My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 101 Dia memang menghindariku


__ADS_3

Keduanya hanya diam sambil berjalan. Berbeda dengan Pangeran Rui yang selalu memperhatikan Putri Rakia, wanita itu malah sibuk dengan pikirannya mengenai sikap aneh Pangeran Ramos.


Merasa tidak nyaman dengan suasana canggung itu membuat Pangeran Rui akhirnya berbicara.


‘’Rakia?’’ panggilnya.


Putri Rakia menoleh. ‘’Ya?’’


‘’Kau pernah bilang, setelah mengetahui sosok penyelamatmu, maka kau akan menikahinya,’’ kata Pangeran Rui.


‘’I-Iya, lalu?’’ tanya Putri Rakia sedikit canggung dengan pembahasan itu.


Pangeran Rui terhenti dari langkahnya, begitu juga dengan Putri Rakia. ‘’Aku sudah mengaku di depanmu dan Kakak Ramos juga membenarkan hal itu, jadi ayo kita menikah.’’


Deg!


Hembusan angin berlalu menerpa kedua orang tadi. Putri Rakia terdiam sedangkan Pangeran Rui tersenyum lembut.


‘’Ahaha, kenapa kau tiba-tiba membahas hal itu?’’ tanya Putri Rakia.


‘’Kau sudah kembali dari masa hukumanmu, dan juga mengetahui sosok penyelamatmu. Keadaan sudah kembali membaik, semuanya sudah dipastikan jadi kita tinggal menunggu ap—‘’


‘’Rui maaf. Aku tidak ingin membahas hal itu dulu,’’ kata Putri Rakia memotong ucapan pria itu dengan kepala menunduk.


Apakah ini karena Kakak Ramos? Hm, kata Pangeran Rui dalam hati merasa tidak suka.


Pangeran Kelima tersenyum. ‘’Begitu? Baiklah, aku tidak akan memaksamu.’’


Putri Rakia hanya memasang raut wajah murung.

__ADS_1


Sebelum terjadi penyesalan, aku ingin memastikan perasaanku dulu, ucapnya dalam hati.


......................


Aula


‘’Kakak Rakia dari mana saja?’’ tanya Putri Nikki melihat kedatangan kakaknya bersama Pangeran Rui.


‘’Kami hanya habis jalan-jalan,’’ jawab Pangeran Rui.


Putri Yuriki tersenyum menggoda. ‘’Hm~ mungkin lebih tepat adalah habis kencan.’’


‘’Malahan Kakak Yuriki sendiri yang habis kencan,’’ balas Putri Rakia.


‘’Itu wajar karena kami sudah bertunangan, beda dengan dirimu,’’ kata Pangeran Ereri.


‘’Ha? Kapan aku bertanya padamu?’’ tanya Putri Rakia dengan wajah malas.


‘’Tidak akan!’’ seru Pangeran Ereri dan Putri Rakia bersamaan ke arahnya.


‘’Kalau aku sampai menyukainya, mungkin Matahari akan terbit dari Barat,’’ kata Putri Rakia.


‘’Oho! Kutub Utara akan menjadi lautan lava kalau itu sampai terjadi,’’ kata Pangeran Ereri.


Semua hanya terkikik menyaksikan hal itu hingga Putri Yuriki menyikuk Putri Rakia. ‘’Aku dan Kakak Ukii sudah bertunangan, segeralah menyusul juga, lalu setelah itu Nikki.’’


‘’Ha? Kenapa aku?’’ tanya Putri Nikki protes.


‘’Kenapa kau melihat Pangeran Kesepuluh? Ah, jangan-jangan kau memberi kode, ya?’’ goda Putri Yuriki.

__ADS_1


‘’Kakak Yuriki!’’ seru Putri Nikki yang sudah merona.


Bisa ditebak wajah Pangeran Bamie juga merona mendengar hal itu. Putri Rakia menatap ke sekeliling.


Kenapa aku tidak melihat Ramos sejak tadi? Apakah dia masih di Paviliun? Mungkin saja begitu, kata Putri Rakia dalam hati.


Sebelah alis Pangeran Zelho terangkat melihat tingkah Putri Rakia. ‘’Kalau mencari Kakak Ramos, dia sudah pulang setengah jam yang lalu saat kami menuju kemari.’’


Putri Rakia melotot. ‘’Pulang?! Tapi kenapa?’’


‘’Entahlah. Setelah melihatnya menghadap kepada Raja dan Kaisar, Kakak Ramos langsung pulang saja,’’ kata Pangeran Zelho.


Sikapnya benar-benar aneh, kata Putri Rakia dalam hati.


Matahari terbenam dengan rombongan mobil keluar meninggalkan Kerajaan Helios.


......................


Kamar Putri Ketiga


"Ramos!"


"Bagaimana kondismu akhir-akhir ini? Kau tetap rutin meminum obatnya, kan?’’


"Aku baik-baik saja."


"Kalian habiskan waktu berdua saja. Aku sedang buru-buru untuk menghadap kepada Ayahanda."


"Kalau mencari Kakak Ramos, dia sudah pulang setengah jam yang lalu saat kami menuju kemari."

__ADS_1


"Entahlah. Setelah melihatnya menghadap kepada Raja dan Kaisar, Kakak Ramos langsung pulang saja." (Putri Rakia teringat)


‘’Dia memang menghindariku. Apakah aku melakukan kesalahan lagi?’’


__ADS_2