
Ruang Pribadi Raja
Raja Rivazreich menghentikan tangannya yang menulis tadi, dan menatap wanita di depannya. ‘’Lusa nanti Nona Iriyama berulang tahun, ya?’’
‘’Benar, Yang Mulia, karena itulah saya datang untuk menyampaikan pesan ayahku,’’ senyum Mezool.
Untuk sesaat, Raja Rivazreich terdiam, sedangkan Mezool hanya menunggu dengan sabar.
‘’Sepertinya aku tidak bisa hadir, karena aku dan istriku beserta kakak dan juga Putri Kagura juga akan menghadiri pertemuan hari itu,’’ kata Raja Rivazreich.
Mendengar hal tersebut, raut wajah Mezool menjadi sedih.
‘’Jangan bersedih. meskipun aku tidak bisa hadir, aku akan mengutus 12 Pangeran untuk mewakiliku hadir di pesta ulang tahun Nona Iriyama, dan juga sampaikan permintaan maafku kepada Panglima,’’ kata Rivazreich.
Mezool kembali senang, sehingga ia membungkuk berulang kali. ‘’Terima kasih, Yang Mulia.’’
Setelah selesai berbincang, Mezool keluar. Raja Rivazreich menyuruh pengawal pribadinya untuk menyampaikan pesan kepada 12 pangeran.
......................
Aula
‘’Tidak biasanya Ayahanda mengumpulkan kita seperti ini,’’ kata Pangeran Reonharu.
‘’Selain itu, perkumpulan ini begitu mendadak,’’ kata Pangeran Ren.
‘’Jangan-jangan ada hal penting yang ingin disampaikan Ayahanda,’’ kata Pangeran Aron.
Pangeran Kurotsukki menatap Pangeran Ereri. ‘’Apakah kakak tertua mengetahui sesuatu?’’
__ADS_1
‘’Tidak. Pelayan yang diutus Pengawal Mori juga tidak mengatakan apa pun selain menyuruh kita berkumpul di aula,’’ jawab Pangeran Ereri.
Para Pangeran kebingungan sampai akhirnya pintu terbuka.
Ceklek!
‘’Yang Mulia?!’’ pekik 12 Pangeran serentak berdiri lalu memberi hormat.
Raja Rivazreich menatap 12 Pangeran yang sudah tumbuh dewasa. ‘’Aku tidak bisa berlama-lama, jadi langsung intinya saja. Mori!‘’
‘’Lusa nanti, putri Panglima Iriyama akan berulang tahun,’’ kata pengawal Mori menyampaikan.
‘’Mezool?’’ kata Pangeran Rui.
‘’Dia mengundang Yang Mulia untuk datang, tapi di hari yang sama, Yang Mulia menghadiri pertemuan penting. Jadi Yang Mulia mengumpulkan para Pangeran di sini dengan maksud untuk mewakili Yang Mulia agar hadir di pesta ulang tahun Nona Iriyama,’’ kata Mori.
12 pangeran mengangguk mengerti tanpa mengajukan keluhan.
‘’Kami juga menantikannya, Yang Mulia,’’ kata 12 pangeran.
Ceklek!
Mereka kembali duduk.
‘’Ternyata ulang tahun Nona Mezool,’’ kata Pangeran Bamie.
‘’Sayang sekali, Ayahanda tidak datang bersama kita,’’ kata Pangeran Zelho.
‘’Ayahanda sibuk karena itulah kita diutus sebagai perwakilan,’’ kata Pangeran Akakuro dengan khasnya sedikit mendorong kacamatanya di bagian tengkuk hidung.
__ADS_1
‘’Aikawarazu(Seperti biasa), Kakak Akakuro begitu tegas,’’ kata Pangeran Goyu memainkan kartu Joker.
‘’Begitu juga dengan Goyu yang selalu membawa kartu Joker,’’ kata Pangeran Anon.
‘’Kakak Ramos juga masih berlagak dingin seperti biasa,’’ kata Pangeran Rui.
Sebagian pangeran yang pernah dikunjungi langsung terdiam.
Pangeran Ramos hanya diam, hingga akhirnya tersenyum. ‘’Itu karena aku tidak perlu mengatakan apa pun.’’
Ia berdiri untuk kembali ke kamar. ‘’Sampai bertemu di pesta.’’
Pangeran Kurotsukki mengerjapkan mata berulang kali. ‘’Apakah aku tidak salah lihat? Baru saja, Ramos tersenyum?’’
‘’I-Iya, ini pertama kalinya,’’ kata Pangeran Ereri sama kagetnya.
‘’Apakah sesuatu sudah membentur kepalanya?’’ tanya Pangeran Akakuro yang juga tidak percaya.
Ketiga pria itu menatap adik-adiknya yang terlihat biasa dan malah ikut tersenyum.
Pangeran Goyu yang tersenyum menatap kartu di tangannya. Pangeran Ren dan Pangeran Bamie saling merangkul yang juga tersenyum, begitu juga si kembar. Pangeran Zelho dan Pangeran Reonharu juga tersenyum.
‘’Tunggu, jangan bilang ini bukan pertama kalinya Ramos tersenyum?’’ tanya Pangeran Akakuro menyadari reaksi adik-adiknya tadi.
Ketujuh pangeran itu mengangkat bahu sambil berlalu satu persatu.
‘’Serius?!’’ pekik Pangeran Kurotsukki.
Pangeran Rui yang melihatnya hanya datar dan tidak peduli.
__ADS_1
...Visual Pengawal Mori...