
"Jadi bagaimana keputusan Yang Mulia?"
"Baiklah. Aku akan bicara dengan Kaisar Helios setelah menenangkan Ratu."
"Mengenai kedatangan Anda kemari, Putri Ketiga sedang mendiskusikan apa dengan Raja? Aku tidak sengaja mendengar Anda tadi menanyakan keputusan kepada Raja."
Putri Rakia terdiam untuk sesaat. "Ini mengenai pernikahan saya dengan Pangeran Keempat."
"Pernikahan?!"
"Maaf Pangeran Shinsuke, tapi saya sedang buru-buru, shitsurei shimasu(permisi)." (Pangeran Shinsuke teringat)
"Sebaiknya aku meminta penjelasan dari Shewfelt."
Pangeran Shinsuke berjalan menyusuri koridor istana dengan langkah kaki yang cepat.
"Eh, kenapa Pangeran Shinsuke terburu-buru?"
"Apalagi wajahnya terlihat sedikit marah."
"Sepertinya ada masalah."
"Semoga bukan masalah yang serius."
......................
Ruang Pribadi Raja
__ADS_1
Pengawal yang berjaga membukakan pintu untuk Pangeran Shinsuke.
"Kau belum memberitahuku masalah ini. Apa maksudnya?"
Raja Rivazreich hanya diam, dan tetap fokus ke berkas dokumen.
"Shewfelt!" seru Pangeran Shinsuke.
Pria yang duduk di kursi itu hanya menghela nafas. "Haa ... Kakak, tenanglah."
"Bagaimana aku bisa tenang? Kau akan mengadakan pernikahan Pangeran Keempat secepatnya, sedangkan Pangeran Pertama dan Kesembilan masih bertunangan," kata Pangeran Shinsuke bingung.
Sejujurnya, Raja Rivazreich juga pusing. Pangeran Pertama adalah pewaris tertua yang masih berstatus tunangan, malah di dahului oleh adik urutan keempat untuk melaksanakan pernikahan.
"Kakak sendiri tahu bagaimana kondisi Ramos. Aku tidak akan membiarkan berita kematiannya diketahui oleh publik. Satu-satunya cara agar membantah kematiannya adalah dengan melangsungkan pernikahannya," kata Raja Rivazreich datar.
"Aku tidak berpikir seperti itu! Aku hanya memperhitungkan sebelum masalah muncul," kata Raja Rivazreich memotong ucapan kakaknya.
"Semua rakyat akan mempertanyakan pernikahan Pangeran Keempat yang begitu tiba-tiba. Selain itu, semua orang tahu kalau dalam hal persaudaraan, maka yang lebih tua yang pertama kali harus menikah," kata Pangeran Shinsuke.
Raja Rivazreich memejamkan mata.
"Shewfelt, Aku tidak menentang pernikahan ini. Tapi sebaiknya pernikahan Pangeran Pertama yang lebih dulu harus dilaksanakan baru setelah itu Pangeran Keempat me—"
Bugh!
"Kakak, di sini akulah Raja. Siapa pun yang menentang keputusanku maka dianggap pemberontakan," kata Raja Rivazreich memotong ucapan kakaknya.
__ADS_1
Pangeran Shinsuke terdiam setelah menerima tatapan dingin adiknya.
"Tapi Yu—"
"Keluarlah!" perintah Raja Rivazreich sekali lagi memotong ucapan kakaknya.
Pangeran Shinsuke terdiam. Ia hanya menghela nafas sambil mengepalkan tangan.
"Shitsurei shimasu(Permisi)," ucapnya terpaksa pergi.
......................
Kerajaan Helios
Di saat yang sama, bukan hanya Raja Rivazreich yang pusing, Kaisar Helios pun juga sama pusingnya.
Putri Pertama dan Kedua baru saja melangsungkan pertunangan, dan Rakia malah menambah masalah dengan mengurus pernikahannya secepat mungkin. Sebelum diumumkan, aku sudah tahu bagaimana reaksi rakyat akan bertanya. Yuki berusaha membuat bantahan untuk kematian Pangeran Keempat, kalau benar dia tidak akan bertahan sampai akhir bulan ini, kata Kaisar Helios dalam hati.
Untuk sesaat ia mendongakkan kepala sambil sandar di kursi putar.
"Jika Pangeran Keempat memang tidak bisa tertolong lagi sampai akhir bulan ini, mungkin pernikahan ini adalah solusinya. Hal ini bisa digunakan untuk membantah kematiannya. Aku tidak akan membiarkan publik mengetahui kematian Pangeran Keempat. Bencana akan datang jika publik mengetahui yang sebenarnya," kata Kaisar.
"Terima kasih," kata Raja Rivazreich. (Kaisar Helios teringat)
Kaisar Helios menghela nafas panjang. "Akan lebih mudah kalau ini menyangkut tentang perang dan strategi."
"Haa ... Rakia, terima kasih telah memberikan kepusingan kepada 2 penguasa negara sekaligus."
__ADS_1