My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 141 First Night


__ADS_3

Kedua orang itu hanya diam tanpa ada yang berbicara.


‘’Aku akan mandi,’’ kata Pangeran Ramos bangkit.


‘’Iya. Setelah itu giliranku,’’ kata Putri Rakia.


‘’Tidak ingin ikut masuk ke dalam?’’ pancing Pangeran Ramos membuat wanita tadi merona.


‘’Cepatlah masuk!’’ teriak Putri Rakia.


Pangeran Keempat terkikik.


Putri Rakia memegang kedua pipinya. ‘’Ah~ kenapa aku kaku sekali? Dia hanya biasa saja. Sepertinya hanya aku yang gugup di sini.’’


Beberapa menit kemudian Pangeran Ramos keluar. ‘’Airnya su—‘’


‘’Giliranku!’’ kata Putri Rakia dengan cepat berlari masuk.


Pangeran Ramos hanya mengangkat sebelah alisnya.


......................


Kamar Mandi


‘’Ah~ ternyata memang hanya aku saja yang gugup!’’ gerutu Putri Rakia.


......................


Putri Rakia memegang erat jubah handuk mandinya, menghampiri pria yang juga masih mengenakan jubah handuk mandi.


‘’Kenapa tidak memakai pakaianmu?’’ tanya Putri Rakia.


‘’Aku menunggumu,’’ jawab Pangeran Ramos.


‘’Eh? Kenapa menungguku?’’


Pangeran Ramos langsung menariknya ke kasur lalu menindihnya.


‘’Ra-Ramos!’’


‘’Kenapa? Sekarang kita berdua sudah resmi menjadi suami-istri. Jadi aku punya hak atas semua dirimu,’’ kata Pangeran Ramos datar.


‘’Hehe ... Itu, aku ingin memakai bajuku,’’ kata Putri Rakia hendak bangkit.


Pangeran Ramos tersenyum. Ia memajukan wajahnya.


Apakah secepat ini?! Argh, kita akan melakukan penyatuan itu, kata Putri Rakia dalam hati.


Sebelum menyentuh bibir istrinya, mata Pangeran Ramos terbuka dan melihat Putri Rakia yang terlihat cemas memejamkan matanya.


‘’Puff!’’


Mata Putri Rakia terbuka mendengar pria tadi terkikik.

__ADS_1


‘’Kau sampai segitu takutnya?’’


‘’Bu-Bukan seperti itu.’’


‘’Aku hanya menggodamu, dan kau sepucat ini? Bagaimana kalau aku akan benar-benar melakukannya?’’


‘’Ha?!’’


Putri Rakia bangkit dengan perasaan kesal bercampur malu. ‘’Jadi kau sengaja melakukannya?’’


‘’Sejak tadi kau terlihat kaku begitu terang-terangan.’’


Putri Rakia mempoutkan kedua pipinya, membuat Pangeran Ramos memberinya kecupan mendadak.


‘’Selamat tidur istriku sayang.’’


Sudah ditebak wajah Putri Rakia sudah merona sambil menunduk.


......................


Keesokan harinya...


Putri Rakia terduduk dengan lingkaran hitam di bawah matanya.


Argh! Aku benar-benar terjaga dan tidak terjadi apa pun, ucapnya dalam hati.


‘’Kenapa wajah Rakia seperti itu?’’ bisik Pangeran Aron.


‘’Memangnya kenapa?’’ tanya Pangeran Goyu.


‘’Sudah pasti karena mereka sibuk melakukan hal itu.’’


‘’Apa?! Maksudmu hal yang biasa dilakukan oleh suami-istri?’’


‘’Jika sudah tahu kenapa masih bertanya?’’


‘’Tetapi Kakak Ramos hanya biasa-biasa saja. Dia terlihat segar.’’


‘’Putri Ketiga kenapa tidak menyentuh sarapan?’’ tanya Putri Kagura.


‘’Eh? Mohon maaf,’’ kata Putri Rakia.


