My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 65 Sandiwara Part 1


__ADS_3

Rakia dan Mezool tanpa sengaja bertemu di koridor istana.


‘’Selamat pagi, Nona Mezool.’’


‘’Selamat pagi. Apakah kau akan ke ruangan Pangeran Pertama?’’


‘’Ya, Nona Mezool sendiri?’’


‘’Seperti biasa, aku datang karena Rui.’’


‘’Begitu? Baiklah, saya pergi dulu.’’


Mezool menatap Rakia yang melewatinya. ‘’Tunggu!’’


Kedua wanita itu saling membelakangi tanpa ada yang berbalik.


‘’Bisakah kau tidak mencari perhatian di depan Rui?’’


‘’Maksud Nona Mezool?’’


‘’Tidak tahu apa yang kau lakukan kepada Rui selama aku tidak ada di sini. Tapi, beberapa kejadian membuatku sadar kalau Rui menyukaimu.’’


Rakia hanya diam.


‘’Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, karena hanya aku yang bisa memilikinya,’’ kata Mezool tanpa ragu.


Rakia tersenyum dengan kepala menunduk. ‘’Nona Mezool sampai berpikir sejauh itu.’’


‘’Aku dan Rui sudah berteman sejak kecil, jadi aku yang paling mengerti tentang dirinya. Kau seorang pelayan, tidak akan kubiarkan kau merebutnya dariku.’’


Rakia berbalik dan memandangi punggung Mezool. ‘’Sepertinya kau terlalu berlebihan. Aku sama sekali tidak pernah berniat merebut Rui darimu ka—‘’


Plak!


‘’Beraninya kau berbicara seperti itu kepadaku dan menyebut nama Rui secara langsung! Kau ini hanya pelayan ren—‘’


Plak!


Mezool tertegun meneriman balasan tamparan dari Rakia, membuatnya melotot ke arah wanita itu. ‘’Beraninya kau!’’

__ADS_1


‘’Sejak bertemu denganmu, aku sudah merasa ada yang aneh. Heh, ternyata kau hanya manusia bermuka dua,’’ kata Rakia.


‘’Kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa,’’ kata Mezool tertahan.


‘’Kau yang tidak tahu sedang berurusan dengan siapa. Kau hanya putri Panglima Kerajaan, memangnya bisa sebanding dengan diriku?’’ tanya Rakia tersenyum remeh.


‘’Kau yang hanya pelayan kelas rendah beraninya membandingkan dirimu denganku,’’ kata Mezool tertahan.


Rakia berbalik pergi tanpa mempedulikan perkataan Mezool. Langkahnya terhenti sejenak tanpa merubah posisinya. ‘’Katanya teman masa kecil, kalau begitu kau seharusnya tahu kalau Rui itu model dan sibuk, jadi kau tidak perlu datang ke istana karena hanya mengganggu waktunya. Aku jadi ragu, apakah kalian benar-benar teman masa kecil?’’


‘’Kau,’’ kata Mezool tertahan.


‘’Gokigenyou(Sampai jumpa lagi),’’ senyum Rakia.


‘’You’re bit*h! Aku akan membalasmu setelah apa yang kau lakukan kepadaku.’’


......................


Kamar Pangeran Kelima


‘’Puff, kau ini benar-benar lucu. Kenapa memakai kacamata di dalam istana?’’ tanya Pangeran Rui.


‘’Tentu saja aku harus tampil cantik,’’ jawab Mezool.


Mezool hanya diam.


‘’Mezool, jangan keras kepala. Kau tetap cantik tanpa memakai kacamata,’’ kata Pangeran Rui menghampiri wanita itu dan melepaskan kacamatanya.


Pria itu terbelalak melihat bekas memar di sudut mata Mezool. ‘’Eh, wajahmu kenapa?’’


‘’Kau sudah tahu, kan? Jadi, kembalikan!’’ kesal Mezool merebut kacamatanya.


‘’Seseorang memukulmu?’’ tanya Pangeran Rui tidak terima.


Mezool tetap diam, membuat pria itu memaksa.


‘’Rakia.’’


‘’Rakia? Heh, mustahil dia melakukan hal itu.’’

__ADS_1


‘’Apakah memar ini terlihat bohong?’’ tanya Mezool.


‘’Tapi, dia bukan wanita yang langsung memukuli orang tanpa sebab.’’


‘’Aku juga tidak mengerti. Dia hanya bertanya kepadaku kenapa aku datang, dan aku bilang untuk bertemu denganmu.’’


‘’Lalu, dia menamparmu hanya karena itu?’’


Pangeran Rui habis pikir.


Rakia memang tidak sembarangan memukul orang, tapi mengenai dirinya yang bersikap semena-sema memang ada benarnya, ucapnya dalam hati.


Ia pun menarik Mezool keluar, sampai akhirnya bertemu dengan Rakia.


‘’Apakah semuanya baik-baik saja?’’ bingung Rakia melihat raut wajah Pangeran Rui terlihat marah.


‘’Apakah benar kau menampar Mezool?’’


Rakia menatap Mezool datar.


Jadi dia mengadu ke Rui? Heh, dia pikir Rui tidak tahu siapa diriku. Baiklah aku ladeni saja, ucapnya dalam hati.


‘’Ya, aku menamparnya. Lagi pula itu hanya sebuah tamparan,’’ kata Rakia santai.


‘’Kenapa kau menamparnya?’’ tanya Pangeran Rui.


‘’Dia juga menam—‘’


‘’Sudah kubilang lupakan saja,’’ kata Mezool memotong ucapan Rakia.


‘’Jawab aku Rakia!’’


Rakia tertegun saat pria itu membentaknya. ‘’Aku … Melarangnya datang ka—‘’


‘’Dengan memberinya tamparan?’’ tanya Pangeran Rui.


Rakia bingung kenapa Pangeran Rui begitu marah, sampai akhirnya pria itu menyuruh Mezool melepaskan kacamatanya.


‘’Eh, tunggu. Benar aku menamparnya, tapi tidak sekeras sampai menyebabkan memar itu muncul.’’

__ADS_1


‘’Apakah memar itu terlihat bohong?’’


Mezool mengkode Rakia dengan senyuman penuh kemenangan di belakang Pangeran Rui.


__ADS_2