My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 125 Alat Sadap Ruangan


__ADS_3

‘’Apa?!’’ pekik Kaisar Helios.


......................


Kamar Putri Ketiga


Kaisar Helios dan Raja Rivazreich beserta ketiga pria muda tadi tiba.


‘’Di mana Dokter Wo?! Kenapa dia belum datang?’’ tanya Kaisar.


‘’Butuh 9 jam Dokter Wo akan tiba. Kita tidak bisa menunggunya datang dengan durasi waktu selama itu. Kita tidak punya pilihan lain selain menghubungi dokter kerajaan,’’ kata Pangeran Kairi.


Kaisar Helios terdiam dengan tangan mengepal.


‘’Yang Mulia nyawa Putri Rakia sedang terancam!’’ panik Pangeran Kairi.


‘’Tapi aku tidak mempercayai dokter lain selain Dokter Wo!’’ tegas Kaisar Helios.


Kaisar menghela nafas kasar. ‘’Baiklah, hubungi dokter kerajaan!‘’


‘’Mohon maaf Yang Mulia, di bawah ada Dokter Wo yang datang,’’ lapor salah satu prajurit.


Deg!


Semua tertegun dan serentak menatap prajurit itu dengan tampang kaget.


‘’Cepat suruh dia datang ke kamar Putri Ketiga!’’ perintah Kaisar.

__ADS_1


‘’Dokter Wo ada di sini?’’ tanya Raja Rivazreich.


Tak lama kemudian, Dokter Wo muncul dengan raut wajah tidak kalah cemas. Ia membungkuk memberi hormat.


‘’Cepat selamatkan Putri Ketiga!’’ perintah Kaisar.


Dokter Wo bergegas menghampiri Putri Rakia. Matanya membulat besar melihat kondisi wanita itu.


‘’Tuan Putri?! Apa yang terjadi?!’’ pekiknya dengan perasaan tidak karuan.


‘’Dokter Wo, bagaimana keadaan Putri Rakia?’’ tanya Kaisar.


‘’Iya, bagaimana keadaan Putri Rakia?’’ tanya Pangeran Kairi.


Dokter Wo terbelalak. ‘’Eh?’’


Melihat reaksi dokter muda itu membuat semuanya semakin cemas.


‘’Ada apa? Cepat katakan!’’ seru Kaisar Helios.


Dokter Wo menoleh ke arah semua orang satu persatu dengan raut wajah ngeri. ‘’Denyut nadi Tuan Putri ... Saya bahkan tidak bisa merasakannya Yang Mulia.’’


Deg!


‘’Apa?!’’


Kaisar mengepalkan tangan. ‘’Kau tahu apa yang sedang kau katakan Dokter Wo? Apa kau ingin bilang kalau putriku telah tiada?!’’

__ADS_1


‘’Yuki, tenanglah,’’ kata Raja Rivazreich.


‘’Shewfelt ... Saat denyut nadi seseorang tidak bisa dirasakan, itu berarti orang tersebut meninggal dan Anda menyuruhku untuk tenang?’’ tanya Kaisar Helios tertahan.


Semua terdiam merasakan aura mengintimidasi dari Kaisar Helios. Meskipun pria itu bicara tanpa nada tinggi, tapi mereka bisa merasakan suasana di dalam ruangan memiliki tekanan.


‘’Ka-Kakak ... Kaisar Helios sepertinya lebih menakutkan daripada Ayahanda,’’ bisik Pangeran Ren.


‘’U-Um, kau benar. Aku lebih memilih sosok Kaisar Helios yang membentak tadi daripada sosoknya barusan yang bicara dengan Ayahanda,’’ balas Pangeran Ereri berbisik.


‘’Yang Mulia tenanglah. Denyut nadi Tuan Putri, sepertinya ini gejala kematian jaringan tangan yang menandakan adanya syok hipovolemik. Syok hipovolemik adalah kondisi gawat darurat karena hilangnya darah dalam jumlah besar, sehingga jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini harus segera ditangani untuk mencegah kerusakan organ yang berdampak kematian,’’ ulas Dokter Wo.


‘’Kenapa Putri Rakia sampai nekat melakukan hal ini?’’ bingung Raja Rivazreich.


‘’Prajurit yang berjaga memberitahu kami kalau terdengar pecahaan kaca dari dalam kamar Putri Rakia. Karena merasa panik tidak memiliki kunci cadangan, mereka mendobrak pintu dan menemukan Putri Rakia sudah tidak sadarkan diri bergelimang darah,’’ kata Pangeran Kairi mewakili.


‘’Aku bertanya kenapa Putri Ketiga sampai melakukan hal ini?’’ tanya Kaisar.


Pangeran Kairi memberi kode ke para prajurit untuk menjelaskannya.


‘’Ma-Maafkan kami Yang Mulia. Kami kurang tahu, tapi saat kami masuk, terlihat alat sadap di samping tubuh Tuan Putri,’’ jawab salah satu prajurit mewakili.


Kaisar Helios mengerutkan dahi. ‘’Alat sadap ruangan? Kenapa Putri Ketiga memiliki alat seperti itu?’’


Deg!


Pangeran Kairi langsung tersadar. ‘’Jangan bilang … Yang Mulia, sepertinya Putri Ketiga mendengar pembicaraan Anda di ruang pertemuan.’’

__ADS_1


Deg!


Kaisar Helios tertegun lalu mengepalkan tangan.


__ADS_2