
Putri Yuriki terbelalak karena pria itu langsung mendorongnya dan menindih kedua tangannya di kasur. ‘’Ra-Rakia?’’
‘’Jangan katakan hal itu adalah terakhir kalinya!’’ seru Pangeran Ereri.
Pria tadi langsung mencium bibir Putri Yuriki, sosok wanita yang selama ini ia rindukan.
Kenapa Rakia menciumku?! Ini salah, pekik Putri Yuriki dalam hati.
Keduanya mengambil nafas setelah berciuman agak lama.
Apa yang aku lakukan? Aku baru saja menciumnya! Bagaimana aku akan menjelaskannya? Stt, pekik Pangeran Ereri dalam hati.
Putri Yuriki bangkit sambil mengusap bibirnya. ‘’Tidak kusangka kau akan sejauh ini mencium kakakmu.’’
‘’Ma-Maaf, aku harus pergi!’’ kata Pangeran Ereri bergegas.
Namun, tangannya ditarik oleh wanita tadi. ‘’Setelah apa yang kau lakukan kepada kakakmu?’’
‘’Maaf aku ti—‘’ ucapannya terpotong saat Putri Yuriki memberinya kecupan di pipi.
‘’Ini balasanku. Puff! Aku merasa geli,’’ kikik Putri Yuriki.
Sudah ditebak, wajah Pangeran Ereri merona bukan main. ‘’A-Aku pergi!’’
Putri Yuriki menghela nafas sambil tersenyum. ‘’Tapi, kenapa jantungku berdebar saat dia menciumku, ya?’’
......................
Ruang Pertemuan
‘’Pangeran Pertama, aku harap Anda punya argumen yang masuk akal setelah mengatakan hal itu,’’ kata Raja Rivazreich melontarkan tatapan serius.
‘’Alasannya cukup sederhana, itu karena aku tidak menyukai Putri Pertama’’ jawab Pangeran Ereri palsu.
Bugh!
Pangeran Ren terkaget saat mendengar suara ayahnya dari earphone yang sedang memukul meja.
‘’Hentikan omong kosongmu! Kau sadar apa yang telah kau katakan?!’’ marah Raja Rivazreich.
‘’Yang Mulia, tenanglah,’’ kata Ratu Rivazreich.
__ADS_1
Tidak bisa disangkal, meskipun Rakia menyamar sebagai Pangeran Ereri, ia tetap merasa gemetar setelah dibentak. Suasana di sana sangat memberi tekanan.
‘’Saya tahu apa yang saya katakan, dan resiko dari pembatalan rencana pertunangan ini,’’ kata Pangeran Ereri palsu.
‘’Kalau sudah tahu, kenapa masih melakukannya?! Apalagi di hadapan Kaisar dan Permaisuri Helios,’’ kata Raja Rivazreich setenang mungkin.
‘’Saya memang menolak rencana pertunangan ini, tapi tidak mengatakan untuk membatalkannya,’’
‘’Pangeran Pertama!’’ seru Raja Rivazreich.
‘’Yang Mulia, pernahkah Anda bertanya apakah kami berdua menerima pertunangan ini?’’ tanya Pangeran Ereri palsu.
‘’Itu tidak perlu. Apa pun yang Anda katakan pertunangan ini akan tetap berlangsung!’’ tegas Raja Rivazreich.
‘’Putri Pertama, apakah Anda hanya akan diam tanpa membela dirimu?’’ tanya Pangeran Ereri palsu.
Putri pertama hanya diam.
‘’Putri Pertama!’
‘’Cukup! Jangan melibatkan Putri Pertama ke dalam sikap bodohmu!’’ tegur Raja Rivazreich.
‘’Putri Pertama, apakah itu benar?’’ tanya Kaisar Helios.
Pangeran Ren yang mendengarnya dari earphone hanya menunggu jawaban.
‘’Iya, itu benar. Maafkan aku, Ayahanda,’’ kata Putri Pertama.
‘’Aku harap rencana pertunangan ini dapat dipertimbangkan,’’ kata Pangeran Ereri palsu.
‘’Pertunangannya tidak akan dibatalkan,’’ kata Raja Rivazreich.
‘’Ayahanda!’’ seru Pangeran Ereri palsu.
‘’Damare(Diam)! Aku akan berurusan denganmu setelah tiba di istana,’’ tatap Raja Rivazreich dingin.
Pangeran Ren yang mendengarnya merasa frustasi. ‘’Oh tidak, sepertinya kakak tertua dalam masalah.’’
‘’Kalau begitu aku ingin tahu sosok yang disukai Pangeran Pertama,’’ kata Kaisar Helios.
‘’Putri Kedua, Yuriki de Gabrielle Helios,’’ jawab Rakia.
__ADS_1
‘’Bagaimana dengan Putri Pertama?’’ tanya Kaisar sekali lagi.
‘’Pangeran Kesembilan, Ren von Rivazreich,’’ jawab putri pertama.
Kaisar Helios terkekeh pelan, membuat Raja Rivazreich bingung.
‘’Tapi, beritanya sudah menyebar,’’ kata Raja Rivazreich.
‘’Beritanya memang sudah tersebar. Tapi belum mengumumkan siapa yang akan bertunangan,’’ kata Kaisar Helios.
‘’Ah, kenapa aku sampai lupa?’’ kata Raja Rivazreich.
‘’Bagaimana kalau adakan 2 pertunangan sekaligus di hari yang sama?’’ tanya Kaisar Helios.
Raja Rivazreich tersenyum sambil mengangguk.
Melihat hal itu, Rakia menatap Kaisar Helios dengan kagum.
Ayahanda, kau ternyata bisa diandalkan, aku menyayangimu! Heh, ucapnya dalam hati.
Setelah masalah beres, Pangeran Ren segera menuju ke halaman belakang.
‘’Ren, akhirnya kau da—‘’ ucapan Pangeran Ereri terpotong.
‘’Wah, terima kasih!’’ tangis Pangeran Ren meledak sambil memeluk, membuat Pangeran Ereri mendorongnya.
‘’Kau ini kenapa?’’
Pangeran Ren menggenggam kedua tangan kakaknta, membuat Pangeran Ereri menghentakkannya. ‘’Jangan menyentuh tanganku!’’
‘’Hiks … Hiks … Rakia aku tidak percaya kau sungguh berhasil mencegah pertunangannya.’’
Pangeran Ereri yang risih tadi terbelalak. ‘’Sungguh?!’’
‘’Eii, kau ini tidak perlu berpura-pura,’’ kata Pangeran Ren meninju dada Pangeran Ereri.
Mata Pangeran Ereri membulat besar saat punggungnya ditepuk berulang kali dengan keras. ‘’Uhuk! Uhuk!’’
‘’Kau ini lemah sekali. Wajar karena kau wanita.’’
Ren sepertinya mengira aku adalah Rakia, kata Pangeran Ereri dalam hati.
__ADS_1