My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 60 Sisi Lain Mezool


__ADS_3

Wanita berambut panjang menarik lengan Pangeran Rui di sampingnya agar merapat.


‘’Lepaskan, tidak baik dipandang orang,’’ bisik Pangeran Rui.


‘’Tapi kita selalu melakukannya,’’ balas wanita itu.


Pangeran Rui tersenyum. ‘’Sekarang sudah beda.’’


‘’Kita melakukannya sejak kecil,’’ kata wanita berambut panjang.


‘’Ayolah, kita sudah dewasa, jadi harus lebih sopan.’’


Wanita itu hanya mempoutkan kedua pipi sampai mereka bertemu dengan Rakia.


Pangeran Rui dan Rakia saling memandang dalam diam.


‘’Hem! Kenapa bertatapan begitu lama?’’


‘’Oh iya, dia Rakia, Putri Ke—‘’


‘’Saya pelayan pribadi 12 Pangeran,’’ kata Rakia memotong ucapan Pangeran Rui yang hampir keceplosan.


Wanita berambut panjang mengerutkan dahi. ‘’Pelayan pribadi? Sejak kapan Rui?’’


‘’Um, Ayahanda yang mengutusnya, meskipun kami tidak mengerti,’’ jawab Pangeran Rui.


Teman masa kecil Rui mengerutkan alisnya sambil menatap Rakia. ‘’Okigeng yo(Salam). Aku Mezool Iriyama.’’


‘’Okigeng yo, Mezool Ojou-sama(Salam, Nona Mezool), saya Rakia.’’


Mezool hanya diam. Ia lalu menarik Pangeran Rui pergi. ‘’Kami pergi dulu, ya?’’


Rakia mengerutkan dahi melihat kepergian mereka.


Apakah hanya perasaanku saja? Wanita itu....


......................


Kamar Pangeran Keempat


Pangeran Ramos masih teringat dengan tatapan Rakia di taman. Ia menghela nafas panjang


Sampai sekarang, aku masih belum bisa memberitahunya. Dasar, apakah kau ini seorang pria, Ramos? Haa, ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Ceklek!


Pintu terbuka dengan munculnya Rakia.


‘’Rakia?’’


‘’Kau baik-baik saja?’’


‘’Ya, ada apa?’’


‘’Kau tiba-tiba meninggalkanku di taman, kupikir dadamu sakit dan penyakitmu kambuh lagi.’’


Pangeran Ramos hanya diam, membuat Rakia semakin cemas.


‘’Kau sungguh baik-baik saja? Kalau obat yang diberikan Kamiya-kun sudah habis, aku akan menghubunginya.’’


Pria itu tersenyum dan menggeleng. ‘’Aku sungguh baik-baik saja.’’


Rakia mengerutkan dahi tanda kesal. ‘’Kalau begitu baiklah, tapi jangan berani menyembunyikan apa pun lagi di belakangku.’’


‘’Kau bertingkah seolah-olah seperti istriku saja,’’ goda Pangeran Ramos.


‘’Ka-Kau bicara apa? Berhenti menggodaku!’’ kesal Rakia.


‘’Rakia?’’ panggil Pangeran Ramos.


Aku menyukaimu, kata Pangeran Ramos dalam hati.


Keduanya hanya diam tanpa mengeluarkan satu kata. Beberapa detik kemudian, raut wajah Pangeran Ramos berubah.


‘’Tidak ada apa-apa,’’ kata Pangeran Ramos menunduk.


‘’Ha? Apa-apaan itu? Aku jadi gugup karena kau menatapku dengan serius,’’ gerutu Rakia.


Pangeran Ramos tersenyum jahil. ‘’Kenapa? Mengharapkan aku mengatakan sesuatu?’’


‘’Ti-Tidak! Heh, sepertinya kau memang baik-baik saja. Kalau begitu aku keluar.’’


Pria itu hanya menatap kepergian Rakia dengan kepala yang sedikit miring. ‘’Sepertinya belum waktunya.’’


Pangeran Ramos tersenyum lalu bangkit menghampiri Rakia yang sedang merona.


......................

__ADS_1


Taman Bunga


Mezool dan Pangeran Rui yang tidak sengaja jalan-jalan ke taman terbelalak melihat Pangeran Ramos dan Rakia tidak jauh. Rasa curiga mulai muncul di benak Mezool, melihat Pangeran Rui menatap kedua orang itu dengan lekat.


‘’Rui? Rui!’’


‘’A-Apa?’’ tanya Pangeran Rui tersadar.


Mezool tersenyum jahil sambil merangkulnya.


‘’Hei, kau menarikku ke mana?’’ tanya pria itu.


Pangeran Ramos yang melihat Rakia memejamkan mata, memajukan wajahnya untuk menghirup aroma shampo wanita itu.


Rakia yang menikmati hembusan angin untuk menenangkan dirinya karena kesal tadi, membuka matanya perlahan begitu juga Pangeran Ramos.


Kedua mata mereka bertemu dengan jarak 5 cm, membuat Rakia hilang keseimbangan. Pangeran Rui yang tadinya ingin menangkapnya, dikalah cepat oleh kakaknya.


‘’Hem! Rakia, bukankah kau melayani Pangeran Pertama? Kenapa malah ada di sini? Jangan-jangan … Kalian berdua sedang kencan, ya?’’ tanya Mezool.


‘’Jangan salah paham. Tidak mungkin Pangeran Keempat berkencan dengan pelayan sepertiku,’’ kata Rakia.


Raut wajah Mezool berubah drastis. ‘’Benar. Untuk apa seorang pelayan rendah sepertimu bisa berkencan dengan bangsawan seperti kami?’’


Rakia tersenyum remeh.


Dugaanku benar mengenai wanita ini. Berani menghinaku seperti itu, nyalimu cukup besar juga, ucapnya dalam hati.


Ia membungkuk pergi disusul oleh Pangeran Keempat.


‘’Mezool! Kenapa kau berkata seperti itu?’’


‘’Tidak biasanya kau kesal seperti ini?’’


‘’Seharusnya kau tidak menghina Rakia.’’


‘’Siapa yang menghinanya? Dia memang pelayan, kan?’’


Pangeran Rui berdecih meninggalkan Mezool begitu saja.


‘’Rui?’’ tatap Mezool tidak percaya.


Tangannya mengepal. ‘’Jangan bilang, kau suka dengan pelayan rendah itu.’’

__ADS_1


...Visual Mezool Iriyama...



__ADS_2