
‘’Berarti ... Bukan di antara mereka berdua. Tapi memang mereka berdua yang menyelamatkan diriku,’’ kata Putri Rakia dengan mata memerah.
‘’Tapi itu mustahil kau harus menikahi keduanya. Sekarang kau sudah mengerti kenapa aku tidak bisa memberitahumu. Semenjak insiden penculikan itu, hanya Pangeran Kelima yang selalu datang mengunjungimu saat kau koma,’’ kata Kaisar Helios.
Saat itu penyakit Ramos pasti sudah muncul, kata Putri Rakia dalam hati.
Kaisar Helios menghela nafas. ‘’Melihat ketulusan Pangeran Kelima, sebaiknya pernikahanmu dengannya segera di—‘’
‘’Aku ingin sendiri,’’ kata Putri Rakia memotong ucapan Kaisar.
Dengan berat hati, Kaisar Helios berdiri dan berjalan keluar.
Ceklek!
‘’Akh!’’
Kaisar Helios terbelalak melihat kelima anaknya terjatuh saat ia membuka pintu.
‘’Hehe, Ayahanda?’’ panggil Putri Yuriki.
‘’Menguping pembicaraan secara diam-diam itu tidak sopan,’’ kata Kaisar Helios dingin.
Kelima orang itu bergidik dan segera berdiri. ‘’Maaf, Yang Mulia!’’
‘’Haa ... Kalian juga mendengarnya, Rakia ingin sendiri, jadi jangan ganggu dia dulu,’’ kata Kaisar Helios berlalu pergi.
‘’Kami mengerti Yang Mulia!’’
......................
Kamar Kaisar & Permaisuri
‘’Bagaimana Yang Mulia?’’ tanya Permaisuri Helios.
__ADS_1
‘’Aku sudah membujuknya. Tapi dia bertanya mengenai insiden 19 tahun yang lalu,’’ jawab Kaisar Helios.
‘’Jadi, apakah Putri Rakia sudah mengetahui kebenarannya?’’
Kaisar Helios mengangguk menjawab pertanyaan istrinya. Tapi, ia terdiam sesaat.
Aku memang sudah menceritakan semuanya, tapi tidak dengan soal Panglima. Saat itu ... Panglima sebenarnya mau menyampaikan apa? Siapa penghianat yang dia maksud? Haa, tanyanya dalam hati.
......................
Keesokan harinya…
Taman
‘’Ini pertama kalinya aku melihat Rakia tidak bersemangat,’’ kata Putri Ukii.
‘’Tidak kusangka orang yang terlibat cinta segitiga akan serumit ini,’’ kata Pangeran Yuga.
‘’Kau masih kecil, tidak pantas berkata seperti itu,’’ tegur Pangeran Kairi.
Sebaiknya aku beritahu saja kalau Kakak Rakia sebenarnya menyukai Pangeran Zelho, ucapnya dalam hati.
‘’Um, ahaha, sebenarnya aku tahu kenapa Kakak Rakia tidak semangat seperti ini.’’
Semua pandangan menuju ke arah Putri Nikki.
‘’Apa maksudmu?’’ tanya Putri Yuriki.
‘’Kalau begitu, kenapa kau hanya diam sejak kemarin tanpa memikirkan kami yang sangat cemas?’’ tanya Putri Ukii.
Putri Nikki tersenyum masam. ‘’Maaf.’’
‘’Jadi apa yang kau ketahui?’’ tanya Pangeran Kairi.
__ADS_1
‘’Ingat lukisan yang ada di kamar Kakak Rakia saat kita mengunjungi kamarnya?’’ tanya Putri Nikki memancing.
‘’Maksudmu lukisan Damask Rose yang setengah itu?’’ tanya Pangeran Kairi menebak.
Putri Nikki mengangguk. ‘’Ya, lukisan itu adalah pemberian dari Pangeran Kesebelas.’’
‘’Terus apa hubungannya dengan Rakia?’’ tanya Putri Ukii.
‘’Saat kita berkunjung, Pangeran Kesepuluh pernah membawaku ke kamar Pangeran Kesebelas, dan aku melihat lukisan Damask Rose yang juga hanya setengah seperti lukisan di kamar Kakak Rakia,’’ kata Putri Nikki.
‘’Dengan kata lain, Pangeran Kesebelas dan Rakia menyimpan masing-masing potongan lukisan itu,’’ kata Pangeran Kairi.
‘’Aku mengerti. Kakak Rakia menentang pernikahannya karena sebenarnya menyukai Pangeran Kesebelas,’’ kata Pangeran Yuga.
‘’Binggo!’’ kata Putri Nikki membenarkan.
‘’Sudah kubilang, umurmu masih muda, tidak pantas mengatakan hal itu,’’ tegur Pangeran Kairi.
Pangeran Yuga hanya mempoutkan kedua pipi.
‘’Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk membantu Rakia?’’ tanya Pangeran Kairi.
‘’Aku tidak berani menentang Ayahanda,’’ kata Putri Ukii.
‘’Aku punya ide. Bagaimana kalau salah satu dari kita merubah wajahnya seperti yang dilakukan Rakia waktu itu?’’ usul Putri Yuriki.
‘’Apa maksudmu?’’ tanya Putri Ukii.
‘’Eh? Kakak Ukii tidak tahu kalau Pangeran Pertama yang hadir hari itu untuk menentang rencana pernikahan adalah Rakia?’’
Semua melotot dan kaget mendengarnya.
‘’Ja-Jadi hari itu yang bicara sebagai Pangeran Ereri adalah Rakia?!’’ tanya Putri Ukii tidak percaya.
__ADS_1
‘’Rakia, dia benar-benar punya nyali melakukan hal itu, apalagi di depan 2 penguasa negara. Aku tunduk kepadanya,’’ kata Pangeran Kairi habis pikir.
‘’Kalau begitu kita cari cara lain saja,’’ kata Putri Yuriki.