
Ruang VVIP 3
‘’Bagaimana? Apakah mereka berdua sudah masuk di ruangan yang sudah kau pesan?’’ tanya Putri Yuriki.
‘’Ya. Mereka berdua pasti sudah melepas rindu,’’ jawab Putri Nikki.
Pangeran Yuga hanya menghela nafas cemas. ‘’Tapi, kalau Kakak Rakia sampai tahu rencana ini, kira-kira apa yang akan terjadi?’’
‘’Jangan khawatir. Rakia tidak akan marah setelah bertemu dengan pria yang dia sukai,’’ kata Putri Ukii.
‘’Mari lanjutkan poin berikutnya,’’ kata Pangeran Kairi.
......................
Ruang VVIP 1
Putri Rakia tersenyum puas melihat Pangeran Zelho sejak tadi hanya diam. ‘’Ada apa? Kenapa menjadi diam seperti ini?’’
‘’Stt, aku hanya sedang mencoba mencerna situasi sekarang,’’ jawab Pangeran Zelho.
Wanita itu tampak memikirkan sesuatu. ‘’Jadi, bagaimana keadaan para Pangeran lainnya setelah aku pergi?’’
‘’Seperti biasa. Kami sibuk dengan urusan masing-masing,’’ jawab pria berambut pink itu.
Putri Rakia terdiam untuk sesaat. ‘’Ramos … Bagaimana keadaannya?’’
Pangeran Zelho mengerutkan dahi. ‘’Kakak Ramos? Memangnya ada apa dengannya?’’
Deg!
Putri Rakia tersadar akan keceplosannya. Seharusnya ia sudah tahu kalau belum ada satu pun dari mereka yang mengetahui penyakit Pangeran Ramos.
__ADS_1
‘’Rakia?’’ panggil Pangeran Zelho.
‘’Eh, ah, ahaha, um, hem! Apa salahnya aku menanyakan kabarnya?’’ tanya Putri Rakia grogi.
Pangeran Zelho tersenyum jahat. ‘’Mm~ apakah mungkin kau menyukai Kakak Ramos?’’
Jantung Putri Rakia langsung berdebar, apalagi ia bisa merasakan wajahnya sudah merona. ‘’Berhenti mengatakan hal yang konyol.’’
‘’Kau menanyakan kabar kami semua atau memang hanya ingin mengetahui kabar Kakak Ramos?’’ tanya Pangeran Zelho dengan smirk di wajahnya.
Putri Rakia tersenyum dengan alis berkerut. ‘’Bukankah aku sudah menanyakan kabar kalian semua beberapa menit yang lalu?’’
‘’Oh iya. Ada sesuatu yang ingin kusampaikan mengenai Kakak Ramos,’’ kata Pangeran Zelho teringat.
‘’Apa?’’ tanya Putri Rakia.
‘’Saat menghadiri acara ulang tahun Nona Mezool, kami semua berbincang mengenai kecantikan teman masa kecil Kakak Rui itu.’’
Mendengar nama Mezool, membuat Putri Rakia mengingat kejadian malam itu. Tubuhnya kembali gemetar meskipun ia tidak memperlihatkan hal itu. Bibirnya yang gemetar berusaha tersenyum.
‘’Zelho, sebenarnya apa yang ingin kau katakan?’’ tanya Putri Rakia merasa tidak mengerti.
‘’Aku sekarang sudah tahu siapa sosok wanita yang bisa membuat Kakak Ramos berpaling dari kecantikan Nona Mezool. Itu karena sosok wanita tersebut adalah dirimu.’’
Putri Rakia terdiam. ‘’Oh.’’
‘’Kau ini bereaksi sedikit saja bisakah? Kenapa hanya datar begini?’’ tanya Pangeran Zelho.
Saat itu juga, seorang pelayan datang membawa sebotol anggur.
‘’Kau yang memesannya?’’ tanya Putri Rakia.
__ADS_1
Pangeran Zelho menggeleng dengan alis berkerut. ‘’Kupikir kau yang memesannya.’’
Kedua orang itu dibuat bingung sambil pelayan tadi menuangkan anggur di masing-masing gelas.
‘’Ya sudah, karena terlanjur datang, lebih baik mencicipinya,’’ kata Putri Rakia.
‘’Mungkin ini jamuan khusus untuk kita, karena menghadiri acara pameran ini,’’ kata Pangeran Zelho.
Putri Rakia dan Pangeran Zelho sedikit menggoyangkan gelas sebelum akhirnya kedua orang itu saling mendentingkan gelas mereka, lalu mencicipi anggur tersebut.
‘’Hee~ ternyata kau juga tahu tata cara minum anggur, apalagi ini Screaming Eaggle Cabernet,’’ kata Pangeran Zelho.
Putri Rakia tersenyum remeh. ‘’Dasar bodoh, aku ini seorang putri jadi sudah jelas aku tahu hal begini. Selain itu, aku lebih tua darimu jadi sudah cukup umur untuk meminumnya. Lagi pula, ini sudah lama sejak aku tidak pernah minum anggur karena menjalani hu—‘’
Deg!
Ia terdiam saat merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya setelah meminum anggur tadi.
‘’Rakia, ada apa? Kenapa ka—‘’
Deg!
Sama halnya dengan Putri Rakia, Pangeran Zelho juga merasakannya.
Kenapa tubuhku terasa panas? Stt, ucap kedua orang itu dalam hati bersamaan.
Aneh, kondisi tubuhku baik-baik saja beberapa menit yang lalu, kenapa tiba-tiba merasa panas seperti ini? Cih, bingung Pangeran Zelho dalam hati.
Keduanya tersadar lalu saling memandang satu sama lain, sampai pandangan mereka beralih ke botol anggur.
Jangan-jangan anggur ini … Di dalamnya, kata Pangeran Zelho dalam hati.
__ADS_1
Seseorang telah menaruh obat di dalam anggurnya! Gawat, Pekik Putri Rakia dalam hati.
Putri Rakia kemudian teringat dengan tingkah Putri Nikki yang akhir-akhir ini mencurigakan. Tangannya mengepal.