My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 25 Kebenaran yang diketahui Rakia


__ADS_3

Hari berikutnya...


"Shitsurei shimasu(Permisi)."


Pandangan Rakia menuju ke arah sosok yang tidur tengkurap menutupi bagian punggungnya dengan selimut.


"Ha? Dia mewarnai lagi rambutnya dengan kuning?"


Rakia benar-benar habis pikir dengan Pangeran Aron yang selalu mengganti warna rambutnya setiap saat.


"Saking seringnya dia mengganti warna rambut, aku sudah tidak tahu sudah berapa kali dia gonta-ganti warna rambut dalam sehari."


Wanita itu membangunkan Pangeran Aron. "Pangeran, sampai kapan Anda akan tidur? Para pelayan kewalahan mengatasi Optimus sejak tadi. Anda harus bangun."


"M ... mmm...."


Pangeran Aron pun bangkit yang tidak mengenakan atasan.


"Haa, siapa yang membangunkanku sepagi ini?" tanya Pangeran Aron mengusap sebelah matanya.


Ia menatap Rakia yang sedang berdiri. Matanya langsung membulat besar.


"Rakia?!" kagetnya menarik selimut menutupi tubuhnya.


"Anda masih tidur di jam segini? Segeralah ke taman! Para pelayan kewalahan mengatasi Optimus. Anjing itu baru akan tenang jika Anda yang datang."


"Reaksimu biasa saja melihatku begini? Wah, kau benar-benar tidak tahu malu menatap tubuh pria yang tidak mengenakan atasan," kata Pangeran Aron mulai kesal.


"Pangeran Aron segeralah bergegas aku a—" ucapan Rakia terpotong saat menyadari sesuatu.


Tunggu, dia cerewet seperti biasanya. Bukankah dia akan menjadi diam dengan warna rambutnya yang kuning? Eh, kata Rakia dalam hati.


"Kenapa menatapku seperti itu?!" kesal Pangeran Aron.


"Pangeran Aron, bisakah kau tidak berlebihan menutupi dirimu dengan selimut? Aku sudah melihat setengah tubuhmu tanpa mengenakan atasan, kau bertingkah seolah-olah aku akan menidurimu saja," kata Rakia sedikit risih.


"Beraninya memanggilku dengan sebutan kau. Cepat keluar!"


Rakia bergegas keluar sambil menggaruk kepala belakangnya.

__ADS_1


Pangeran Aron menatap dirinya yang tidak mengenakan atasan. "Wanita itu benar-benar tidak malu melihatku seperti ini, apakah dia sungguh seorang wanita?"


Pria itu langsung beranjak ke kamar mandi.


......................


Taman Istana


Rakia datang dan menjelaskan kalau Pangeran Aron sedang bersiap. Karena merasa sedikit kasihan, Rakia mengambil tali Optimus.


"Berikan aku saja, kalian bisa kembali bekerja."


Para pelayan itu hanya mengangguk mengerti dan berjalan pergi.


Rakia kembali menatap anjing samoyed itu. "Optimus, apakah majikanmu memang seperti itu? Aku benar-benar bingung melihatnya yang selalu berubah karakter."


Optimus berlari ke belakang Rakia.


"Guk!"


Karena kedatangan Pangeran Aron, anjing itu berlari menghampirinya.


"Pangeran Aron bersiap secepat ini?" bingung Rakia.


"Hanya wanita yang prosesnya lama. Ayo Optimus."


"Guk!"


Beberapa hari terakhir, Rakia benar-benar kesal menghadapi sikap Pangeran Aron yang selalu berubah membuatnya ke taman.


......................


Taman Istana


"Op?" tatap Rakia mengambil choker yang tergeletak bertuliskan OP.


"OP ... OP ... O ... P ... Optimus Prime!" pekik Rakia mengingat kejadian saat Optimus menghampiri Pangeran Aron.


......................

__ADS_1


Kamar Pangeran Ketujuh & Keenam


Rakia masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Eh, maaf karena tidak meminta izin terlebih dahulu."


Pangeran itu hanya diam.


Sudah kuduga, dia menjadi diam lagi, kata Rakia dalam hati.


Pangeran itu hanya mondar mandir dipenuhi kecemasan.


......................


Taman Istana


"Seharusnya ada di sini," kata Pangeran Aron mencari-cari sambil menarik tali Optimus yang juga ikut padanya.


"Optimus, kau ini seekor anjing, gunakan indera penciumanmu untuk mencari kalungmu sendiri. Selain itu bagaimana bisa kalungmu terjatuh tanpa kau sadari? Ayo kita kembali."


......................


Kamar Pangeran Ketujuh & Keenam


"Anda terlihat begitu mengkhawatirkan sesuatu?"


Pangeran masih diam.


"Apakah mencari ini?"


Saat itu juga pintu terbuka, Optimus masuk dengan tali yang terseret di lantai.


"Hei, kalungmu sudah ketemu," senang Pangeran.


Rakia menatap Optimus dan pangeran itu bergantian.


"Kau ... Bukan Pangeran Aron, kan?"


Deg!

__ADS_1


Pangeran itu tertegun yang masih mengelus Optimus.


__ADS_2