Kedelapan mengepung Pangeran Keenam.


‘’Jangan di wajahku,’’ kata Pangeran Anon bergidik.


Ketiga pria itu tersenyum jahat.


‘’Optimus!’’ teriak Pangeran Anon.


Optimus berdiri di depan Pangeran Anon dengan tampang menyeramkan sambil menggeram.


‘’Kenapa dia tiba-tiba menjadi seram seperti itu?’’ tanya Pangeran Bamie.


‘’Kurasa Optimus sudah menunjukkan jati dirinya,’’ tatap Pangeran Aron.

__ADS_1


......................


Kamar Pangeran Kesembilan


‘’Pangeran Kesembilan sudah bisa berdansa?!’’ pekik semuanya.


Mereka bertepuk tangan menikmati dansa Pangeran Ren, sampai mereka bergilir berdansa sambil mengoper Rakia.


Semakin ingin membuat suasana menjadi seru, semua menuju ke taman bermain dan melakukan kejar-kejaran bersama Optimus. Mereka juga bersenang-senang di taman bunga sambil berlomba melukis, meskipun sudah jelas Pangeran Zelho yang terbaik.


‘’Kakak Akakuro melukis menara?’’ tatap Pangeran Rui.


‘’Sungguh tidak sopan. Ini bukan menara, tapi menara jam,’’ jawab pria berkacamata.


Pangeran Bamie berbisik di sebelah Pangeran Keempat. ‘’Bahkan saat melukis dia memilih jam sebagai lukisannya.’’


Mereka menuju ke Paviliun Eropa gaya klasik di sisi lain taman. Sudah ditebak, saat Pangeran Akakuro hendak memberikan quiz, semua orang langsung hilang dan memilih bersembunyi yang berakhir jadi petak umpet.


Setelah itu, semua bermain tatap menatap dengan Pangeran Pertama. Tidak ada yang bisa menatap tatapan dingin Pangeran Ereri lebih dari 2 detik. Mereka terkekeh melihat raut wajah ketakutan setiap orang. Namun, saat giliran Pangeran Keempat, semuanya memasang raut wajah bodoh.


‘’Sudah 12 menit mereka berdua saling bertatapan,’’ kata Pangeran Kurotsukki.


‘’Inilah kekuatan sebenarnya dari si balok es,’’ kata Pangeran Goyu.


......................


Sore telah tiba, dan mereka berkumpul di paviliun taman.


‘’Benar-benar menyenangkan,’’ kata Pangeran Reonharu.


‘’Ini pertama kalinya kita berkumpul sambil bersenang-senang,’’ kata Pangeran Kurotsukki.


‘’Padahal kau ini hanya seorang pelayan,’’ kata Pangeran Goyu.


‘’Tapi bisa membuat kita melakukan ini demi dirimu,’’ sambung Pangeran Aron.


‘’Jangan merasa sombong karena diperlakukan seperti ini oleh kami,’’ tambah Pangeran Anon.


‘’Berterima kasihlah wahai rakyat rendah,’’ kata Pangeran Bamie.


‘’Meskipun sudah pergi, kau tetap pelayan pribadi kami,’’ kata Pangeran Zelho.

__ADS_1


Rakia menerima cibiran seperti biasa, tapi itu tidak membuatnya kesal dan malah tersenyum. ‘’Terima kasih.’’


__ADS_2