My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 148 Pangeran Ezekiel


__ADS_3

Beberapa hari setelah dari makam, Putri Rakia kesakitan. Semua mulai cemas karena keluar air yang mengalir di kaki wanita itu.


“Jangan-jangan dia akan melahirkan! Cepat panggil Dokter Wo!” perintah Raja.


Tidak lama kemudian, dokter muda itu datang bersama bawahan perawatnya.


Semua hanya menunggu di luar sambil mendengar jeritan sakit Putri Rakia di dalam ruang bersalin istana.


“Yang Mulia tenang saja. Tuan Putri dan bayinya pasti selamat,” kata Dokter Wo percaya dengan bawahannya.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara bayi. Pintu terbuka dengan masuknya Raja dan yang lainnya. Semua perawat membungkuk memberi hormat.


Putri Rakia menatap bayinya dengan lemah.


“Selamat Yang Mulia, selamat untuk semuanya, bayi Putri Ketiga berjenis kelamin laki-laki,” kata kepala perawat itu.


Deg!


Ezekiel.


E-Ezekiel?


Itu nama tokoh pria yang kau cintai dalam manhwa favoritmu, One day I became a Princess. Ezekiel memiliki arti Kekuatan Tuhan. Itu akan menjadi nama putra kita.


Ba-Baka! Dari mana kau tahu anak kita akan berjenis kelamin laki-laki? Aku bahkan belum mengandung. Sebenarnya yang akan menjadi ibu itu kau atau aku?! (Putri Rakia teringat)


Butiran air mata langsung mengalir dari sudut matanya.


Ramos, anak kita benar-benar seorang laki-laki, kata Putri Rakia dalam hati.


“Dia sangat tampan, kulit begitu putih, hidung mancung, bulu mata lentik dan bibir berwarna pink lembut. Kita akan memberinya nama siapa?” tanya Raja.


“Ezekiel,” kata Putri Rakia langsung.


Semua pandangan langsung mengarah kepada wanita itu. Namun, melihat kediaman Putri Rakia, membuat Raja memerintahkan semua perawat untuk keluar.

__ADS_1


“Ezekiel? Kalau tidak salah, itu salah satu nama tokoh dalam manhwa One day I became a Princess, Ijekiel Alpheus. Bukankah dia tokoh favoritmu? Meskipun kau mengubah beberapa huruf,” kata Putri Yuriki.


“Ya. Sebelum Ramos meninggal, kami saling menelepon dan dia memberitahuku untuk menamai anak kami dengan nama Ezekiel. Aku memarahinya karena dia menggodaku. Belum mengandung dan melahirkan saja, dia sudah tahu jenis kelamin anak kita yang akan lahir, dan tanpa sengaja dugaannya benar. Aku melahirkan anak laki-laki.”


Tentu saja semua kembali mengingat Pangeran Ramos sehingga mata mereka berkaca-kaca.


“Ezekiel memiliki arti Kekuatan Tuhan. Ramos mungkin menganggap anak ini bisa menjadi kekuatanmu dari Tuhan, saat dia tidak berada di sisimu. Kalau begitu dia akan diberi nama Ezekiel … Pangeran Ezekiel!” kata Raja Rivazreich.


......................


Tahun demi tahun berlalu, Putri Rakia dan Pangeran Rui selalu mengunjungi makam Pangeran Ramos tepat di hari peringatan kematian, tanpa membawa Pangeran Ezekiel.


Pangeran Rui juga menyempatkan dirinya mengunjungi makam Mezool.


Kini Pangeran Ezekiel menginjak usia 5 tahun.


......................


Kerajaan Rivazreich


“Putri Rakia dan Pangeran Rui sedang ada urusan. Tidak lama lagi mereka akan pulang, jadi Anda sarapanlah,” kata Pangeran Ereri.


Setelah itu, Pangeran Ezekiel muda kembali diam tanpa menyentuh sarapan. Tidak ada yang tahu cara menghadapinya kecuali Putri Rakia sendiri.


Anak ini kenapa persis sekali dengan ayahnya? Benar-benar dingin, kata Pangeran Kurotsukki.


Rakia ini, dia memiliki kekuatan apa sampai bisa mengatasi 2 manusia es, kata Pangeran Ereri dalam hati.


“Kalau begitu, kita makan di restoran saja, ya? Anda bisa makan bersama Putri Ketiga di sana,” ajak Pangeran Shinsuke.


Pangeran Ezekiel mengangguk tanpa berbicara.


“Haa ... Ayah dan anak sama-sama menurut kepada Kakak Shinsuke. Padahal aku sangat ingin melihat Pangeran Ezekiel menurutiku juga,” kata Raja.


Ya, selain Putri Rakia, entah kenapa hanya Pangeran Shinsuke yang bisa membuatnya menurut, kata Putri Yuriki.

__ADS_1


......................


Perjalanan pulang…


Pangeran Rui menatap ponselnya. “Paman menyuruh kita ke restoran, karena Pangeran Ezekiel tidak ingin sarapan kalau kau tidak ada.”


“Haa, anak itu benar-benar keras kepala seperti Ramos,” kata Putri Rakia.


“Puff! Itu sudah jelas, karena Ezekiel anaknya Kakak Ramos. Aku bahkan selalu gemas melihatnya karena seperti melihat Kakak Ramos versi kecil,” kekeh Pangeran Rui.


Pangeran Rui terdiam untuk sesaat. “Apakah kau masih belum ingin memberitahu Ezekiel mengenai Kakak Ramos?”


Putri Rakia hanya diam sambil menatap ke luar jendela, membuat Pangeran Rui menghela nafas.


......................


Royal Foods


“Itu Putri Rakia,” tunjuk Pangeran Shinsuke.


Pangeran Ezekiel muda hanya diam sambil memasang raut wajah datarnya. Putri Rakia yang melihatnya hanya menghela nafas sambil tersenyum.


“Maaf, aku pergi lagi tanpa mengabari Anda,” senyum Putri Rakia mengecup pipi putranya.


Pangeran Ezekiel malah melontarkan tatapan tajam membuat kedua pria tadi terkekeh melihat tingkah anak laki-laki itu saat malu.


Pangeran Shinsuke memesankan makanan untuk ketiga orang itu.


“Paman mau ke mana?” tanya Pangeran Rui.


“Putri Kagura menungguku. Aku harus menemaninya belanja. Jadi kalian boleh pulang kalau sudah selesai makan, atau masih ingin bersantai di sini.”


Pangeran Rui dan Putri Rakia mengangguk.


...Visual Pangeran Ezekiel muda...

__ADS_1



__ADS_2