My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 59 Teman Masa Kecil Muncul


__ADS_3

Rakia tanpa sengaja melihat Pangeran Rui berdiri di teras utama sambil menatap sebuah mobil yang baru datang. ‘’Siapa?’’


Muncul sosok wanita berambut panjang mengenakan mantel berbulu. ‘’Rui!’’


Begitu keluar dari mobil, wanita itu langsung memeluk Pangeran Kelima.


‘’I miss u so much,’’ kata wanita berambut panjang.


Pangeran Rui tersenyum. ‘’Me 2. Bagaimana kabarmu?’’


‘’Seperti yang kau lihat, aku sehat,’’ senyum wanita tersebut.


Rakia yang menyaksikan pemandangan itu mengerutkan dahi. ‘’Mereka terlihat begitu dekat, bahkan sampai memeluk Rui di depan pelayan, apakah mungkin dia pacarnya Rui?’’


‘’Puff! Pacar?’’


Suara kikik dari belakang membuat Rakia berbalik dengan cepat.


‘’Ramos, sejak kapan kau ada di belakangku? Membuatku kaget saja.’’


‘’Aku memanggilmu tapi kau tidak dengar, jadi kuhampiri saja.’’


Pangeran Ramos mengalihkan pandangannya. ‘’Kenapa memandangi mereka berdua?’’


‘’Wanita itu,’’ tatap Rakia yang kembali menatap kedua orang tadi.


‘’Dia putri seorang Panglima, sekaligus teman masa kecil Rui,’’ kata Pangeran Ramos.


Teman masa kecil? Pantas saja wanita itu langsung memeluknya begitu menuruni mobil, kata Rakia dalam hati.


Pangeran Ramos menatap Rakia yang begitu serius memandangi kedua orang tadi. ‘’Rakia?’’

__ADS_1


‘’Ya?’’


Pria berambut putih itu terdiam. ‘’Tidak ada apa-apa.’’


‘’Ha?’’ bingung Rakia.


Pangeran Ramos berbalik untuk pergi tanpa memberitahu Rakia yang masih memandangi Pangeran Rui dan wanita itu.


‘’Kau baru saja tiba, ayo masuk dulu,’’ ajak Pangeran Rui.


......................


Kamar Pangeran Kelima


‘’Dekorasinya sangat beda semenjak kita tumbuh dewasa,’’ tatap wanita itu menyusuri seluruh sisi kamar.


‘’Begitu juga denganku yang sekarang lebih tampan,’’ kata Pangeran Rui.


‘’Hm~ kau pikir tidak ada orang lain yang lebih cantik darimu?’’


Mendengar ucapan teman masa kecilnya, membuat senyuman wanita itu luntur. ‘’Memangnya siapa yang bisa menandingiku?’’


Pangeran Rui tersenyum sambil mengangkat kedua bahu. ‘’Tidak tahu.’’


......................


Taman Istana


Rakia heran dengan perginya Pangeran Ramos yang tiba-tiba. ‘’Apakah dadanya sakit lagi?’’


‘’Rakia? Apa yang kau lakukan di sini?’’ tanya Pangeran Ren.

__ADS_1


‘’Seharusnya aku yang bertanya, kenapa Anda ada di sini? Bukankah Anda seharusnya berdansa di kamar?’’ pikir Rakia.


Pangeran Ren sedikit tersenyum. ‘’Semenjak kau membantuku bisa berdansa lagi, aku melakukan jadwal latihan yang pernah kau tuliskan untukku.’’


‘’Kupikir ada orang yang tidak suka berdansa, dan menganggap hadiah dariku sebagai sam—‘’


‘’Hei! Waktu itu aku tidak menyangka kalau diriku bisa berdansa lagi, jadi aku tidak punya pilihan selain berkata seperti itu. Lagi pula, coba pikir kalau kau menyukai sesuatu tapi dipaksa untuk berhenti selamanya, apakah kau tidak merasa depresi?’’ kata Pangeran Ren memotong ucapan Rakia.


Rakia hanya mengangkat kedua bahu. ‘’Aku menjaga kondisi tubuhku, seharusnya tidak ada yang tidak bisa kulakukan.’’


Pangeran Ren menatap wanita itu dengan raut wajah bodoh.


Dasar, dia masih tetap angkuh seperti biasanya. Tidak tahu, bagaimana dia melayani 8 saudara di atas umurku, ucapnya dalam hati.


‘’Oh iya, aku tidak sengaja mendengarmu. Memangnya siapa yang kau maksud dadanya sakit lagi?’’


Rakia terbelalak mendengar pertanyaan Pangeran Ren.


Sejauh mana radar pendengaran pria ini sampai bisa mendengar suaraku? Padahal suaraku tadi kecil, apakah pria ini manusia? Heh, ucapnya dalam hati.


‘’Kenapa menatapku seperti itu?’’ tanya Pangeran Ren.


‘’Itu maksudku ... Aa! Pria protagonis di dalam novel yang aku baca, dia mengidap penyakit tapi dia menyembunyikan hal itu dari keluarganya,’’ kekeh Rakia.


Pangeran Ren mengangguk mengerti. "Wah, sepertinya menarik. Apakah aku bisa meminjam novelnya? Aku juga ingin memba–"


‘’Oh iya, apakah Pangeran Ren memiliki waktu luang saat lusa nanti?’’ tanya Rakia mengalihkan topik.


‘’Sepertinya iya, memangnya kenapa?’’


‘’Aku ingin Anda menemaniku ke suatu tempat.’’

__ADS_1


‘’Ke mana?’’


__ADS_2