
Pangeran Ezekiel muda yang melihat kedua orangtuanya hanya tersenyum lega.
Apakah aku melihat orang yang salah? Kedua manusia es itu tersenyum, kata saudara Putri Rakia kompak dalam hati.
Oh God, kami sudah melihat pertumbuhan Pangeran Ezekiel selama 5 tahun dan kami tidak pernah melihat manusia es kecil ini tersenyum, kata 11 Pangeran kompak dalam hati.
Apakah ini akhir dari dunia? Ya Tuhan, kata Kaisar, Raja, Permaisuri dan Ratu kompak dalam hati.
Dor!
Semua tersentak setelah mendengar suara tembakan itu.
“Kakak!” seru Raja melihat Pangeran Shinsuke menembak dirinya sendiri.
......................
Rumah Sakit Pribadi
Pangeran Shinsuke langsung ditangani, begitu juga Pangeran Ramos serta Putri Rakia yang menerima beberapa luka ringan.
Putri Kagura tidak berhenti menangis setelah mengetahui kejahatan suaminya. Rasanya ia sangat malu untuk memperlihatkan wajahnya.
Setelah Putri Rakia selesai diobati, Pangeran Ezekiel muda langsung memeluknya tanpa bicara.
“Ingin bertemu Ramos?”
......................
Ruang Rawat VVIP
Pintu terbuka, Putri Rakia sedih melihat seluruh tubuh atas suaminya dipenuhi perban. Tangannya meraba punggung pria itu. “Maaf, aku memberimu luka bakar ini sekali lagi.”
Pangeran Ramos menarik Putri Rakia dan memeluknya sangat erat. “Aku yang harusnya minta maaf karena sudah meninggalkanmu selama 5 tahun, dan tidak ada di sampingmu membesarkan Ezekiel.”
Mata Putri Rakia memerah. “Dasar bodoh, perasaanku sangat terluka.”
“Aku sungguh menyesal. Aku akan menebus 5 tahun yang kau rasakan dengan 5 tahun yang indah,” kata Pangeran Ramos.
Kedua suami-istri itu saling melepas rindu setelah sekian lama. Pangeran Ramos dan Putri Rakia saling memandang lekat. Keduanya memajukan wajah sambil memejamkan mata. Kini jarak wajah mereka hanya 5 cm.
“Aku tidak berniat mengganggu moment kalian,” kata Pangeran Ezekiel muda.
Deg!
Pangeran Ramos dan Putri Rakia tersadar. Mereka terhanyut dalam suasana dan melupakan keberadaan Pangeran Ezekiel muda.
Putri Rakia langsung mendorong Pangeran Ramos membuat pria itu terjungkal ke belakang.
"Kalian berdua sibuk dengan dunia kalian," kata Pangeran Ezekiel muda.
Putri Rakia merapikan penampilannya, sedangkan Pangeran Ramos meringis karena istrinya itu langsung melemparnya begitu saja.
“Ahaha, Ramos … Ini Ezekiel, anak kita. Saat itu kau mengatakan padaku untuk memberinya nama itu, padahal aku belum mengandung dan melahirkan. Tapi firasatmu sungguh benar.”
__ADS_1
Pangeran Ramos dan Pangeran Ezekiel saling menatap.
5 menit kemudian…
Wajah Putri Rakia yang tersenyum dari tadi sudah kaku. Ia tersenyum sambil mengernyitkan alis. “Sampai kapan kalian berdua saling bertatapan?! Ini bukan lomba tatap mata!”
Pangeran Ramos mengulurkan tangan. Awalnya Pangeran Ezekiel ragu, tapi ia tetap meraih tangan ayahnya. Ia terbelalak saat ayahnya menggendongnya dan mendudukannya di pangkuan pria itu.
“Ezekiel … Maaf aku tidak ada sebagai sosok ayah selama 5 tahun ini. Terima kasih kau menjadi kekuatan untuk ibumu saat aku tidak ada disamping kalian berdua,” kata Pangeran Ramos.
Meskipun wajahnya tetap datar tapi hati tidak bisa berbohong. Mata Pangeran Ezekiel muda berkaca-kaca, tapi ia menahannya agar tidak jatuh. “You stupid dad!”
“Yeah, I’m stupid dad,” kata Pangeran Ramos.
Putri Rakia terbelalak, karena adegan ini pernah ia alami juga saat Kaisar meminta maaf setelah memberinya hukuman. Terukir senyuman di bibirnya.
......................
Kamar rawat VVIP
“Apakah aku sudah boleh keluar?” tanya Mezool.
Dari tadi kami berdua hanya diam, dan dia sudah ingin keluar? Haa, kata Pangeran Rui dalam hati.
