
Haruka beserta para pelayan hanya kebingungan saat mereka diperintahkan menunggu di pintu utama untuk menyambut seseorang.
‘’Astaga, ini sudah 7 jam selama kita menunggu. Memangnya siapa tamu penting yang akan datang?’’
‘’Terakhir kali hanya kunjungan dari Kerajaan Helios dan kepulangan Pangeran Shinsuke bersama Putri Kagura, lalu sekarang siapa?’’
‘’Sudahlah. Raja mengutus kita untuk menunggu selama 7 jam, itu berarti orang yang akan datang adalah tamu yang sangat penting bagi Yang Mulia. Kalian tidak usah banyak bicara dan mengeluh,’’ kata Haruka.
Keenam wanita itu hanya mengangguk mengerti. ‘’Baik Nona Haruka.’’
Tidak lama kemudian, muncul rombongan mobil hitam mengawal limousine yang telah tiba.
Deg!
Mereka terpaku melihat sosok Rakia menuruni limousine begitu pintunya terbuka.
‘’Rakia?!’’ pekik Haruka.
‘’Astaga dia kembali! Dan coba lihat? Dia datang menggunakan limousine.’’
Putri Rakia melangkahkan kakinya masuk, namun para pelayan itu malah menghadangnya.
‘’Hee~ kukira yang akan datang itu siapa, sampai repot menunggu selama 7 jam dan memerintah kami untuk menyambut. Tidak disangka hanyalah mantan pelayan pribadi kita,’’ kata Haruka.
Putri Rakia melontarkan tatapan dingin. ‘’Berikan aku rasa hormat yang layak dari kalian.’’
‘’Nona Haruka, sepertinya situasi sudah berubah, maksud saya statusnya sebagai mantan pelayan pribadi sudah naik, karena dia datang dengan limousine beserta puluhan pengawal.’’
__ADS_1
Sebelah alis Haruka terangkat sambil dirinya tersenyum. ‘’Hm~ kau benar. Jadi Rakia … Dengan harga berapa kau menjual dirimu sehingga bisa mencapai puncak sepert i—‘’
Plak!
Semua tertegun saat pengawal Maru menampar kepala pelayan itu. ‘’Dasar manusia rendah! Beraninya kau berkata seperti itu!’’
‘’Apa yang kau lakukan?! Beraninya menampar No—‘’
Plak!
Pengawal Maru beralih menampar salah satu pelayan di sampingnya.
Putri Rakia memicingkan mata. ‘’Apa yang kalian tunggu? Cepat buat mereka bersujud di hadapanku!’’
Dalam sekejap, para pengawal itu menekuk kaki para wanita tadi dan membenturkan kepalanya ke lantai sambil menindih untuk mengunci gerakan tubuh mereka.
‘’A-Apa yang kalian lakukan?! Beraninya! Aku akan melaporkan hal ini kepada Raja!’’ seru Haruka.
‘’Rakia, beraninya kau!’’ seru Haruka.
Pengawal Maru melotot. ‘’Dasar rakyat rendah! Beraninya kalian bersikap seperti itu kepada Tuan Putri!’’
‘’Heh, Tuan Putri? Hahaha, Rakia kau bahkan sampai menyogok mereka untuk memanggilmu Tuan Putri? Sungguh memalukan,’’ tanya Haruka tersenyum remeh.
‘’Apakah kau sudah bosan hidup?! Dia adalah Putri Ketiga Kerajaan Helios!’’ seru Pengawal Maru dengan wajah merah padam.
Deg!
__ADS_1
‘’Pu-Putri Ketiga Kerajaan Helios?’’
"Tidak ada satu pun orang yang pernah bertemu dengannya, karena Putri Ketiga tidak ingin media mengakses wajahnya."
"Kudengar, dia sudah kembali dari Brazil sejak 3 bulan yang lalu."
"Aku memang tidak pernah bertemu dengannya, tapi ... Kalau tidak salah, namanya adalah...."
"Rakia de Gabrielle Helios."
"Dan pelayan pribadi ini...."
Para wanita yang ditindih itu hanya memasang wajah ngeri sambil mendongakkan kepala. ‘’Dia ternyata seorang Putri Kaisar!’’
Mata Putri Rakia memicing yang masih menginjak kepala Haruka. ‘’Aku akan berurusan denganmu nanti.’’
Pengawal Maru yang masih dengan wajah merah padam, masuk bersama Putri Rakia meninggalkan para bawahannya itu.
Haruka berusaha menjernihkan pikirannya dengan keadaan barusan.
"Tidak lama lagi aku akan meninggalkan istana ini dan pergi. Dari awal aku tidak pernah lupa dengan perlakuanmu kepadaku sampai sekarang. Jadi, pastikan mulut dan tanganmu tidak berulah lagi sampai aku benar-benar pergi."
"Kau pikir aku takut? Selama ini kau hanya membual, itu karena kau sangat angkuh.
"Haruka, aku baru memberitahumu kabar baiknya, belum kabar buruknya."
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Kabar buruknya, aku tidak sabar melihat mulut dan tanganmu itu terlepas dari posisinya setelah kita bertemu kembali dengan diriku yang sebenarnya." (Haruka teringat)
Jika dia benar-benar Putri Ketiga Kerajaan Helios, maka … Jabislah aku, kata Haruka dalam hati.