‘’Anda terlihat kurang sehat,’’ tatap Putri Kagura.


‘’Terima kasih atas perhatian Putri Kagura, tapi saya baik-baik saja.’’


‘’Pangeran Keempat sudah memiliki pendamping, jadi kami menyerahkan semua kebutuhannya kepada Anda,’’ kata Pangeran Shinsuke.


......................


Setelah sarapan, Putri Rakia dan 12 Pangeran menuju ke taman.


‘’Jadi bagaimana malam pertamanya?’’ tanya Pangeran Aron.

__ADS_1


‘’Apa yang kau katakan?’’ tanya Putri Rakia.


‘’Aku tahu, kalian berdua pasti sudah melakukannya."


‘’Tidak terjadi apa pun di antara kami!’’ tegas Putri Rakia.


‘’Tidak perlu malu-malu. Hal itu sudah biasa terjadi dikalangan suami-istri,’’ kata Pangeran Reonharu.


‘’Memang tidak ada yang terjadi semalam,’’ kata Pangeran Ramos.


11 pria di sana bersamaan terbelalak.


‘’Ramos? Hem! Maksudku Anda tidak melakukannya?’’ tanya Pangeran Kurotsukki.


‘’Tidak,’’ jawab Pangeran Keempat langsung.


‘’Kenapa bisa seperti itu? Suami-istri yang sudah menikah, melakukannya di malam pertama pernikahan,’’ kata Pangeran Ren.


‘’Tapi aku tidak,’’ jawab Pangeran Keempat.


‘’Sungguh tidak terjadi apa pun?’’ tanya Pangeran Bamie.


‘’Tidak terjadi apa pun,’’ jawab pria berambut putih itu kesekian kalinya.


‘’Kalau begitu lakukan malam ini!’’ usul Pangeran Zelho.


‘’Hei? Kenapa kalian yang begitu bersih keras, menyuruh kami melakukannya?’’ protes Putri Rakia.


‘’Karena itu sudah wajib,’’ kata Pangeran Anon.


‘’Sejak kapan ada undang-undang yang mengatakan hal itu?’’ tanya Putri Rakia.


‘’Kalau begitu akan segera kuusulkan,’’ kata Pangeran Akakuro.


‘’Ereri? Tegur adik-adikmu ini!’’ perintah Putri Rakia.


‘’Hei? Jangan menyebut namaku secara langsung. Aku ini Pangeran Pertama!’’ perintah Pangeran Ereri.


‘’Tapi mereka bersih keras memaksaku!’’ kesal Putri Rakia.


......................


‘’Aku benar-benar kesal dengan kejadian tadi pagi!’’ kesal Putri Rakia memeluk suaminya.


‘’Tidak usah dipikirkan. Kau tahu sendiri bagaimana sifat mereka selama ini,’’ kata Pangeran Ramos.


Pangeran Ramos mendaratkan dagunya di kepala istrinya.


‘’Ramos?’’


‘’Ya?’’


‘’Aku tidak percaya ... Baru saja kemarin aku yang tadinya tidak mengetahui apa-apa, melalui begitu banyak cobaan sampai akhirnya menikahi sosok penyelamatku yang selama ini aku cari. Sudah banyak hal terjadi antara aku, kau dan Rui. Perasaanku menjadi bingung, dan keadaan semakin rumit sampai akhirnya aku menyadari perasaanku. Rui tidak menerimanya, tetapi setelah semuanya mengetahui penyakitmu, entah kenapa dia tiba-tiba menyetujuinya. Tapi syukurlah dia bisa mengerti, dengan begitu tidak ada pihak yang tersakiti.’’

__ADS_1


Merasa pria yang dipeluknya hanya diam, membuat Putri Rakia mendongakkan kepala. "Ramos? Ah, dia ketiduran.’’


Terbentuk senyuman di bibirnya dan memilih tidur dipelukan suaminya. ‘’Aku mencintaimu.’’


__ADS_2