
Dia datang! matilah aku, kata Haruka dalam hati.
Para pelayan yang pernah mencibir Putri Rakia hanya menunduk ketakutan.
‘’Auranya benar-benar berbeda setelah dia kembali menjadi Tuan Putri.’’
‘’Aku belum mati sampai kalian mengheningkam cipta seperti ini. Sampai kapan kalian menundukkan kepala?’’ tanya Putri Rakia.
Ketujuh orang itu tersentak dan mendongakkan kepala.
‘’Salam Tuan Putri,’’ kata sebagian pelayan.
Namun karena merasa gugup, ketujuh orang tadi hanya diam.
‘’Kenapa tidak memberi salam kepadaku?’’
‘’Eh? Sa-Salam Putri Ketiga,’’ kata keenam pelayan, kecuali Haruka yang masih membisu.
Plak!
‘’Kau tuli? Aku bilang kenapa tidak memberi salam kepadaku?’’ tanya Putri Rakia dengan aura mengintimidasi setelah menampar Haruka.
‘’Sa-Salam Putri Ketiga,’’ kata Haruka.
‘’Kau punya bibir untuk bicara, tapi tidak menggunakannya dengan baik.’’
Mara Haruka membulat besar, ketakutannya semakin memuncak. ‘’Mohon maafkan hamba!’’
Putri Rakia mengerutkan dahi sambil tersenyum. "Aku hanya mengajakmu bicara, kenapa kau sampai ingin menangis?"
"Ti-Tidak Tuan Putri," gugup Haruka.
Meskipun begitu, Putri Rakia sangat puas melihat reaksi wajah Haruka dan keenam bawahannya. Ia menjetikan jari.
‘’Berikan cambukan kepada tujuh orang ini untuk saling mencambuk. Lalu buat mereka saling menyirami air panas. Kalau aku sampai tidak melihat bekas di tubuh mereka maka semua pelayan akan dipecat!’’
Ketujuh orang itu bersamaan mendongakkan kepala dan bersujud meminta ampun. "Tuan Putri mohon maafkan kami! Kami bersalah!"
Mata Putri Rakia memicing. ‘’Gokigenyou(Sampai jumpa lagi).’’
"Tidak, Tuan Putri! Mohon ampun!"
......................
Taman Istana
__ADS_1
‘’Putri Ketiga dari mana saja?’’ tanya Pangeran Anon.
‘’Membereskan tikus-tikus kecil,’’ jawab Putri Rakia.
‘’Tikus-tikus kecil? Tidak mungkin ada binatang seperti itu di istana,’’ kata Pangeran Kurotsukki.
‘’Pasti Haruka dan pengikutnya,’’ kata Pangeran Rui.
‘’Pembalasan, ya?’’ tebak Pangeran Goyu.
‘’Aku punya firasat buruk dengan hukuman yang kau berikan kepada mereka,’’ kata Pangeran Reonharu.
‘’Lupakan itu. Bagaimana kalau kita mengadakan liburan,’’ usul Pangeran Aron.
‘’Urusan di istana sangat banyak. Jangan menambah pekerjaan Ayahanda lagi,’’ kata Pangeran Ereri.
‘’Tapi ini sudah lama kita tidak liburan. Anggap saja, ini adalah bulan madu Kakak Ramos dan Putri Rakia,’’ kata Pangeran Aron.
Putri Rakia yang minum langsung menyemburkan teh dari mulutnya, ke arah Pangeran Aron yang sudah melindungi dirinya dengan payung.
‘’Bulan madu?! Selain itu, sejak kapan payung itu ada di sini?!’’ tanya Putri Rakia.
"Aku membawanya saat situasi mendesak," jawab Pangeran Aron yang sudah diperkirakan oleh Pangeran Akakuro.
‘’Ini waktu yang tepat untuk kalian berdua melakukan honeymoon,’’ kata Pangeran Zelho.
‘’Hei! Kapan Ramos memberi persetujuan?!" seru Putri Rakia.
"Aku setuju," jawab Pangeran Ramos datar.
11 Pangeran langsung menatap Putri Rakia dengan senyum penuh kemenangan. Sedangkan Putri Rakia hanya mengeryitkan alis sambil tersenyum tanda kesal.
......................
Sebuah yatch(kapal pesiar) super mewah pun mengarungi lautan. Dengan beberapa fasilitas mewah seperti hotel, sirkuit go-kart, helipad, kapal selam mini, speed boat, jet ski, kolam renang, lapangan tenis, fasilitas BBQ, air terjun mini, kasino, café bar dengan pemandangan bawah air dan bioskop.
Yatch ini juga terdiri atas 3 lantai yang semuanya dilengkapi fasilitas perapian besar, kantor, master suite, halaman pribadi dan ruang berjemur pribadi.
‘’Ahh~ akhirnya liburan juga!’’ senang Pangeran Aron.
‘’Bagaimana menurutmu Putri Ketiga?’’ tanya Pangeran Kurotsukki.
‘’Kapal pesiar ini belum diluncurkan, dan kami khusus memberikan yatch ini sebagai hadiah pernikahan,’’ kata Pangeran Akakuro.
‘’Sudah sepantasnya kalian memberikan hadiah seperti ini,’’ kata Putri Rakia.
__ADS_1
‘’Bukannya berterima kasih, malah berkata seperti itu,’’ kata Pangeran Reonharu.
‘’Kurasa sikapnya yang angkuh tidak akan pernah berubah,’’ kata Pangeran Bamie.
Putri Rakia tersenyum. "Terima kasih atas pujiannya."
Mereka pun menuju ke kamar masing-masing.
......................
Master Bedroom Suite Pangeran Keempat
‘’Ramos? Ada yang aneh dengan saudaramu,’’ kata Putri Rakia.
‘’Memangnya ada apa dengan mereka?’’ tanya Pangeran Ramos.
‘’Aku merasa mereka tidak seperti biasanya.’’
‘’Istirahatlah, mungkin kau hanya merasa lelah."
‘’Aku pernah melayani mereka, jadi aku tahu bagaimana sifat kesebelas saudaramu itu.’’
Pangeran Ramos menarik tangan wanita itu agar duduk. ‘’Sepertinya kau memang lelah. Beristirahatlah.’’
......................
Interior Kapal Pesiar
‘’Putri Ketiga tidak ikut?’’ tanya Pangeran Ren.
‘’Dia sedang beristirahat,’’ jawab Pangeran Ramos.
‘’Ada apa? Apakah Rakia baik-baik saja?’’ tanya Pangeran Rui.
‘’Hanya lelah. Jangan khawatir. Selain itu ... Kalian tidak merencakan sesuatu, kan?’’
Semuanya tersentak mendengar ucapan Pangeran Ramos.
‘’A-Apa yang Kakak Ramos katakan?’’ kekeh Pangeran Reonharu.
‘’Beberapa hari terakhir, kalian mendesakku dan Rakia agar melakukan hal itu. Apakah liburan ini salah satu rencana kalian?’’
‘’Ehehe ... Ramos, kau sepertinya sedang salah paham. Kami memang berniat ingin liburan,’’ kata Pangeran Akakuro.
‘’Kami memang mendesak kalian berdua melakukan hal itu. Tapi kami juga tidak bisa memaksa,’’ kata Pangeran Kurotsukki.
__ADS_1
‘’Begitu? Rakia hanya merasa ada yang aneh dengan perilaku kalian,’’ kata Pangeran Ramos.
Suami-istri ini, kenapa insting tajam mereka berdua kompak seperti ini? Haa, kata kesebelas Pangeran dalam hati sambil memasang raut wajah bodoh.