
Ceklek!
‘’Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Pangeran Ereri tiba bersama saudara yang lainnya.
Semua menoleh ke arah mereka. ‘’Kalian?’’
‘’Jadi Yang Mulia, bagaimana keputusan Anda?’’ tanya Ratu Rivazreich.
‘’Yang Mulia kumohon. Ini demi Pangeran Keempat,’’ kata Pangeran Ereri.
‘’Yang Mulia,’’ kata Pangeran Ren.
‘’Yang Mulia!’’ kata semua Pangeran.
Pangeran Shinsuke juga sama halnya. ‘’Yang Mulia.’’
Raja Rivazreich memejam mata sampai akhirnya menghela nafas. ‘’Baiklah, Mori! Umumkan pernikahan Pangeran Pertama hari ini juga untuk persiapan besok!’’
‘’Sesuai perintah Yang Mulia,’’ kata Pengawal Mori.
......................
Pernikahan Pangeran Pertama dan Pesembilan Rivazeich dengan Putri Kedua dan Putri Pertama Helios begitu mengejutkan semua orang.
Bersamaan acara pernikahan disiarkan, pernikahan tersebut berlangsung di sebuah kastil. Tidak ada yang mau melewatkan, semua orang langsung menontonnya secara Live.
Serentak semua memberi ucapan. Setelah 2 pernikahan itu selesai, semua menuju ke Kerajaan Helios.
‘’Ini kedua kalinya kita berkunjung,’’ kata Pangeran Reonharu.
__ADS_1
‘’Aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengan Tuan Putri angkuh itu,’’ kata Pangeran Bamie.
‘’Puff! Kenapa dia tidak hadir di acara pernikahan kedua kakaknya sendiri?’’ bingung Pangeran Kurotsukki.
Rakia, bagaimana kabarnya, ya? Kuharap dia baik-baik saja, karena dirinya tidak hadir di acara pernikahan Kakak Ereri dan Ren, kata Pangeran Rui dalam hati.
‘’Aku tidak menyangka Pangeran Pertama dan Pangeran Kesembilan akan menikah secara mendadak seperti ini,’’ kata Pangeran Aron.
‘’Apalagi Yang Mulia langsung mengambil penerbangan kemari,’’ kata Pangeran Akakuro.
‘’Itu karena sudah jelas untuk menghabiskan waktu dengan besan Yang Mulia,’’ kata Pangeran Goyu.
‘’Sekarang kita jadi lebih dekat dengan Rakia, hem! Maksudku Putri Rakia,’’ kata Pangeran Anon.
Berbeda dengan yang lainnya, Pangeran Ereri, Pangeran Ramos dan Pangeran Ren hanya diam dengan wajah sendu.
......................
Mereka disambut dengan hangat seperti biasa. Tapi semua Pangeran bingung karena sejak tadi Putri Rakia tidak pernah menampakkan dirinya.
Setelah jamuan itu, mereka menuju ke kamar Putri Rakia.
Kenapa perasaanku tidak enak? Sejak tadi Rakia tidak ada, dan sekarang kita malah menuju ke kamarnya, kata Pangeran Rui dalam hati.
......................
Kamar Putri Ketiga
Ceklek!
__ADS_1
Begitu pintu terbuka semua langsung tertegun.
Deg!
Serentak pandangan mereka mengarah ke kasur, dimana terlihat Putri Rakia yang sedang terbaring koma. Akhirnya mereka mengerti dengan tidak hadirnya Putri Rakia di acara pernikahan tadi dan jamuan di ruang aula.
‘’Kenapa bisa?’’ tanya Pangeran Anon.
‘’Jadi karena inilah Putri Ketiga tidak hadir dalam acara pernikahan tadi, juga jamuan di ruang pertemuan?’’ tebak Pangeran Kurotsukki.
Melihat kediaman semuanya terutama ketiga Langeran di sampingnya membuat Pangeran Akakuro tersadar. ‘’Tunggu, jangan bilang hanya kami bersembilan yang belum mengetahuinya?’’
‘’Lagi?’’ tidak percaya Pangeran Goyu.
‘’Kita ketinggalan berita lagi?’’ habis pikir Pangeran Aron.
‘’Yang Mulia kenapa menyembunyikan hal ini?’’ tanya Pangeran Rui.
‘’Keadaan sedikit rumit,’’ jawab Raja Rivazreich.
‘’Kami tidak bermaksud menyembunyikannya. Tapi kami melakukannya agar kalian tidak cemas,’’ kata Pangeran Shinsuke.
‘’Tapi Paman ... Ini sudah kesekian kalinya kalian merahasiakan sesuatu yang begitu penting! Padahal ketiga orang itu mengetahuinya,’’ kata Pangeran Rui.
‘’Pangeran Kelima harap menjaga sikap! Ini adalah perintahku untuk tidak memberitahu siapa pun, jadi berhenti mengeluh!’’ kata Ratu Rivazreich.
Pangeran Rui pasrah sambil mengepalkan tangan.
Kenapa? Kenapa?! Padahal Rakia sedang sekarat dan aku tidak mengetahuinya sama sekali, ucapnya dalam hati.
__ADS_1