My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 158 Pengakuan Pangeran Shinsuke


__ADS_3

“Kakak, hehe, ini bohong, kan? Ini tidak benar, kan? Katakan padaku kalau ini tidak nyata!” seru Raja.


Pangeran Shinsuke merapikan lengan bajunya sambil menghampiri adiknya. Tepat saat mereka berhadapan.


Bugh!


Raja terjungkal ke belakang setelah menerima pukulan dari kakaknya.


“Apakah pukulanku terasa nyata?” tanya Pangeran Shinsuke.


“Kenapa Kakak Shinsuke melakukannya?” tanya Raja.


Pangeran Shinsuke hanya diam sambil tersenyum-senyum menatap langit-langit ruangan.


“Apakah karena takhta?” tanya Raja.


“Kenapa aku harus melakukannya karena takhta? Sejak awal posisi itu memang milikku. Jadi aku hanya datang untuk mengambilnya dari penjahat seperti dirimu,” senyum Pangeran Shinsuke.


Raja Rivazreich tersenyum remeh. “Siapa sebenarnya yang pantas disebut penjahat di sini?”


“Aku? Aku melakukan kejahatan apa? Insiden penculikan Putri Rakia? Puff! Setidaknya aku bukan pembunuh seperti dirimu,” kata Pangeran Shinsuke.


“Apa maksud Anda?” tanya Kaisar.


Pangeran Shinsuke mengkode mereka yang berakhir ke arah Ramos. “Shewfelt adikku ... Kau telah membunuh putramu sendiri, Pangeran Keempat.”


“Apa maksudnya ini? Aku hanya menghukum penjahat yang berani menggunakan wajah Pangeran Keempat. Kenapa aku harus membunuh putraku sendiri yang sudah meninggal 6 tahun yang lalu?!”

__ADS_1


“Sejak awal, Pangeran Keempat tidak pernah meninggal,” kata Pangeran Shinsuke membuat semuanya tertegun.


“Pa-Paman, apa yang sebenarnya Anda ingin katakan?” tanya Pangeran Ereri.


“Sudah aku bilang, sejak awal Pangeran Keempat tidak pernah meninggal. Dia juga tidak memiliki riwayat penyakit dan lahir sehat seperti kalian.”


“Kalau Pangeran Keempat memang tidak memiliki riwayat penyakit, kenapa dia selalu muntah darah?” tanya Ratu.


Pangeran Shinsuke tersenyum dengan mata menyipit. “Aku memanipulasi penyakitnya.”


Deg!


Semua tertegun mendengar ucapan Pangeran Shinsuke, terutama Putri Rakia melalui speaker yang diaktifkan dokter itu.


“Apakah itu benar Kamiya-kun?”


“Kau tahu kenapa Dokter Wo selalu bisa mengatasi penyakit Ramos? Itu karena dia salah satu anggota ilmuwan kesehatan di Eropa. Aku hanya perlu menyarankannya sebagai dokter pribadi, dengan begitu aku bisa memantau kondisi Ramos melalui dirinya.”


Putri Rakia menatap Dokter Wo tidak percaya.


“Tapi Kakak Shinsuke rela berada di Eropa demi mencari obat penawar untuk Pangeran Keempat?” tanya Raja.


“Aku akan bodoh jika melakukan hal itu. Kau pikir kenapa aku sampai berada di Eropa bertahun-tahun? Ya, aku menunggu obat ramuan untuk Ramos,” kata Pangeran Shinsuke.


“Kenapa Anda begitu keji menyiksa Pangeran Keempat di umur 5 tahun seperti itu?” tanya Kaisar.


“Terkadang kita membutuhkan usaha yang besar, untuk menghasilkan hasil yang besar juga. Lagi pula, darah yang keluar dari tubuh Ramos akan kembali terisi dengan obat yang diberikan Dokter Wo. Jadi, kalau kosong bisa terisi lagi. Tapi, tubuh Ramos sudah mencapai batas. Karena tidak bisa menampung obat itu lagi, dia akhirnya tidak sadarkan diri, tapi kalian semua menganggapnya meninggal.”

__ADS_1


“Eh?” tatap Permaisuri.


“Ya, waktu itu Ramos hanya pingsan bukan meninggal.”


“Itulah kenapa Anda yang mengurus semua pemakamannya agar bisa membawa Pangeran Keempat,” kata Ratu.


Pangeran Shinsuke tersenyum. “Benar. Tapi karena obat itu sudah mengakar di dalam tubuh Ramos sejak umurnya 5 tahun, obat itu terpaksa merenggut ingatannya. Karena itulah Ramos amnesia saat dia tersadar.”


Putri Rakia tertegun untuk kesekian kalinya.


“Tapi Anda malah menuduhnya dan menjatuhi hukuman ma—“


“Kenapa Anda melakukannya?!” marah Raja dengan butiran air mata.


Pangeran Shinsuke hanya diam dengan wajah datarnya.


“Bagaimana dengan wanita yang menyerupai wajah Nona Mezool?” tanya Pangeran Ereri.


“Puff! Aku koreksi. Bukan wanita yang menyerupai Nona Mezool, tapi dia memang Nona Mezool.”


Deg!


“Kalau kematian Pangeran Keempat memang dimanipulasi itu masih wajar, tapi mengenai Nona Mezool ... Pangeran Kelima mengatakan kalau wanita itu menusuk jantungnya sendiri tepat di depan matanya,” kata Ratu.


“Aku tidak sengaja mendengarnya ingin bunuh dari, tapi dia ragu karena jika melakukannya, maka dia tidak akan melihat pria yang dia cintai. Aku memberinya pilihan untuk mengambil resiko menusuk jantungnya sendiri di depan Putri Rakia. Tentu saja aku sudah mempersiapkan jantung orang lain untuk ditanamkan ke tubuhnya. Dia melakukannya demi bisa kembali melihat pria yang dia cintai, tapi Rui tidak pernah menyadari keberadaannya.”


Pangeran Rui tertegun mendengar itu. Ia berbalik hendak melihat Mezool tapi wanita itu sudah hilang tanpa ia sadari.

__ADS_1


“Mezool!” teriaknya berlari keluar.


__ADS_2