My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 56 Menuju Kamar Pangeran Pertama


__ADS_3

Pangeran Ren duduk sambil menatap lantai dengan tatapan sendu.


Aku tidak ingin mengganggu kalian berdua. Aku lebih baik pergi bersama tunanganku.


Aku dan kau merasakan hal yang sama, kan?


Kita berdua harus berkorban dengan menerima pertunangan mereka. (Pangeran Ren teringat)


Tangannya mengepal sambil menggertak gigi. ‘’Ukii.’’


Mendengar ketukan pintu, membuatnya mempersilahkan masuk. Dilihatnya Pangeran Bamie dan Putri Nikki, membuatnya memberi sambutan.


‘’Anda Pangeran yang dijuluki Si Jenius Dansa itu, kan?’’ tebak Putri Nikki.


‘’Tuan Putri berlebihan memujiku,’’ senyum Pangeran Ren.


Pangeran Bamie meminta untuk menampilkan dansa, membuat Pangeran Ren hanya pasrah. Semua jendela ditutup, dan hanya lampu gantung krystal yang menerangi. Pria berambut blonde itu mengikuti musik.


‘’Benar-benar indah,’’ kagum Putri Nikki.


‘’Dijuluki sebagai Si Jenius Dansa, itu karena tidak ada yang bisa meniru gerakannya,’’ tatap Pangeran Bamie.


Pangeran Ren membungkuk menandakan dansa selesai.


‘’Aku benar-benar terpukau seperti waktu itu,’’ kata Putri Nikki.


‘’Maksud Tuan Putri?’’ bingung Pangeran Ren.


‘’Syukurlah kecelakaan itu tidak mempengaruhi kaki Anda.’’


Kedua pria itu terbelalak.


‘’Benar. Saya hadir di pesta ulang tahun Pangeran Keduabelas. Anda sendiri juga yang mengajak Kakak Ukii berdansa.’’


Eh? Jadi waktu itu aku berdansa dengan Ukii? Karena semua memakai topeng, aku hanya memilihnya secara acak, kata Pangeran Ren dalam hati.


......................

__ADS_1


Tidak terasa hari sudah malam. Rakia menatap si kembar dari belakang. ‘’Justru kalian yang merepotkanku. Kenapa aku harus menarik Optimus kalau Pangeran Anon sendiri ada di sini?’’


‘’Kau mengatakan sesuatu?’’ tanya Pangeran Anon.


‘’Sepertinya kau menggerutu. Seseorang membuatmu kesal, ya?’’ tanya Pangeran Aron.


Ya, dan orang itu adalah kalian berdua, jawab Rakia dalam hati.


‘’Kau pasti membuatnya kesal jadi dia membalasmu,’’ kata Pangeran Aron.


‘’Kebetulan sudah malam, dinginkan kepalamu dengan udara sejuk ini,’’ kata Pangeran Anon.


Rakia mengepalkan tangan yang memegang tali Optimus dengan alis berkerut.


Anataga futari(Kalian berdua)! Heh, seru Rakia dalam hati.


......................


Beberapa pelayan diutus untuk menyampaikan kabar kepada keturunan Kaisar Helios untuk pulang.


‘’Sudah mau kembali?’’ tanya Raja Rivazreich.


Permaisuri Helios mengangguk sambil tersenyum mengkode Rakia, membuat putrinya itu menunduk.


‘’Jika ada waktu luang, maka giliran kami yang akan berkunjung,’’ kata Raja Rivazreich.


‘’Aku menantikannya,’’ kata Kaisar Helios.


Kaisar Helios menatap Rakia yang menunduk membuatnya sedih. ‘’Jaga dirimu baik-baik, minha gracinha favorita.’’


Rakia dengan cepat mendongakkan kepala mendengar itu, sampai keluarganya benar-benar pergi.


‘’Dalam bahasa Portugis, itu berarti imut kesayanganku. Apakah perkataan itu ditujukan kepada Ayahanda?’’ tanya Pangeran Kurotsukki.


‘’Hem! Y-Ya, itu panggilan akrab sesama sahabat waktu kami di sekolah."


Padahal panggilan itu untuk Rakia. Karena putrinya pernah berada di Brazil, jadi dia menggunakan bahasa itu untuk memberi kode, kata Raja Rivazreich dalam hati.

__ADS_1


12 Pangeran menatap ayahnya dengan reaksi tidak bisa dijelaskan.


......................


Dapur Istana


‘’Wah, ada yang sedih karena tidak bisa ikut ke Kerajaan Helios,’’ kata Haruka.


‘’Bicara sekali lagi, aku tidak menjamin mulutmu masih berada di posisinya,’’ kata Rakia pergi.


‘’Ha?!’’ kesal Haruka.


......................


Kamar Pangeran Pertama


‘’Aku sudah kesal karena Haruka, malah ditambah dengan Pangeran ini lagi. Meskipun tidak sudi melayaninya, aku juga sudah akan pulang setelah ini.’’


Ceklek!


Sudah terlihat Pangeran Ereri duduk sambil menatapnya. Senyuman pria itu dibalas dengan tatapan dingin dari Rakia.


‘’Rakia Hime wa gokigen wa ikaga desuka(Bagaimana kabar Putri Rakia)?’’


‘’Okagesamade genki-desu(Kabarku baik, terima kasih),’’ jawab Rakia dingin.


Pangeran Ereri terkekeh. ‘’Aku tidak pernah melakukan sesuatu kepada Anda, kenapa begitu tidak menyukaiku?’’


‘’Kau mengetahui identitasku, jadi aku tidak perlu melayanimu.’’


‘’Bukankah itu tidak adil kau melayani kesebelas adikku tapi diriku tidak?’’


‘’Aku tidak akan mengulang perkataanku.’’


‘’Perintah tetaplah perintah, bahkan seorang putri kerajaan tidak bisa membantahnya. Jadi, kau tetap pelayan pribadiku selama satu minggu.’’


‘’Anta(Kau)!’’ seru Rakia.

__ADS_1


‘’Jangan membuatku melaporkan dirimu kepada Raja. Jangan khawatir, duduk dan tunggu saja sampai aku memberi perintah.’’


Pria ini selalu saja membuatku kesal. Tidak kusangka Kakak Yuriki menyukainya, gerutu Rakia dalam hati.


__ADS_2