Melihat Pngeran Kelima hanya diam membuat Mezool beranjak pergi.
“Maaf,” kata Pangeran Rui.
“Mezool, aku benar-benar menyukaimu.”
Wanita itu berbalik menatap Pangeran Rui dengan tampang kesal dengan mata berkaca-kaca. “Dasar, kau terlalu lama memberitahuku!”
“Eh? Apakah itu artinya aku mendapatkan kesempatan?” tanya Pangeran Rui.
“Tapi … Jantung di tubuhku ini bukan lagi jantung milikku yang berdetak untukmu. Apakah kau masih mau menerimanya?” tanya Mezool.
“Kalau begitu, aku akan membuat jantung itu kembali berdetak untukku,” kata Pangeran Rui.
Mezool teharu dengan perasaan bahagia. “Aku mencintaimu Rui.”
“Aku juga mencintaimu Mezool,” balas Pangeran Rui.
......................
Masalah akhirnya selesai. Pangeran Shinsuke koma setelah ia menembak dirinya sendiri. Jika sudah sadar, maka ia harus menjalani pengasingan diri selama 12 tahun sebagai hukumannya. Dokter Wo dan Mezool sama halnya juga.
Kondisi istana kembali menjadi normal. Putri Rakia, Pangeran Ramos dan Pangeran Ezekiel muda akhirnya berkumpul. Tapi tetap saja Putri Rakia mendapat masalah. Ia menjadi rebutan dari 2 manusia es setiap hari.
“Rose Pizza!” tegas Pangeran Ezekiel muda.
“Hamburger!” tegas Pangeran Ramos.
Para koki dan semua pelayan kebingungan melihat pertengkaran itu.
__ADS_1
“Ibu lapar, jadi kita sebaiknya membuatkan Rose Pizza,” kata Pangeran Ezekiel muda.
“Tidak, Rakia akan kelamaan menunggu, buatkan Hamburger saja,” kata Pangeran Ramos.
Para Pangeran memasang wajah bodoh mereka.
“Semenjak Ramos kembali, istana menjadi tidak tenang karena keributan 2 manusia es itu,” kata Pangeran Kurotsukki.
“Ya, Ayahanda dan Ibunda bahkan kewalahan mengatasi mereka,” kata Pangeran Rui.
“Kita tidak punya pilihan lain. Kita harus menggunakan cara itu,” kata Pangeran Akakuro.
“Masa depan kerajaan bergantung di tangan kita,” kata Pangeran Ren.
“Mm, tidak peduli nyawa kita menjadi taruhan demi memanggilnya,” kata Pangeran Aron.
“Saatnya kita tunjukkan keberanian,” kata Pangeran Anon
“Kita anggap ini adalah ujian terbesar bagi kerajaan,” kata Pangeran Reonharu.
“Saatnya melakukan tugas kita sebagai pahlawan yang akan dikenang sepanjang sejarah,” kata Pangeran Zelho
“Apakah kalian semua siap?” tanya Pangeran Goyu.
“Ten—"
“Kenapa kalian begitu dramatis hanya karena ingin memanggilnya?” tanya Pangeran Ereri merusak suasana.
Ia menatap salah satu pelayan dan memerintahnya pergi. “Panggil pawang kedua manusia es itu!”
Para saudara Putri Rakia yang menginap, hanya memasang raut wajah bodoh mereka.
“Apakah mereka sedang berdialog?” tanya Pangeran Kairi.
“Aku hidup di jaman apa ya sekarang?” tanya Pangeran Yuga.
Sedangkan ketiga Putri lainnya hanya menghela nafas panjang.
Tidak lama kemudian, Putri Rakia datang dan menyaksikan perdebatan itu. Keduanya sangat ribut dan tidak mempedulikan orang-orang sekitar.
“Mom is going to eat Rose Pizza(Ibu akan makan Pizza Mawar)!” tegas Pangeran Ezekiel muda.
“She will eat Hamburger(Dia akan makan Hamburger)!” tegas Pangeran Ramos.
Putri Rakia tersenyum sambil mengernyitkan alis dengan urat yang sudah menegang.
“Chotto anata tachi … Sawagura sa shouto ni dete chodai(Hei kalian berdua … Kalau ingin berisik, lebih baik di luar saja)!” seru Putri Rakia menyeret kedua orang itu ke luar dan menutup pintu utama istana.
Bugh!
Semua yang melihat hanya tersenyum kaku. “Ini definisi dimana wanita itu mutlak. Dia seorang ibu, dan itu adalah makhluk yang paling terkuat di Bumi.”
...~Tamat~...
__ADS_1