My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 21 Identitas Pangeran Kou


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, tapi Rakia belum pernah bertemu dengan Pangeran Goyu.


Wanita itu menghampiri lemarinya lalu mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang. Beberapa menit kemudian, sebuah pesan masuk.


"Tempat ini...."


......................


Kasino


"Push!" seru Dealer.


"Ini sudah Push yang ke-128 selama 6 hari ini," kata Pangeran Kou.


"Kou, tidak kusangka kau menyembunyikan identitasmu yang ternyata juga adalah seorang Dealer. Pantas saja hari itu kau dengan mudah mengajukan diri sebagai Dealer dalam pertandinganku dengan Rakia," kata Pangeran Goyu.


"Hmmm~ tentu saja," senyum Pangeran Kou.


"Aku juga tidak menyangka kalau yang menyebarkan kekalahanku juga adalah dirimu. Padahal kupikir kita ini adalah teman."


"Hehe, aku hanya mengatakan fakta, Yong dan Yun juga melihatnya sendiri waktu itu."


Pangeran Yun dan Pangeran Yong hanya diam.


"Pangeran yang dikenal Si Raja Judi selama ini malah dikalahkan oleh seorang pelayan kelas rendah, sungguh memalukan."


Rakia yang menyamar menyaksikan hal itu hanya diam.


"Setidaknya aku sudah mengetahui sosok aslimu. Besok, akan kupastikan mengakhiri permainan ini dengan melihat kekalahan di wajahmu," kata Pangeran Goyu pergi.


Pangeran Kou hanya tersenyum melihat kepergian Pangeran Kedelapan.


......................


Malamnya...


Kamar Pangeran Kedelapan


"Selama 6 hari ini Pangeran Goyu ke mana saja?" tanya Rakia.


"Bukan urusanmu. Keluar dari kamarku sekarang juga!" marah Pangeran Goyu.

__ADS_1


Ceklek!


Rakia terhenti dari langkahnya menyadari Haruka mengikutinya. "Mencari masalah lagi?"


"Tidak, ssttt kau tahu? Untuk pertama kalinya aku merasa senang atas kinerjamu. Melihatmu dibentak dan diusir seperti itu aku menikmatinya, ops? Bukankah aku terlalu jujur?"


Haruka sengaja memancing kemarahan Rakia. "Puff! Aku ingin istirahat, tidak sabar menyambut hari esok."


Rakia tersenyum remeh setelah Haruka menepuk bahunya. "Kau benar-benar tidak sabar menyambut hari esok, ya? Baiklah."


......................


Keesokan harinya di Kasino


"Kau datang lebih awal?" tanya Pangeran Goyu.


"Aku hanya tidak ingin mengulur waktu kemenanganku," sombong Pangeran Kou.


"Heh, perlukah kita memulainya?" tanya Pangeran Goyu santai sambil bersandar di kursi.


"Setelah dipikir-pikir, selama 6 hari ini kita hanya bertaruh chip dengan hasil yang seri."


Pangeran Goyu menatapnya dengan serius.


"Langsung to the point."


"Jika kau kalah, apa kau berani melepaskan gelarmu sebagai Pangeran Kedelapan Kerajaan Rivazreich?"


Semuanya melotot terutama Pangeran Goyu.


"Kou, tetaplah di batasanmu."


"Kenapa? Tidak berani mengambil resiko? Aku juga akan mempertaruhkan gelarku sebagai Pangeran Ketiga Kerajaan Sillamarc."


"Jika kau sampai sejauh itu, kuharap kau tidak menyesalinya," kata Pangeran Goyu menarik topi fedoranya agak sedikit ke samping.


Permainan dimulai, tatapan tajam saling terlontarkan antara kedua Pangeran.


"Push!"


"Push!"

__ADS_1


"Push!"


Setelah berakhir push tiga kali, untuk pertama kalinya Pangeran Goyu berkeringat sambil menatap kartunya.


Jika aku kalah, maka gelarku dan Kerajaan Rivazreich akan dipermalukan sepanjang sejarah, kata Pangeran Goyu dalam hati.


"Ada apa? Merasa tertekan mencemaskan gelarmu yang akan hilang?" tanya Pangeran Kou.


"Sungguh? Apakah raut wajahku berkata seperti itu?" tanya Pangeran Goyu setenang mungkin memegang kartu.


Pangeran Kou menghela nafas lalu menatapnya serius.


"Stronger or Weaker?" tanya Dealer.


"Stronger," jawab Pangeran Goyu.


"Show ... down!"


Kedua Pangeran memperlihatkan kartunya.


"Keduanya memiliki kartu lemah, tapi karena Pangeran Kou mempunyai Ace maka dialah pemenangnya," kata Dealer.


Pangeran Goyu mematung.


"Kuharap taruhan sebelumnya segera ditepati, jika kau kalah maka gelarmu sebagai Pangeran Kedelapan Rivazreich akan dilepa—"


"Siapa yang memberimu hak berkata seperti itu?"


Semua pandangan mengarah ke seorang wanita dengan rambut yang terurai mengenakan longdress bohemian dibaluti jaket tebal berbulu gradasi kecoklatan memakai chopard de rigo vision sunglass menghampiri mereka.


Pangeran Kou menatap wanita itu dengan alis berkerut. "Siapa kau yang tiba-tiba datang mengganggu perjudian?"


"Orang yang kau sebut sebagai pelayan kelas rendah."


"Rakia?!" kaget Pangeran Goyu.


"Kau?! Bukankah kau pelayan pribadinya?!" kaget Pangeran Kou.


"Hari itu kau salah paham. Aku hanya melakukan cosplay sebagai seorang maid."


"Kau kira aku akan percaya? Dia sendiri yang mengatakan kalau kau adalah pelayan pribadinya."

__ADS_1


"Ada pepatah yang mengatakan untuk menipu musuh, tipulah temanmu terlebih dahulu, benarkan?" kata Rakia menutup sebelah matanya dengan kartu Joker.


__ADS_2